Waktu Baca: 3 menit

Beberapa hari yang lalu aku berdiskusi mengenai pembuatan sebuah media yang membahas teknologi. Dengan mini riset, aku menemukan bahwa suatu website bisa menghasilkan uang jika banyak mata yang tertuju pada web tersebut. Semakin banyak yang membaca media kita, semakin besar pula uang yang bisa kita dapatkan dari web tersebut. Nah, asumsi tersebut saya pakai untuk menalar kebijakan stasiun televisi untuk menayangkan Saipul Jamil.

Rating Program Televisi dan Iklan

Berdasarkan premis di atas, kita bisa mengetahui bahwa untuk memonetisasi sebuah konten baik itu konten di blog, youtube, TV dan media sekalipun perlu sesuatu yang menjadi alasan kenapa konten tersebut perlu monetisasi. Jawabannya adalah seberapa banyak mata yang tertuju pada konten tersebut. Jumlah mata yang tertuju pada suatu acara TV inilah yang akan mempengaruhi rating sebuah acara atau sebuah program televisi. Bila kalian mempertanyakan “bagaimana sih rating di TV ini bisa ditentukan?” jawabannya adalah dengan bekerja sama dengan Nielsen.

Nielsen sendiri adalah sebuah perusahaan multinasional yang bertugas untuk menentukan apakah program TV banyak dilihat atau tidak. Nielsen menaruh beberapa sample penonton rumahan dengan demografi tertentu dan memasang sebuah alat metering system untuk mendata acara seperti apa yang mereka lihat. Alat ini yang akan mendata dan menentukan jumlah rating. Bila kebanyakan sample melihat program televisi “A” maka program tersebut memiliki rating yang tinggi.

Rating yang tinggi inilah yang akan ditawarkan kepada para pengiklan. Semakin tinggi rating program televisi “A” maka semakin banyak pula yang didapatkan dari commercial break.

Baca juga : Televisi Indonesia, Ada Apa Denganmu?

Alasan Logis TV Mau Menampilkan Saipul Jamil

Tentu saja seperti kebanyakan konten, Televisi juga berupaya untuk mencari penonton sebanyak-banyaknya agar memperoleh keuntungan yang tinggi pula. Bahkan ada sebutan sendiri untuk para artis yang memiliki engagement yang tinggi yang bisa menaikkan rating sebuah program televisi, sebut saja Raffi Ahmad dan mendiang Olga Syahputra.

Para artis yang memiliki kemampuan menaikkan rating inilah yang akan jadi kesayangan bagi pembuat program televisi. Artis macam itu dapat menaikkan rating acara mereka tanpa melihat kualitas acara yang diberikan. Bahkan tidak jarang televisi menggunakan para artis yang sempat terjerat sebuah kasus namun mereka tenar di masyarakat, salah satunya Saipul Jamil.

Televisi tentu memahami kualitas tontonan yang diinginkan masyarakat. Bukan tanpa alasan mereka memilih Saipul Jamil untuk kembali diajak bergabung pada sebuah acara. Sayangnya jelas hal ini menjadi sebuah kontroversi karena adanya glorifikasi. Saipul Jamil yang sepertinya memakai “gimmick” layaknya pahlawan Indonesia yang baru saja dapat tawanan oleh kompeni, diarak menggunakan mobil Ferrari dan dengan kalung rangkaian bunga. Namun kembali lagi, televisi melakukan hal ini bukan tanpa alasan. Alasan yang paling kuat adalah rating dan lebih spesifik, penonton, agar mendapatkan keuntungan melalui iklan. Dari ulasan inilah kita bisa mulai sedikit menalar kebijakan stasiun televisi untuk menayangkan Saipul Jamil.

Saipul Jamil Tetap Mempunyai Hak Untuk Bekerja Menurut UU

Menurut Pasal 31 UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2013 setiap tenaga kerja memiliki hak untuk mendapatkan pekerjaan. Kalau kita tilik hingga saat ini, memang masih belum UU yang mengatur mantan narapidana untuk dicabut hak untuk bekerjanya, termasuk Saipul Jamil.

Saipul Jamil dengan dasar undang-undang sangat mungkin untuk kembali bekerja. Termasuk tampil di acara televisi. Memang sedikit kontroversial untuk hal ini. Tapi memang masih ada pertentangan antara mereka yang percaya siapapun dapat kembali mendapatkan pekerjaan dan yang mempercayai bahwa mantan narapidana (terkhususnya kejahatan seksual) tidak boleh kembali berkarya.

Sebuah Kontroversi Penjahat Seksual dan Mereka yang Mendapatkan Perlakuan Berbeda

Nah, apakah Saipul Jamil akhirnya berhak untuk kembali muncul di acara televisi? Jawabannya secara undang-undang adalah BISA! Namun bagaimana dengan secara moral? Hal ini tentu akan memunculkan perdebatan yang tidak ada habisnya. Lalu sebenarnya bagaimana kita menyikapinya?

Kita sedikit mengambil pelajaran mengenai beberapa artis terkenal di seberang sana, amerika serikat. Louis C.K. seorang komedian pernah terjerat kasus pelecehan seksual. Akibatnya, ia dipecat dari sebuah proyek film animasi garapan Pictures berjudul The Secret of Life Pets 2. Tak hanya itu, ia mendapat pembatalan penayangan film yang ia produksi sendiri, I Love You Daddy. Hukuman yang sepertinya setimpal bila kita bayangkan.

Namun Ben Affleck mendapat nasib lain. Aktor ini terjerat kasus kekerasan seksual terhadap seorang pembawa acara MTV pada tahun 2017 dan seorang penata rias pada tahun 2014. Bukannya mendapatkan hal yang serupa seperti Louis C.K., Ben Affleck justru tetap melenggang mulus di dunia film dengan berperan sebagai Batman di film-film garapan Warner Bros menggantikan Christian Bale.

Menyikapi Saipul Jamil

Dua situasi berbeda yang terjadi pada Louis C.K. dan Ben Affleck menunjukkan bahwa kita bisa memilih bagaimana menyikapi kasus Saipul Jamil ini. Dengan memboikot semua acara yang dia datangi, ataukah dengan memberikan dia kesempatan. Keduanya memiliki konsekuensi Saipul Jamil kembali mengulangi hal yang sama. Namun yang jelas semua akan kembali kepada kepercayaan kita layak atau tidaknya tergantung kita.

Salah satu yang bisa kita lakukan sebagai penonton adalah dengan memindahkan selera kita secara perlahan ke acara televisi yang lebih mendidik. Kenapa? Karena standar televisi adalah jumlah penonton bukan kualitas acara. Bila kebanyakan dari kita melihat acara – sebut saja acara “A” – meskipun acara tersebut kontroversial maka tidak mungkin munculnya narapidana di acara televisi akan kembali muncul. Namun bila kita yakin bahwa Saipul Jamil  tetap mempunyai hak untuk bekerja di industri hiburan maka kita harus mengawasi penyiaran televisinya agar tidak memproduksi acara yang kontroversial.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini