Waktu Baca: 3 menit

Anjing biasa kita kenal sebagai hewan peliharaan, istilah kerennya “Man best friend”. Sayangnya, walaupun anjing sahabat terbaik manusia, di beberapa tempat anjing tidak hanya hewan peliharaan, tapi juga masuk sebagai menu makanan. Kebiasaan memakan daging anjing adalah hal umum di berbagai negara. Sebut saja negara-negara di Asia seperti China, Vietnam, Korea, Indonesia, Filipina, juga negara lainnya seperti India, Congo, Ghana, dan beberapa negara lainnya juga masih memiliki kebiasaan ini. Di Indonesia sendiri, masih kita temui tempat yang menjual daging anjing. Kalau di Jogja, biasa anjing mendapat label “sengsu”, singkatan dari tongseng asu (‘asu’ bahasa Jawa kasar untuk anjing). Ada juga yang menyamarkannya dengan nama “tongseng jamu”. Alasan orang-orang memakan anjing beragam, mulai dari alasan tradisi, pengobatan, ketidakmampuan mendapatkan jenis daging lainnya, atau bahkan hanya karena menikmati “cita rasa”nya saja. Padahal ada bahaya daging anjing yang mengintip dari kebiasaan ini.

Kontroversi Daging Anjing

bahaya daging anjing

Kebiasaan memakan daging anjing ini banyak menimbulkan kontroversi. Tentu saja untuk para pecinta anjing dan pecinta binatang kebiasaan ini mengerikan. Mereka menganggap anjing sebagai hewan peliharaan tidak selayaknya untuk menjadi bahan konsumsi. Tetapi pertentangan datang karena menganggap memakan daging anjing sudah bagian dari suatu tradisi, misal di China pada Festival Daging Anjing di Yulin. Ada juga yang berdalih anjing yang digunakan memang sudah “ditangkarkan” untuk dikonsumsi.

Namun, tidak jarang daging anjing yang diperdagangkan untuk di makan ini didapat dari anjing jalanan, anjing peliharaan, atau bahkan anjing curian. Hal ini jelas memiliki resiko kesehatan yang tinggi, karena anjing jalanan atau anjing hasil curian sering berasal dari lingkungan yang tidak terawat, kotor, dan beresiko memiliki beberapa penyakit bawaan. Apa saja resiko kesehatan ketika mengkonsumsi daging anjing?

Rabies

Rabies adalah bahaya terbesar dalam mengkonsumsi daging anjing. Bahaya daging anjing dari rabies ini cukup signifikan. Rabies bisa menular pada hewan dan manusia. Penularannya dapat terjadi setelah konsumsi daging hewan yang mati karena terjangkit rabies dan melalui konsumsi daging anjing mentah.

Rabies juga ditularkan melalui luka yang terkena air liur terkontaminasi rabies atau dari gigitan hewan dengan rabies. Penyakit ini membunuh sekitar 10.000 anjing dan 350 orang pertahun di Filipina. Penyebaran rabies pada siklus konsumsi daging anjing ini bisa terjadi di semua proses, mulai dari pengadaan, perdagangan, penyembelihan, dan konsumsi.

Penelitian di Nigeria, menunjukkan bahwa rabies menjadi salah satu penyakit endemik di Nigeria. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang-orang yang terlibat langsung dalam penangkaran dan penyembelihan anjing memiliki resiko tertular rabies yang tinggi. Parahnya lagi, Sebagian besar enggak tahu nih resiko terkena rabies. Kasus lain juga terjadi di Vietnam, dimana 20% anjing di rumah pemotongan hewan di di Hoai Duc, Vietnam ditemukan mengidap rabies. Tahun sebelumnya, tercatat adanya wabah rabies dengan sekitar 30 persen kematian disebabkan oleh pembantaian anjing untuk diambil dagingnya.

Infeksi bakteri dan parasit

Memakan daging anjing juga beresiko untuk terinfeksi parasit berbahaya seperti E. Coli 107 dan salmonella. Ada juga kemungkinan untuk terinfeksi bakteri jenis lain seperti antraks, brucellosis, hepatitis, dan leptospirosis.

Penelitian di Tiongkok juga menunjukkan adanya wabah Trichinella pada manusia akibat memakan daging anjing. Wabah ini tercatat pertama kali pada tahun 1974. Parasit Trichinellosis menular dengan mudah dari anjing ke manusia melalui konsumsi daging anjing yang terinfeksi. Parasit ini memiliki larva yang tahan suhu dingin (pembekuan). Apabila masuk ke tubuh manusia dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan pendarahan di dasar kuku dan mata, serta kelemahan otot yang parah.

Daging Tanpa Nutrisi (?)

Ternyata banyak juga ya resiko kesehatan jika mengkonsumsi daging anjing. Walaupun banyak orang yang mengkonsumsinya karena dianggap “obat” atau “jamu”, nyatanya belum ada bukti ilmiah yang meneliti kandungan nutrisi dalam daging anjing. Belum ada penelitian yang membuktikan manfaat dari daging anjing. Artikel jurnal lebih banyak membahas mengenai kontroversi mengkonsumsi daging anjing.

Yang lebih buruk lagi, kandungan garam di daging anjing sangat tinggi. Setiap 100 gram daging anjing mengandung 1,06 mg Natrium. Padahal, WHO menyatakan bahwa konsumsi harian Natrium harusnya tidak lebih dari 2 mg.

Hingga hari ini, atas nama kebebasan, masih banyak orang memakan daging anjing. Namun jujur saja, isu daging anjing tak lagi sesederhana masalah kebebasan konsumsi namun juga nyawa. Amat sayang jika nyawa melayang hanya karena menuruti keinginan konsumsi daging yang tidak aman.

Editor : Ardi Pramono

Baca juga :
Manusia Serakah Harimau Jadi Tumbal!

Eksploitasi Orang Utan Dalam Cerpen “Bulu Bergincu”

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini