Waktu Baca: 3 menit

Bicara soal sarapan, otak saya ini sudah terperangkap dalam algoritma menu. Dari tahun ke tahun, pilihan sarapan ya itu-itu saja. Kalau harus mencoba sarapan di warung yang berbeda, saya takut kecewa. Udah berharap dapat menu enak, ternyata zonk. Hingga suatu pagi saya nekat mencoba warung bubur ayam yang baru buka tidak jauh dari rumah saya. Sebetulnya dalam radius 2 kilometer, tak kurang ada 4 warung bubur ayam. Nah, kali ini saya akan bagikan pengalaman sarapan santai bersama bubur bakar Don Juan.

Lokasi Bubur Bakar Don Juan ada di Jalan Dr Sutomo 14 Jogja, persis di samping Laboratorium Klinik Parahita.

Konsep Bubur Bakar

Bagi kawan-kawan yang belum pernah mencicipi menu ini, saya jelaskan konsepnya. Bubur bakar itu bukan berarti bubur ayam dimasukkan dalam bungkus pisang lantas dibakar layaknya nasi bakar. Konsep bubur bakar adalah bubur ayam yang dimasukkan dalam claypot lalu dipanaskan di kompor. Efeknya sih bukan lantas ada bubur yang gosong menghitam, (lagian mana ada bubur bisa hangus) tetapi bubur ayam yang disajikan secara panas-panas pada pelanggan. Caranya mirip dengan Nasi Lemak yang dipanaskan dalam claypot.

Sarapan Santai Bersama Bubur Bakar Don Juan

Komposisi Bubur

Bubur ayam Don Juan menyajikan menu dengan topping kacang kedelai, parutan daging, pangsit kecil, irisan daun bawang, dan telur rebus setengah potong. Komposisinya standar-standar saja. Kalau mau tambah sate jerohan juga bisa. Soal daging, saya sih menganggap Don Juan menyajikan tidak dengan suwiran kecil-kecil, tetapi seperti diparut. Ini saking kecilnya ukuran suwirannya.

Tentang rasa, bagi saya yang bukan penikmat makanan asin, kadar gurih kuahnya tidak terlalu asin. Kuahnya disajikan tidak dalam botol yang memungkinkan pelanggan untuk ambil sendiri dalam keadaan dingin. Kuahnya disiapkan secara terpisah dalam mangkuk kecil dengan keadaan panas. Ini memang sengaja dipanaskan.

Baca juga : Bubur Bakar 221 Sleman , Super Lembut

Sajian macam ini membuat ritual sarapan bubur ayam menjadi syahdu, sambil mengamati kepulan uap dari kuah kaldu. Lebih syahdu lagi ketika kita sarapan saat langit pagi hari masih mendung dan orang di jalanan sudah tergesa-gesa berangkat kerja.

Sarapan Santai

Karena bubur bakar disajikan pada pelanggan dalam keadaan panas dengan uap yang meletup-letup, maka pelangan harus mendiamkan sejenak agar bubur jadi ramah untuk lidah. Saya menghitung, kira-kira butuh waktu 10 menit untuk menunggu bubur bakar jadi agak hangat. Maka kalo kamu dalam kondisi hectic di pagi hari dan terburu-buru masuk kerja, jangan pesan bubur bakar. Itu akan membuatmu panik dan tidak bisa menikmati menu.

Sarapan Santai Bersama Bubur Bakar Don Juan

Apalagi kalo kamu termasuk penganut mahzab bubur ayam tak diaduk. Haruslah makin sabar menikmati bubur bakar. Kalo kamu tergesa-gesa, pesan saja bubur ayam biasa. Tetapi di warung Don Juan, kuah kaldu ayam nya pun disajikan dengan semi mendidih. Maka kita harus bersabar supaya bubur ayam bisa ramah di lidah.

Bicara soal tempat, meski Bubur Bakar Don Juan tergolong sebagai pedagang kaki lima (PKL), tetapi area untuk pelanggan cukup lapang. Kita tak harus berhimpitan ketika makan. Kita tidak pula kepanasan karena ada tenda dan sekat yang tidak terlalu rapat. Tak perlu kuatir pula dengan rasa gerah, karena sirkulasi udara cukup baik. Tempat yang sama ini ketika di malam hari digunakan oleh pedagang Bakmi Jawa. Singkat kata, meski levelnya PKL tetapi nyaman. Maka tepat bila kita sarapan santai bersama di bubur bakar Don Juan.

Soal Harga

Untuk porsi biasa, Bubur Ayam Don Juan membanderol harga 10.000 rupiah. Kalau mau jadi bubur bakar, maka harganya ditambah sedikit jadi 13.000 rupiah. Nah, untuk porsi spesial, harganya jadi 17.000 rupiah. Cukup terjangkau untuk ukuran sarapan orang Jogja. Bubur Ayam Don Juan buka mulai pukul 07.00 sampai habis. Biasanya sih tutup jam 1 siang. Ini jadi nilai plus sendiri, karena mengakomodasi orang yang ingin makan bubur ayam tapi tidak di pagi hari.

Selamat mencoba

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini