Waktu Baca: 4 menit

Siapa sih yang nggak mau mulai investasi di usia muda? Usia 20 awal atau bahkan usia 18 sudah memiliki investasi bisa aja lho. Tapi jelas yang menjadi masalah kita selalu adalah “di mana sih kita harus berinvestasi?”. Sebenarnya ada beberapa investasi yang bisa kalian pilih, seperti di deposito, obligasi atau saham. Terkhusus untuk yang disebut terakhir kalau kalian mau mencoba investasi saham hmmm… pilihan saham kan banyak sekali. Makin bingung mana saham yang aman dan mana yang tidak. Akhir-akhirnya bingung lagi. Nah buat kalian yang bingung akan aku jelasin mengenai investasi yang lebih aman dengan investasi  di reksadana.

Apa Sih Reksadana Itu?

Buat kalian yang masih asing dengan reksadana, aku jelasin secara singkat mengenai apa sih reksadana itu.

Reksadana adalah sebuah jasa yang ditawarkan oleh sebuah perusahaan pengelolaan dana dan investasi yang punya tujuan untuk mengelola dana investasi masyarakat ke saham, obligasi dan deposito yang dianggap menunjukkan tren dan keamanan yang baik.

Nah kalau bertujuan untuk mengelola dana masyarakat berarti siapa dong yang mengelola? Tentu saja yang mengelola adalah para manajer investasi yang bertugas untuk mengawasi tren dan keamanan investas. Para manajer investasi yang bekerja di balik reksadana inilah yang akan menentukan ke mana uang investasi kita akan dialokasikan. Kalau kita ibaratkan dengan membeli buah, manajer investasi adalah seorang yang sangat pandai memilih buah yang baik untuk kita makan saat kita tidak tahu mana buah yang matang sempurna, mana yang sudah mulai busuk dan mana yang belum matang.

Reksadana Menggunakan Diversifikasi

Apa lagi diversifikasi ini?

Diversifikasi ini sangat penting dalam investasi lho. Terutama untuk investasi saham. Diversifikasi adalah sebuah teknik dalam investasi untuk membagi dana investasi yang kita punya ke beberapa pilihan investasi yang tersedia baik itu saham maupun bukan untuk mengurangi resiko investasi.

Ibaratkan kalau kita punya uang Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah) kita bisa saja membeli satu jenis saham – katakanlah saham “A” – dan kehilangan uang kita keseluruhan saat perusahaan “A” mengalami kebankrutan atau saat perusahaan tersebut merugi. Beda cerita ketika kita membuat diversifikasi ni. Uang yang tadi kita miliki kita belikan ke beberapa perusahaan – katakanlah perusahaan “A”, “B” dan “C” – kalau perusahaan “A” merugi atau bahkan bankrut, perusahaan “B” dan “C” bisa menjadi penyelamat uang kita karena uang yang hilang hanya uang yang kita investasikan ke perusahaan “A”.

Bisa kita mudahkan penjelasannya menjadi seperti ini. Kita memiliki 10 buah telur. Telur-telur itu kita bawa ke satu buah keranjang yang dibawa di tangan kiri kita. Suatu saat kita sial secara tidak sengaja keranjang di tangan kiri kita terlepas maka semua telur kita akan jatuh dan pecah.

Beda cerita kalau 10 telur itu kita bagi 2, 5 di keranjang tangan kiri dan 5 lainnya di kanan. Kalau kita tidak sengaja menjatuhkan keranjang di tangan kiri maka kita tetap memiliki telur yang berada di tangan kanan, tidak semua telur kita pecah karena jatuh. Nah mudah kan dipahami?

Nah, ngomong-ngomong soal diversifikasi, kalau kita membeli beberapa saham atau investasi lainnya harus punya banyak uang dong? Berarti reksadana harus mengeluarkan banyak uang? Oke. Kita bahas selanjutnya

Investasi di Reksadana Sangat Terjangkau

Terjangkau? Emang berapaan?

Buat yang khawatir soal biaya yang harus kita keluarin buat investasi di reksadana sebenarnya nggak usah khawatir. Reksadana bisa lho dibeli dengan harga yang sangat terjangkau. Ada yang bisa dibeli dengan harga Rp 100.000,00 saja. Bahkan ada yang bisa dibeli dengan harga Rp 10.000! Sangat terjangkau ya buat kita yang pengen coba investasi tapi dananya mepet. Bahkan uang nongkrong kita di cafe bisa jadi investasi. Menarik kan?

Kok bisa ya reksadana dibeli dengan harga murah? Tentu saja karena – secara mudahnya – reksadana menggunakan sistem seperti patungan. Jadi beberapa dana nasabah yang membeli reksadana akan digabungkan dan secara bersamaan akan diinvestasikan ke beberapa instrumen investasi yang kita pilih – seperti deposito, obligasi atau saham – dan kemudian dialokasikan sesuai jumlah pembeliannya. Jadi kalian kalau mau investasi saham nggak usah beli 1 lot loh yang harganya bisa saja sampai jutaan.

Banyak Pilihan Jenis Reksadana

Apa aja sih pilihan reksadana?

Reksadana itu nggak cuma satu jenis lho. Ada beberapa jenis reksadana seperti reksadana pasar uang, pendapatan tetap, saham dan campuran. Kita bisa memilih reksadana sesuai dengan kebutuhan investasi. Terus apa bedanya ya empat reksadana ini?

Reksadana pasar uang itu adalah jenis investasi reksadana yang dialokasikan untuk didepositokan ke sebuah bank. Pasar uang dan deposito adalah investasi yang paling aman. Peluang untuk mengalami kerungian bisa dibilang hampir 0%. Tapi, dalam investasi sendiri kalian juga harus tau, semakin besar keuntungan yang bisa didapatkan maka semakin besar juga resiko kerungiannya. Nah pasar uang ini sejalan dengan teori itu.

Karena memiliki resiko yang sangat rendah, maka pasar uang atau deposito tidak bisa menjanjikan keuntungan yang besar. Biasanya sih lebih cocok untuk investasi jangka pendek – setidaknya untuk 1 tahun ke depan – .

Selanjutnya ada reksadana pendapatan tetap. Reksadana jenis ini sangat cocok untuk digunakan dalam investasi jangka menengah. Sebenarnya jangka menengah ini sangat subyektif ya, tapi biasanya antara 3-5 tahun ke depan. Di reksadana yang ini, investasi kalian akan dialokasikan ke obligasi atau surat hutang. Intinya ada sebuah perusahaan atau bahkan pemerintah berutang kepada kalian dalam nominal tertentu dan biasanya juga ada sedikit bagian yang dialokasikan untuk deposito.

Nah untuk ini adalah jenis investasi yang sedang hype-hypenya. Investasi saham. Tapi yang ini lewat reksadana. Mungkin kita sudah tahu mengenai investasi saham. Investasi saham dan reksadana saham sendiri adalah investasi yang paling tinggi resikonya namun dapat memberikan keuntungan yang paling besar. Sekedar informasi, saham bukanlah sebuah sihir yang bisa membuat orang-orang cepat kaya, tapi lebih untuk menyiapkan keuangan kita dalam jangka panjang. Biasanya 5-10 tahun ke depan.

Terakhir adalah reksadana campuran. Reksadana ini sesuai namanya adalah campuran dari ketiga reksadana yang lain – pasar uang, pendapatan tetap dan saham –. Pengalokasian untuk 3 instrumen investasi tersebut sudah ditentukan oleh para profesional. Jadi kalian tinggal fokus untuk menghasilkan pendapatan semaksimal yang kalian mampu.

Menggunakan reksadana bisa menjadi alternatif buat kita, para kaum pendapatan tipis setipis ATM yang ingin mulai berinvestasi untuk masa depan. Tapi, jangan lupa, investasi apapun bukanlah untuk cepat kaya tapi untuk menyiapkan keuangan kita dalam jangka waktu tertentu. Buruan investasi di reksadana yuk…

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini