Waktu Baca: 2 menit

Mungkin banyak dari kalian yang tidak menyadari bahwa hewan juga memiliki hak. Kayaknya aneh ya? Kita nggak nyangka mereka punya hak. Tenang, nyatanya kamu itu sadar enggak sadar, sudah pernah membela mereka lho termasuk hak haknya. Contohnya saat rame kasus penembakan kucing liar oleh oknum manusia. Tapi tentu kita belum mengerti hak hewan itu apa secara jelas. Gak usah merasa minder karena konsep hak hewan memang belum serame itu dibahas di Indonesia. Alasannya ya karena manusia saja masih bisa kehilangan haknya aja banyak yang belum terpenuhi.

Nah, mengingat 15 Oktober ini merupakan peringatan Declaration of Animal Rights, tidak ada salahnya kita berkenalan dengan hak hewan.

Karena Ada Hak Asasi Manusia

Yes, tahun 1940an sudah mulai ada pembahasan mengenai hak asasi manusia. Perbincangan mengenai hak asasi manusia ini berujung pada Universal Declaration of Human Rights. Memang, deklarasi ini tidak mengikat secara hukum, akan tetapi deklarasi ini membuktikan eksistensi dari hak asasi manusia. Jadi, kebijakan kayak Hitler yang bunuh bunuhin orang Yahudi itu sudah gak etis untuk dilakukan oleh negara. Nah, karena ada hak manusia, maka tidak heran ada perbincangan mengenai hak hewan. Beberapa orang mulai merasa bahwa mereka mereka yang berkaki empat juga harus mendapat penghargaaan nih. Apalagi ternyata, banyak filsuf sudah membicarakan masalah ini di abad ke 18! Ya, ternyata sudah banyak perbincangannya saudara saudara.

Awal pemikiran isu ini jika dirunut balik dimulai dari filsuf abad 18 Jeremy Bentham. Menurut Jeremy Bentham, seorang filsuf Inggris, jika sesuatu bisa merasakan sakit dan kesenangan, maka ‘sesuatu’ itu tidak relevan jika tidak disamakan dengan manusia. Disamakan artinya, mereka juga punya hak yang sama seperti yang dimiliki manusia. Di dekade sesudah Bentham membicarakan hak hewan, muncullah pemikiran dari filsuf Prancis, Andre Geraud isu ini. Ia bahkan sampai mengarang buku soal masalah ini. Ia memperkenalkan ide kodifikasi hak hak hewan dengan tiga prinsip utama : Hewan harus bahagia, hewan tidak boleh mengalami penderitaan yang tidak perlu dan hewan punya hak untuk memiliki kehidupan yang layak dan memuaskan mereka.

Di Inggris juga muncul orang yang meneruskan pemikiran Bentham yaitu Henry Stephens Salt yang mengatakan bahwa derajat manusia tidak bisa kita anggap langsung lebih tinggi dari hewan hanya karena subyektivitas kita.

Hak Asasi Hewan Dideklarasikan

Pada tahun 1978, akhirnya isu ini mendapat panggung di UNESCO dan resmi menjadi deklarasi bersama. Deklarasi ini memang tidak mengikat secara hukum namun menunjukkan bahwa mahluk mahluk selain manusia juga mendapat pengakuan. Keberadaan hak asasi hewan ini membuka peluang adanya gerakan maupun organisasi yang bergerak untuk melindungi hewan dari penyiksaan dan ketidakadilan.

Meskipun begitu, deklarasi ini tidak lepas dari kritik. Beberapa kecewa karena tidak ada organisasi internasional yang mengadopsi atau meratifikasi deklarasi ini sebagai ‘hukum resmi’. Ya, pengakuan yang ada sebatas sebagai kode etik saja.

Selain itu kalangan vegetarian merasa terganggu karena di pasal 1 menyebut bahwa hewan memiliki hak dan keseteraan dengan manusia, namun di pasal 9 manusia mendapat izin untuk membunuh hewan untuk makanan. Mereka menganggap pemilihan kata dan wording dari deklarasi ini harus mendapatkan perbaikan.

Mencintai Hewan Dengan Layak

Di dunia modern, sayangnya, penyiksaan pada hewan masih terjadi. Khusus hari ini, kami akan menampilkan beberapa artikel mengenai isu ini agar teman teman bisa semakin mengerti permasalahan ini seperti  apa. Ini adalah isu penting namun seringkali menjadi nomor dua, padahal menyayangi hewan banyak mendapat porsi pengajaran besar di berbagai agama.

Sayang, masih banyak manusia yang dengan enak membunuh dan menyiksa hewan untuk kesenangan sesaat. Semoga hal hal ini tidak terulang di masa depan.

Gambar oleh : Jorge Maya

Baca juga :
Manusia Serakah Harimau Jadi Tumbal

Mencoba Vegan Gara Gara Jeffrey Fortunate Coffee

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini