Waktu Baca: 3 menit

Jalan jalan ke Dekso menjadi suatu pengalaman yang menarik. Dekso yang masih masuk daerah Kalibawang adalah kota kecil yang masih asri. Banyak areal persawahan luas. Di sana kita bisa melihat pemandangan yang hijau dan masih alami. Banyak burung blekok dan bangau beterbangan mencari makan dengan mengais ngais genangan di sawah. Biasanya mereka memakan hewan hewan kecil seperti keong dan ikan kecil. Tidak banyak bangunan di sini walau sudah mulai ada café café yang berdiri untuk memanfaatkan udara sejuk dan pemandangan indah Dekso, salah satunya adalah Teras Menoreh.

Kedai Kopi Sederhana

Teras-Menoreh

Teras Menoreh cukup sederhana dibandingkan dengan café café lain di sekitar Dekso. Namun, kesederhanaan itu bukan berarti jelek. Bangunannya dibuat dari kayu jati, bar nya tak terlalu riweh dan angin sepoi sepoi menyelinap melalui celah celah ventilasi dan ruang terbuka yang sengaja dibuat untuk menyenangkan pengunjung. Untuk pilihan menu, kopi di Teras Menoreh menyajikan kopi susu, latte dan berbagai minuman serta snack lainnya.

“Biji kopinya asli dari daerah sini mas,” ujar barista menjelaskan.

Kopi yang tersedia adalah robusta. Meski dari daerah Dekso itu, tapi proses roastingnya dilakukan di Muntilan. Entah kenapa.

Mencicipi kopi di Dekso ini menyenangkan. Kopinya ringan, tidak asam dan masuk ke semua jenis pecinta kopi. Agar pengunjung betah, pengelola menyediakan board game sederhana untuk dimainkan bersama teman teman. Suasananya sungguh asri.

Nilai Lebih Kearifan Lokal

teras-menoreh

Teras Menoreh mampu tampil maksimal dan menyatu dengan alam Dekso. Bangunannya tidak lebay dan menu menunya relatif cocok dengan semua lidah. Ternyata, pemilik Teras Menoreh ini sendiri memang putra daerah. Ia berkeinginan untuk mengembangkan bisnis dan geliat kehidupan di Dekso. Maka dari itulah, ia bisa memaksimalkan bangunan café dan hidangan dengan maksimal.

“Tempat ini buka sejak akhir lebaran kemarin dan alhamdulilah selalu diminati pengunjung,” ujar barista yang saya ajak ngobrol.

Nyaman Berkumpul di Teras Menoreh

Saya menghabiskan waktu berjam jam di Teras Menoreh. Ya, saya senang sekali dengan suasana Teras Menoreh. Meski pengunjung lalu lalang datang, tapi rasanya Teras Menoreh tetap nyaman untuk digunakan ngobrol dan bersantai. Tidak terasa sumpek sama sekali. Ini mungkin salah satu nilai lebih Teras Menoreh yang didesain cukup baik sehingga cukup ada space space privat bagi kelompok orang yang nongkrong dan berkumpul di sana.

Sambil menyeruput kopi. Sesekali saya memperhatikan burung blekok dan bangau yang lewat. Saya coba mengambil gambar, tapi sulit sekali. Burung burung ini konon cukup sensitif dengan kehadiran manusia. Ah, akhirnya saya menyerah dan memilih duduk duduk saja sambil menikmati kehadiran aktivitas mereka dengan mata sendiri.

teras menoreh

Balik lagi?

Wah kepengen saya. Untuk lokasi, cafe sebenarnya tidak sulit untuk dijangkau. Lokasinya di tepi jalan besar dan ada area parkir yang memuat tiga sampai empat mobil. Waktu paling enak untuk berkunjung ke tempat ini adalah sore hari menjelang malam. Anda bisa menyambangi tempat ini pada pukul tiga sore hingga lima sore. Saat itu suasana biasanya sejuk dan agak agak mendung. Pemandangan juga masih terlihat jelas. Cocok untuk bersantai dan menghabiskan waktu bersama kerabat.

Baca juga :

Kisah Antique Coffee : Guru Mendadak Barista

Marisini Coffe, Melepaskan Penat, Mendatangkan Nikmat

Jogja Menjadi Tuan Rumah Kopinya Piyu Yang Pertama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here