Waktu Baca: 3 menit

Hidup di Pulau Jawa tentu sedikit banyak membawa kita pada kultur-kultur baru dan tradisi unik masyarakat Jawa. Di Yogyakarta sendiri, masih banyak tradisi-tradisi Jawa yang terbilang cukup unik dan klenik dan masih dilestarikan oleh para pemuka agama. Sebagai orang yang tinggal di Yogyakarta, tentunya kamu harus tahu beberapa kebiasaan unik masyarakat Jawa. Apa aja sih? Yuk kita simak!

Melempar Koin Saat Ambulans Lewat

Mungkin beberapa dari kalian belum cukup familiar dengan kebiasaan unik yang satu ini. Tradisi melempar koin saat ambulans lewat menjadi salah satu kebiasaan masyarakat Jawa untuk turut mendoakan dan mengusir roh jahat yang lewat saat ambulans tersebut membawa jenazah. Uang dalam tradisi Jawa dipercaya sebagai salah satu media untuk mengusir roh jahat. Dengan melempar uang koin, nantinya masyarakat berharap bahwa roh jahat ataupun roh yang ada pada mobil ambulans tersebut tidak tertinggal di jalan. 

Selain itu, ada juga masyarakat Jawa yang mempercayai bahwa uang koin yang dilemparkan ini nantinya juga menjadi bekal untuk para roh atau makhluk yang ikut dalam ambulans tersebut. Koin yang mereka dapat nantinya dapat digunakan untuk jajan atau belanja di “pasar” sehingga nantinya mereka akan merasa senang, dihargai, dan tidak akan mengganggu manusia.

Mitos Motor yang Mengawal Ambulans

Jika diperhatikan, ambulans seringkali lewat dengan beriringan bersama dengan kendaraan lainnya. Biasanya, beberapa motor akan menjadi pengawal mobil ambulans yang betugas untuk mencarikan jalan agar ambulans bisa lewat dengan cepat. Terlebih pada konteks darurat, ambulans biasanya menyalakan sirinenya dengan maksud untuk memberi tahu para pengendara agar memberi akses terlebih dahulu karena ambulans sedang membawa korban ataupun orang yang sudah meninggal. 

Namun, realitanya, masih banyak sekali masyarakat yang menganggap bahwa ambulans tersebut hanya memanfaatkan sirinenya untuk mendapatkan jalan dengan cepat. Padahal, kalaupun ambulansnya tidak terisi, kemungkinan yang lain adalah ambulans ini akan menjemput korban kecelakaan atau pasien yang butuh pelayanan cepat dan mendesak. Jadi, pengawalan kendaraan roda dua sangatlah diperlukan untuk menghemat waktu. 

Tidak hanya pengawalan dari depan mobil ambulans, kita pun sering juga mendapati banyak kendaraan yang turut mengikuti mobil ambulans yang menyalakan sirine. Simpelnya, kita seringkali menyebutnya sebagai rombongan ambulans. Sebagian besar masyarakat percaya bahwa sebagian kendaraan yang berada di belakang mobil ambulans adalah keluarga jenazah atau keluarga dari orang yang sedang berada di ambulans.

Tradisi mengiringi ambulans ini juga menjadi bagian dari masyarakat Jawa dimana mereka percaya bahwa mengiringi ambulans merupakan bentuk pengabdian mereka dengan mengantar mereka ke tempat peristirahatan terakhir. Sedangkan, apabila ambulans tersebut berisi korban kecelakaan atau pasien yang butuh perawatan mendesak, rombongan ambulans ini dianggap sebagai bentuk keluarga untuk menghantarkan korban sebagai bentuk kasih sayang dan perhatian.

Tradisi Nyekar Dalam Masyarakat Jawa

Nyekar atau yang dikenal dengan tradisi mengunjungi makam keluarga, sanak saudara, atau teman yang sudah meninggal merupakan salah satu kegiatan turun temurun yang masih dilakukan oleh masyarakat Jawa. Tradisi nyekar ini dipercaya masyarakat Jawa sebagai medium untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal. Sebagian masyarakat juga percaya bahwa mendoakan keluarga atau orang yang sudah meninggal dapat membantu mereka untuk menemukan terang damai yang dapat menuntun mereka ke tempat yang sudah disediakan oleh Sang Pencipta.

Bendera Putih Lambang Berduka

Dalam tradisi masyarakat Jawa, warna putih sendiri melambangkan duka atau kepulangan seseorang. Penggunaan bendera putih sebagai lambang berduka menjadi salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jawa sampai sekarang. Lantas kenapa pilih bendera? Kenapa bukan baju putih atau kain putih? Pada dasarnya, bendera merupakan benda yang hakikatnya memang dipasang ditempat yang tinggi. Dengan melihat bendera, masyarakat dapat mengetahui dan lantas mengidentifikasi suatu kejadian secara cepat. Jadi, bendera dipilih karena letaknya mudah dilihat orang awam sehingga nantinya dapat menjadi sumber informasi bagi siapapun yang melihatnya. 

Nah, itu dia beberapa tradisi atau kebiasaan unik orang Jawa. Kira-kira kamu udah familiar belum ya? Kalau belum, jangan lupa baca sampai habis ya!

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here