Waktu Baca: 3 menit

Dota 2 merupakan game yang bisa membuatmu menghilangkan stress, maupun bisa membuatmu stress karena game itu sendiri. Bisa membuatmu bersenang – senang dengan temanmu, atau bisa merusak pertemananmu. Namun pada akhirnya, kita para pemain Dota 2 akan bersama lagi. Bermain Bersama dan terkadang tidak peduli dengan kehidupan sendiri. Menghabiskan waktu berjam – jam tiap harinya, dan terkadang menghabiskan uang yang tidak sedikit yang sesungguhnya tidak mempengaruhi cara bermainmu.

Review nyeleneh namun apa adanya

Kamu bisa lihat review – review yang ada di game Steam. Game platform besutan valve yang juga menciptakan dota 2. Pahit dan menggelitik yang dibarengi dengan kenyataan yang ada. Review di DOTA 2 kebanyakan seolah – olah mereka telah menjual jiwa mereka. Mereka tidak peduli dengan kehidupan mereka. Ada yang menganalogikan DOTA 2 dengan rokok. Jika kamu tidak pernah merokok, maka janganlah merokok sekalipun. Namun jika sudah terlajur merokok, maka sangat susah untuk berhenti merokok. Ada yang bilang dia melewatkan kehidupan nyata mereka hanya demi DOTA 2. Mereka sadar tidak mendapatkan apa – apa namun mereka tetap memainkannya. Bahkan bisa dibilang DOTA 2 ini seperti mengandung magis pelet ya hahaha…. Namun percayalah sekali anda bermain dan menyukai game ini, tidak mudah untuk berhenti memainkannya secara total.

Candunya melampaui batas

Dulu saat waktu kuliah, saya rela jam hidup saya terbalik demi memainkan game ini. Bangun pagi siang, main malam sampe jam 1 – 3an pagi dan tidur setelah subuh. Bermain di game warnet dan memesan paketan malam. Saya akui dulu saya memang khilafnya keblablasan. Namun orang – orang seperti saya itu tidak sedikit lo. Saya sendiri bisa bermain dengan teman – teman kampus saya. Bahkan saya pernah melihat ada orang yang saat main dan ketiduran pada saat tengah permainan. Saking ngantuknya namun hasrat ingin bermain tetap besar. Saya terkadang juga seperti itu sih. Disaat teman – teman saya masih kuat melek, saya terkadang ketiduran sembari tangan saya berada di atas keyboard dan tetap memegang mouse. Sulit dipercaya memang, namun itu memang kejadian.

Bermain game memang paling menyenangkan bersama teman – teman kita. Namun juga, bisa menjadi mimpi buruk jika teman anda sangat ambisius dan serius saat bermain. Jika melakukan kesalahan, sudah biasa jika ada “hairdryer treatment” ala pelatih sepak bola legendaris Sir Alex Ferguson. Bagi yang belum tahu, “hairdryer treatment” itu ketika Sir Alex Ferguson memarahi bahkan tanpa segan mencaci pemainnya ketika mereka bermain buruk. Terlepas dari itu semua, saya dan teman – teman saya pun tetap memisahkan urusan game dengan lain. Jadi marahnya saat di game doang. Ya walaupun kalo kalah terus mental juga ikut kena hahaha……

Berhenti pun tetap mengikuti perkembangan DOTA 2

Saya sendiri sebenarnya sudah tidak sering bermain game ini. Bahkan sudah dikatakan jarang. Disamping pekerjaan dan juga teman – teman saya yang sudah banyak pensiun dari game ini. Walaupun sudah jarang bermain, namun saya masih rajin mengikuti perkembangan DOTA 2. Begitu juga dengan teman – teman saya dan orang – orang di luar sana. Menonton turnamen – turnamen resmi secara live, menonton streamer bermain, dan melihat – lihat update game yang ada. Sangat seru menurut saya, terkadang saya menonton pertandingan bareng dengan teman – teman saya sembari mengomentari dan menganalisis jalannya pertandingan. Bahkan berita terbaru ini, ada dua orang Indonesia yang ikut berpartisipasi di ajang The International, turnamen terbesar di DOTA 2. Mereka adalah Kenny Deo dan Matthew Filemon. Mereka berhasil mengantongi 1 juta dollar US atau 14 milyar Rupiah lebih.

Racun karena bisa membuatmu lupa dengan kehidupan nyata. Benci dengan game ini karena selalu kalah. Menjadi penawar karena bisa melupakan urusan – urusan yang membebanimu. Cinta karena game itu sendiri. Saya sudah bermain game ini sejak saya SMP. Mulai dari DOTA pertama yang hanyalah sebuah mini game yang ada di game Warcraft sampai di akusisi oleh Valve dan menjadi salah satu game yang mempengaruhi kehidupan saya. Sudah hampir 14 tahun saya mengarungi game ini. Banyak cerita yang bisa disampaikan kepada orang – orang yang baru saya kenal dan mengerti tentang DOTA. Bisa menghabiskan berjam – jam hanya membahas DOTA dan masa lalu saat bermain game ini.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini