Waktu Baca: 3 menit

Setelah membuka Kopinya Piyu yang pertama, Piyu dan rekan tancap gas untuk memutuskan membuka gerai Kopinya Piyu yang kedua di Turi. Kali ini, Kopinya Piyu hadir dengan konsep yang berbeda. Ya, Kopinya Piyu Turi memiliki konsep cafe yang lebih luas dengan sajian live music yang membuat suasana ngobrol dan nongkrong makin seru. Apalagi view dari Kopinya Piyu Turi ini sangat cantik dengan hamparan sawah hijau dan nuansa alam nan sejuk.

Alasan Piyu Bikin Kopinya Piyu Turi

Kopinya Piyu Turi

Bicara soal bisnis kuliner, banyak yang heran dengan Piyu Padi ini. Tidak sedikit yang bertanya, kok Piyu makin berani dengan bisnis kulinernya? Ya sebelumnya Piyu sempat menggemparkan dengan Crab Daddy yang menjual sajian serba kepiting.

Kini Piyu yang besar bersama Padi ini lebih hebat lagi dengan meluncurkan cafe kekinian yang bahkan jauh lebih besar dari sebelumnya. Sebenarnya apa yang menjadi dasar bagi seorang Piyu untuk menghajar dunia kuliner ketika namanya lebih besar di dunia musik?

“Aku itu hobinya masak, hobi kuliner. Di perkembangannya ternyata aku nyoba eksplor di kopi, dari situ aku kepikiran buat bikin sebuah produk kopi karena nggak bisa dipungkiri kalau ngeband, bikin lagu, untuk ngobrol tentang politik, bisnis, pasti nggak jauh dari kopi. Jadi aku pikir kopi itu di mana aja dan orang bisa mengakses dengan gampang”, ujar Piyu.

“Aku juga pengen bikin sesuatu yang sustainable, bukan cuma lagu tapi juga kuliner. Akhirnya aku mencoba bikin menu-menu di sini sesuai dengan judul-judul lagu seperti Kopi Menanti Sebuah Jawaban (Kopi Gula Aren), Sang Penghibur (Non-Coffe seperti soda gembira) yang akhirnya aku patenin sampai aku ketemu orang-orang yang bisa aku percaya untuk bekerja sama”, tambahnya.

Piyu dan Kecintaannya Pada Jogja

Kopinya Piyu Turi

Kalau melihat domisili, Piyu berasal dari Jakarta. Kampungnyapun Surabaya. Eh namun ia malah semangat untuk membuka bisnis di Jogja. Ya seperti Kopinya Piyu Turi ini. Apakah Piyu memang memiliki hubungan spesial dengan Jogja? Mendapat pertanyaan seperti ini Piyu langsung menjawab dengan semangat.

Menurutnya, bukan tanpa pertimbangan ia membuka Kopinya Piyu di Yogyakarta. Meskipun terkesan memiliki banyak saingan di bisnis kafe Yogyakarta, tapi Piyu yakin Jogja selalu berpihak padanya. Setelah Kopinya Piyu Jakal cukup berhasil. Kini ia ingin bermesraan lagi dengan Jogja lewat Kopinya Piyu Turi.

Diakui oleh gitaris kawakan ini, ia tidak hanya mencari rezeki. Piyu juga ingin menjadi bagian yang lebih penting dengan Yogyakarta. Di kota ini, Piyu berkolaborasi dengan berbagai pihak, bahkan pihak yang tidak ada hubungannya dengan dunia kuliner.

Salah satu aksinya adalah dengan mengembangkan dunia e-sport. Dalam hal ini, pihak yang Piyu ajak adalah Raftel E-Sport. Bersama Raftel E-Sport, Piyu mengadakan kompetisi bertajuk Piyu Battle Ground. Kompetisi ini mengusung platform PUBG.

“Kalau ada wadah buat kita nongkrong, kolaborasi bareng itu kan enak. Makanya Yogyakarta bukan hanya sebagai tempat bisnis tapi juga silahturahmi. Bisnis memang aku akui untuk mencari untung. Tapi, di sini  bukan hanya soal mencari keuntungan, kita juga  memberikan wadah kepada teman-teman yang lain untuk ikut berkembang. Untuk silahturahmi juga. Kalau hanya untung ya jelas ini pasti untung”, ucap Piyu.

Soal Kopinya Turi Dan Pemilihan Tempat

Kopinya Piyu Turi

Kembali lagi ke soal kopi, pemilihan Turi sebagai lokasi Kopinya Piyu menjadi pertanyaan. Ya, karena Turi tidak berada di tengah kota. Namun, Piyu sendiri mengaku menyukai Turi karena memiliki lahan yang lebih luas dengan suasana alamnya. Bukan berarti Piyu akan meletakkan Kopinya Piyu di pinggir pinggir kota semata ya kawan kawan.

Untuk ke depannya, Piyu menargetkan ada sepuluh gerai yang akan dibuka. Bukan hanya di Yogyakarta namun akan diperluas juga ke daerah luar Yogyakarta seperti Klaten, dan Solo.

“Kita akan buka sepuluh gerai, salah satunya bekerja sama dengan Amikom yang jelas launchingnya akan menunggu pembelajaran tatap muka dimulai. Kita akan merambah juga ke Klaten lalu Solo. Saya memilih untuk ke area Solo karena Ibu saya asli Solo” ungkap Piyu.

Oke deh, boleh boleh, jadi kita punya banyak pilihan untuk menyantap Kopinya Piyu yaa…

Terakhir nih Mas Piyu, Apa alasan terbesar untuk datang ke Kopinya Piyu?

“Kalau pengen ngerasain lagu Menanti sebuah jawaban di sebuah kopi bisa langsung menikmati di Kopinya Piyu” canda Piyu menutup pembicaraan di sore nan asyk.

Baca juga:

Eksklusif Piyu Padi : Legenda Musik Yang Menjajal Bisnis Kuliner

Jogja Menjadi Tuan Rumah Kopinya Piyu Yang Pertama

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini