Waktu Baca: 3 menit

Di edisi khusus burger ini, saya tidak menyerah untuk mencari burger yang lebih murah lagi dari burger Nenok. Nah, ternyata saya menemukannya berkat bantuan seorang netizen misterius. Misterius karena saya gak kenal. Mau kenalan belum ada waktu. Tapi gak pa pa, saya senang begitu mendapat informasi adanya burger termurah di Magelang ada tepatnya di daerah Borobudur tepatnya dekat POM Bensin Jalan Syailendra. Kiri jalan, cukup maju sedikit, anda akan menemukan burger termurah di Borobudur. Tanpa keju, harga burger ini dibanderol mulai dari tujuh ribu rupiah saja!

Saya langsung nanya, “Pattynya bikin sendiri?”

Si empunya usaha langsung menjawab, “rotinya saja saya bikin sendiri!”

Wak-Waw.

Berawal Dari Rengekan Anak

burger termurah di Magelang

Pemilik dari Burger Syailendra ini, Dita, mendapat ide usahanya karena lelah mendengar rengekan anaknya untuk membeli burger. Burger yang diminta memang ‘Mister Burger’ yang harganya sebenarnya tidak terlalu mahal. Namun, si anak ini selalu meminta dua potong burger sekali makan. Waduh, apa gak bikin bangkrut itu?

Namun, berhubung Mbak Dita ini cukup bijak, ia tidak mau menangisi nasib (halah!). Iapun memutuskan membuat burger sendiri. Menurutnya dengan membuat burger sendiri, biaya yang keluar jauh lebih murah. Tidak hanya itu saja, tak lama ia kepikiran untuk jualan sekalian.

“Ya, itung itung menambah penghasilan,” katanya.

Dari sinilah lahir burger termurah di Magelang.

Harga Murah biar viral?

burger termurah di Magelang

Saya bertanya padanya, mbak Dita kenapa harga burger di sini bisa murah sekali? Bahkan secara tidak resmi menjadi burger termurah di Magelang. Tujuh ribu rupiah lho dengan patty dan roti yang dibuat sendiri. Ia lalu menjelaskan bahwa ia tidak ada maksud untuk membuat usahanya viral atau memecahkan rekor burger termurah di Borobudur.

“Ya, ini kan untuk anak anak, jangan terlalu mahal lah,” katanya menjelaskan.

Ia lalu mengatakan bahwa ia sebenarnya sempat menjual burger dengan harga lima ribu rupiah saja. Namun karena adanya kenaikan bahan baku, iapun berusaha lebih realistis dan menaikkan harga burgernya. Cuman ya harganya tetap saja murah banget. Penyesuaian yang ada mungkin di bahan daging yang menggunakan daging ayam ketimbang sapi misalnya. Cuma secara umum, rasa burger ini bolehlah beradu dengan burger burger lain yang lebih mahal.

Mayonese yang Mbak Dita gunakan juga Mayonese premium. Tanpa menyebut merk, ini salah satu mayonese keluaran Korea Selatan yang sering saya gunakan juga. Jadi, dedikasi Mbak Dita untuk menghadirkan panganan murah tapi tetap berkualitas bolehlah kita apresiasi.

 

Ada Kebab Juga

Ya, ternyata Mbak Dita juga tidak berhenti berinovasi. Ia menciptakan kebab versi murah dengan daging ayam. Soal rasa juga okelaah. Kebab versi Mbak Dita ini bukan kebab yang sering kita temui di kota besar, tapi kebab ini tetap lezat. Memang, sedari awal misinya Mbak Dita menyenangkan anak anak. Ya, ia memahami kondisi anak anak yang budjetnya cekak tapi ya kepengen merasakan makanan makanan yang masuk kategori premium. Menurut Mbak Dita inilah usaha terbaik yang bisa ia lakukan.

Baginya, menyenangkan sekali melihat anak anak makan dengan lahap dan mampu membeli makanan kesukaan mereka tanpa merengek ke orang tua.

“Supaya mereka tambah senang, banyak inovasi yang saya coba. Misalnya warna roti burger yang saya bikin berwarna warni,” kata Mbak Dita. Wah, kayak Krabby Patty dong! He..he..

Jujur, memang jadi pengalaman lucu juga melihat burger yang tampil dengan warna hitam, merah dan hijau. Kayak lampu lalu lintas kan jadinya J Mbak Dita sendiri mengaku, anak anak banyak yang menikmati waktu saat memilih warna untuk burgernya. Hal hal sederhana kayak gini ternyata meninggalkan kesan mendalam.

Bagi kamu yang ingin membantu  Mbak Dita terus menyenangkan hati anak anak, jangan lupa mampir beli burger ini. Lokasinya setelah POM Bensin Jalan Syailendra dan perempatan Kujon. Burgernya enak dan cocoklah jadi santapan setelah capek sepedaan keliling area pemukiman dekat Borobudur.

Baca juga :
Teras Menoreh, Sederhana tapi Memorable

Kisah Antique Coffee, Guru Mendadak Barista

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini