Waktu Baca: 3 menit

Kalau bicara ikan, orang Jepang itu penggila ikan. Konon ikan itu populer karena Jepang memang negara maritim. Kebetulan juga, tanah di Jepang buruk untuk beternak. Jadi, orang Jepang itu awalnya enggak biasa makan daging ayam atau daging sapi. Mereka makannya ya hanya ikan hasil nelayan dan melaut. Nah, gak heran kalau pengetahuan mereka soal ikan itu luar biasa. Salah satu ikan favorit mereka adalah ikan fugu alias ikan buntal. Mungkin banyak yang penasaran, rasanya ikan fugu itu kayak apa. Nah, kalian jangan kaget jika ikan fugu itu gak seenak yang kalian bayangkan. Lalu kenapa orang Jepang masih makan ikan fugu begitu? Ada apa?

Tentang Ikan Fugu

simbol kekayaan

Berlawanan dengan banyak pendapat umum, ikan fugu ini tidak terdiri dari satu jenis saja. Setidaknya ada 120 jenis ikan fugu. Namun, pemerintah Jepang hanya membolehkan sekitar 22 jenis ikan fugu saja yang boleh disantap. Alasan pemerintah Jepang cukup beralasan. Racun fugu yaitu tetradoxin jauh lebih berbahaya daripada sianida dan tak semua jenis ikan fugu bisa kita netralkan dari racun.

Tercatat, ada 20 orang meninggal/keracunan parah tiap tahunnya di Jepang karena memakan ikan fugu. Pada tahun 1975, seorang aktor Kabuki, Bandu Mitsugoro meninggal karena memakan liver dari ikan fugu. Saat itu sebenarnya Bandu sudah mendapat peringatan sebelum memakan ikan fugu. Namun ia meyakini bagian liver sangat enak dan ia kebal dengan racun tetradoxin. Pilihan yang buruk.

Dengan resiko sebesar ini, pemerintah Jepang sampai membuat lisensi khusus bagi koki yang akan mengolah ikan fugu. Anda harus benar benar ahli sebelum diperbolehkan menyajikan sashimi ikan fugu.

Nah, kita sebagai orang awam tentu sangat penasaran kenapa orang Jepang begitu getolnya menyukai ikan fugu. Salah seorang food vlogger dari Malaysia pernah mencoba makanan ini dan bertanya kepada chef yang membuat hidangan ini kenapa rasa ikan itu hambar. Si chef lalu menjawab bahwa ‘ya memang begitu rasanya’. Lhah kenapa orang Jepang mau mengambil resiko makan ikan fugu kalau rasanya hambar?

Tekstur dan Simbol Kekayaan

Kalau bicara soal simbol kekayaan, ya ikan fugu memang bergengsi. Anda tidak bisa membeli ikan ini di sembarang tempat. Di beberapa pasar ikan, anda bahkan harus menunjukkan gestur tertentu sebagai kode rahasia agar anda mendapat izin membeli ikan fugu. Dan ya jelas, karena harganya mahal, bisa makan ikan fugu itu membanggakan gitu lhoh.

Tapi ya kalau cuma buat pamer simbol kekayaan, kok bisa ya setahun itu 10,000 ton ikan fugu habis menjadi konsumsi orang Jepang? Edan juga. Tidak hanya itu, permintaan ikan fugu liar juga sangat besar. Tercatat penurunan salah satu populasi spesies ikan fugu yaitu Ikan fugu Cina turun hingga 99,9 % dalam waktu 45 tahun! Berarti mungkin fugu enak? Ah entahlah, tapi nyatanya ikan fugu hanya populer di Jepang saja. Penduduk dunia lainnya gak sepengen itu mencicipi ikan yang bisa mendadak jadi balon ini.

Tekstur vs Rasa

Salah satu hipotesa yang kerap muncul adalah bahwa orang Jepang lebih menikmati makanan dari teksturnya ketimbang rasanya. Inilah yang membuat ikan fugu populer. Dari rasa, ikan berbahaya ini bisa jadi hambar untuk standar kita. Tapi dari tekstur, ikan ini menarik karena memang halus rasanya.

Selain itu ya bisa jadi karena ikan fugu sudah menjadi budaya. Sama dengan yang terjadi di Guilin. Meski mereka sudah mendapat informasi bahwa daging anjing itu berbahaya dan sensasi enaknya hanya placebo saja, orang Guilin tetap memakan daging anjing karena menurut mereka itu budaya yang wajib mereka lestarikan.

Nah, jadi gimana, kepengen nyoba ikan fugu?

sumber gambar : Nawaya_Tango; Strangford

Baca juga :
Sejarah Angkringan, Mulai Dari Kampung Sampai Solo

Kuliner Babi Jagalan Surakarta : Variatif dan Enak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini