Waktu Baca: 4 menit

Menyeduh kopi sendiri di rumah sudah menjadi hobi baru selama masa pandemi. Selain karena kita memang menyukai kopi, ada kepuasan tersendiri dari kegiatan ini. Ya, dengan metode home brewing yang tepat kita bisa menghasilkan kopi yang enak sesuai dengan ciri khas dan preferensi kita. Nah, untuk melakukan brewing dengan tepat, saya mengajak Ahmad Fudel yang merupakan kepala operational dari Antique Coffee KM 260 Banjaratma untuk berbagi ilmu dan tips home brewing agar kopi kita bisa tampil maksimal.

Biji Kopi Yang Harus Dipilih

“Sebenarnya kalau saya pribadi akan memilih biji kopi Arabika. Biji Kopi Arabika lebih unik dibandingkan dengan Robusta. Robusta cenderung pahit. Sementara itu Arabika memiliki rasa asam dan tingkat kepahitan yang berbeda. Selain itu biji kopi Arabika juga banyak memiliki cita rasa lain seperti rasa buah misalnya,” jelas Fudel. Fudel menjelaskan bahwa rasa kopi Arabika sangat terpengaruh dengan tanaman yang tumbuh di sekitar tanaman kopi itu berada. Karena kaya rasa itulah, Fudel menganggap bahwa kopi Arabika lebih tepat digunakan untuk home brewing.

Alat Yang Harus Dimiliki

Untuk home brewing, Fudel mengatakan bahwa penting untuk memiliki grinder manual yang bagus. Grinder  yang baik bisa membantu kita mendapatkan hasil gilingan yang tepat sehingga hasil dari seduhan kopi dapat maksimal.

“Menurut saya ini investasi yang bagus. Harganyapun banyak yang terjangkau,” kata Fudel.

Nah, dengan memiliki grinder saja kita sudah bisa menyeduh kopi dengan metode tubruk alias cukup dengan menggiling dan kemudian menuangkan air panas untuk menciptakan kopi yang siap disajikan.

home brewing
courtesey by : Emma Smith

Lalu, selain grinder manual, Fudel juga menyarankan untuk memiliki dripper. Tapi dripper ini juga bisa kita lewatkan kalau memang hanya mau menggunakan metode tubruk. But anyway, gak ada salahnya juga memiliki dripper kalau memang ada budjet. Dripper sangat membantu dalam metode pour over. Nah, banyak macam dripper. Tapi, salah satu yang paling terkenal dan umum adalah V60 dari Harrio. Selanjutnya, kalau punya dripper tentu harus memiliki paper filter juga.

Selain itu, ada alat lain yang penting seperti misalnya scale atau timbangan. Ya, timbangan juga termasuk yang cukup vital. Sebab, timbangan kopi yang berbeda akan menghasilkan rasa kopi yang tidak sama. Hanya saja, menurut Fudel kalau memang tidak ada timbangan, mengukur biji kopi dengan metode kira kira juga masih memungkinkan.

Setelah timbangan, Fudel juga menyarankan kettle atau teko leher angsa yang akan membantu untuk menyeduh kopi lebih mudah. Meski demikian, Fudel menjelaskan bahwa menggunakan teko biasapun tak apa kalau tak ada teko leher angsa. Hanya saja teko leher angsa bisa membantu kita untuk melakukan eksplorasi kopi dengan lebih mendalam. Selain itu teko leher angsa juga menjanjikan aliran air yang lebih stabil.

Berikutnya yang harus dimiliki adalah termometer karena termometer ini membantu untuk mengukur suhu yang tepat.

Bagi Fatur, dengan melakukan investasi barang barang tersebut, home brewing dapat dilakukan dengan lebih mudah dan eksploratif.

Metode Metode Dalam Home Brewing
courtesey by Eiliv Sonas Alceron

Metode tubruk adalah metode paling sederhana dalam home brewing. Selain itu, ada juga metode yang terkenal karena kasus racun yaitu Vietnam Drip. Vietnam Drip ini cukup mudah namun menggunakan susu kental manis sehingga tak semua orang akan menyukainya.

Nah kalau kita ingin agak advance sedikit kita bisa menggunakan metode pour over dengan Hario V60. Dengan menggunakan metode V60, ada beberapa alat lain yang bisa dimiliki agar hasil seduhan atau home brewing dapat maksimal.

Fudel menyarankan untuk yang ingin mempraktekan metode pour over V60, maka wajib memiliki termometer. Termometer penting karena saat menyeduh kopi kita tidak boleh menggunakan air yang terlalu panas. Air yang terlalu panas malah akan merusak rasa kopi. Suhu kopi yang berbeda beda juga akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda. Karena itulah termometer menjadi penting dalam home brewing.

Selanjutnya Fudel mengatakan bahwa proses penggilingan juga cukup tricky dalam metode pour over Harrio V60. Untuk tingkat kelembutan atau grind size Fudel menyatakan bahwa perlu ada percobaan berkali kali.

Grind Size  dan suhu berkaitan erat. Untuk Grind Size medium misalnya, lebih pas dengan air suhu 90 derajat celcius sebagai ilustrasi.”

Selanjutnya yang harus teman teman perhatikan adalah size air dengan timbangan biji kopi. Jangan terlalu banyak karena nanti rasa kopi menjadi tidak tepat.

Masih soal grind size, Fudel menambahkan bahwa pemilihan grind size juga penting untuk rasa body kopi yang diinginkan. Fudel menjelaskan kalau agak kasar, biasanya rasa kopi lebih soft. Sedangkan semakin lembut, maka rasa kopi akan semakin kental. Untuk grind size mode pour over V60, Fudel menyarankan untuk grind size yang agak kasar karena hasil V60 memang seharusnya memiliki body lembut.

Home Brewing Adalah Petualangan Rasa

Menurut Fudel, Home Brewing memberikan banyak ruang untuk eksplorasi.

“Kalau di café kan sudah ada metode yang cukup SOP jadi ada keterbatasan, sementara untuk home brewing kita bisa mencoba berbagai macam rasa,” jelas Fudel. “Ini menurut saya yang menarik dari home brewing sehingga banyak bermunculan home brewer-home brewer atau penyeduh rumahan yang ingin mencoba berbagai macam rasa.”

Fudel berharap, ilmu yang ia bagi hari ini bisa menjadi pengantar awal untuk kalian para penyeduh rumahan. Selamat menyeduh!

Baca juga :
Adela Goenardi dan seni tehnya : Sebuah Cerita

Awor Coffee Kaliurang : Ngopi Dengan Energi Positif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini