Waktu Baca: 3 menit

Beberapa waktu lalu warganet gempar. Bukan karena banyaknya baliho para politisi yang memenuhi jalanan. Bukan pula karena sinetron Ikatan Cinta akan bubar. Semuanya gara-gara Lord Adi Masterchef! Bahkan kemenangannya selama 8 kali berturut-turut tidak bisa menyelamatkannya dari keputusan dewan juri. Warganet bereaksi dengan keras. Mereka menyayangkan keputusan para chef yang harus memulangkan Lord Adi dalam kompetisi Masterchef. Ada yang menginginkan Lord Adi kembali berkompetisi lagi.

Duh, kejadian tersebut mengingatkan saya pada final Euro kemarin. Para fans Inggris menuntut diadakan rematch pertandingan final. Mungkin seperti itulah perasaan penngemar sang lord saat ini. Patah hati. Remuk. Bisa jadi ambyar tatkala jagoannya harus melepas chef jacketnya lebih awal.

Sosok idola baru telah muncul bagi para penggemar ajang pencarian bakat di bidang masakan. Setelah sebelumnya yang menjadi daya tarik dalam acara tersebut adalah Chef Renata. Perjalanan Lord Ado tidaklah selalu berjalan mulus. Ia adalah sosok kuda hitam yang mampu memainkan strateginya dengan baik bahkan juga membalikkan keadaan. Terlepas dari itu semua, saya membayangkan jika Lord Adi maju menjadi calon presiden tahun 2024. Pasti akan seru! Di balik sosoknya yang kadang slengekan, Lord Adi adalah sosok pemimpin yang tidak menye-menye. Ada beberapa hal yang membuat saya juga kagum kepada Lord Adi. Sehingga pantaslah untuk maju di Pilpres 2024.

  1. Memiliki penggemar yang banyak

Mungkin yang tidak disadari oleh kita semua adalah Lord Adi sudah memiliki penggemar. Personal brandingnya pun sukses menyita perhatian publik. Tidak perlu sampai menghambur-hamburkan uang memasang fotonya di sepanjang jalan. Itu sudah cara kuno. Dengan piawai Lord Adi memanfaatkan kekuatan media. Selama masih berada di ajang masterchef ia tahu betul untuk menggunakan kesempatan yang melekat pada dirinya. Promosi gratis, naik daun jadi artis. Tidak perlu mengais simpati!

  1. Sederhana

Saya masih ingat betul di salah satu episode. Lord Adi tampil dengan busana apa adanya berbeda dengan peserta lainnya. Ketika para peserta lainnya sibuk memikirkan outfif yang mewah, ia hanya memakai kaus bertuliskan Kabupaten Tanah Datar. Bayangkan saja, bagaimana seorang lord memakai baju yang sangat sederhana. Sungguh sangat luar biasa. Kaus yang harganya pastinya lebih murah daripada beberapa paket Bansos yang dikorupsi. Hal ini membuat saya yakin, prinsip inilah yang nanti akan tetap dijaganya kalau berhasil menjadi presiden. Bukan malah pura-pura tampil adanya sehingga orang-orang memilihnya.

Baca juga : Mie Gacoan Jogja dan Antrian yang Tak Pernah Sepi

  1. Tidak mudah takluk

Beberapa waktu lalu melalui media sosial yang dipunyainya. Chef Arnold menggunggah konten bahwa panggilan teleponnya kepada Lor Adi tidak diangkat padahal sudah beberapa kali ia mencoba menghubunginya. Sontak dunia media sosial menjadi heboh dengan kejadian ini. Tapi dari ini semua kita mengetahui bahwa Lord Adi tidak serampangan dalam mengangkat telepon. Sangat antisipatif! Walaupun yang menelepon adalah Chef Arnold ia tidak langsung mengangkatnya atau mungkin juga akan bertekuk lutut. Sebuah sikap integritas yang sangat keren sekali. Prinsip yang dianut oleh Lord Adi akan menghindarkan dari politik orang dalam. Sebuah sikap seorang lord yang sejati.

  1. Berkomitmen kepada waktu

Ekspresi kocak seringkali muncul ketika Lord Adi ditanyai oleh Chef Juna tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak. Biasanya jawabannya berujung kpeada kekecewaan peserta lainnya. Masakan yang seharusnya butuh waktu lenih dari satu jam diubah menjadi 45 menit saja. Tetapi itulah Lord Adi, ia punya pemikiran out of the box dan tidak main-main dengan urusan waktu. Sekali lagi sebagai pimpinan sangatlah pas. Tidak hanya buang-buang janji saja. Tuntas dalam bulan depan, waktu dekat ini, pekan ini, dan berbagai satuan waktunya yang sudah muak juga mendengarnya.

  1. Solutif

Lord Adi kembali membuktikan kemampuannya saat menyelesaikan tantangan masakan dengan cara estafet. Ia hanya mengandalkan petunjuk dan insting yang dimilikinya. Keraguan teman satu timnya pun berhasil dipatahkan. Timnya menjadi pemenang dan selamat dari pressure test. Lagi-lagi Lord Adi menunjukkan kebalikannya. Kemampuan memecahkan masalah seperti inilah yang tampaknya tidak dapat ditemui dari pemimpin negeri ini. Yang ada malah koruptif, manipulatif, dan intimidatif.

Baca juga : Sop Buntut Pak Sugeng, Rasanya Sungguh Gayeng

Lord Adi memang telah gugur sebelum menjadi pemenang di acara Masterchef tetapi semangat dan karakternya sudah melekat di penggemarnya. Ya ini sebenarnya tulisan imajinatif semata. Toh di negeri yang hanya bisa memberikan harapan tanpa ada kenyataan apa lagi yang bisa dilakukan? Selain menghibur diri sendiri dan berhalusinasi. Saya pun tak bersepakat dengan ajakan untuk tidak menyaksikan lagi Masterchef karena Lord Adi sudah tereliminasi. Saya lebih setuju dengan tidak memilih sosok yang nampang di baliho saat pandemi masih menjadi momok utama. Karena kelakuan mereka nir empati dan etika, apa ya layak jadi pemimpin kita? (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini