Waktu Baca: 2 menit

Los Angeles pada tahun 1871 bukanlah kota yang ramai. Di seluruh kota hanya ada enam staff polisi yang mengurusi hamper 6 ribu warga. Saat itu, populasi warga Tionghoa hanya ada sekitar 172 orang. Namun, bukan berarti 172 orang ini hidup dalam situasi damai. Sebaliknya, perang antar geng adalah hal yang umum terjadi terutama di Negro Alley, tempat tinggal pada imigran Tionghoa. Tak dinyana, pertengkaran antara warga Tionghoa ini berujung pada pembantaian Tionghoa Los Angeles 1871.

Bermula Dari Seorang Perempuan

Tersebutlah seorang perempuan cantik keturunan Tionghoa bernama Ya Hit. Suatu saat Ya Hit diculik dan dirampok oleh sekelompok orang. Ya Hit kemudian malah dituduh merampok sejumlah perhiasan. Tidak heran banyak orang tidak membela Ya Hit karena ia dicurigai sebagai prostitusi. Saat itu jamak warga Tionghoa yang sudah menikah ‘nyambi’ jadi PSK. Beruntung, Ya Hit diselamatkan oleh salah satu kubu mafia Tiongkok saat itu, Sam Yeun. Ketika Sam Yeun membebaskan Ya Hit, ia menjadikan Ya Hit sebagai miliknya. Hal ini menimbulkan kemarahan pada Yo Hing yang memiliki hubungan dengan Ya Hit. Masalah ini lalu makin meruncing sehingga berujung pada konflik senjata di Negro Alley.

Dalam kejadian penembakan di Negro Alley, salah seorang warga kulit putih yang sudah cukup berumur, Robert Thompson meninggal karena ikut tertembak. Saat itu juga, seorang pemuda keturunan Latino, Jose Mendible juga terkena luka tembakan di kaki dan seorang pria kulit putih bernama Joe tertembak di  bagian pinggang.

Kemarahan Bersama

pembantaian Tionghoa Los Angeles

Pada saat itu, Los Angeles sedang mengalami tensi panas karena imigran Tiongkok mendapat cap tidak dapat beradaptasi dan menimbulkan kekacauan. Media juga sering melakukan pemberitaan yang menohok sehingga membuat situasi semakin keruh. Perang geng antara Yo Hing dan Sam Yeun menjadi pemicu keras terjadinya konflik rasial. Saat itulah sekelompok pria kulit putih dan Latino yang ingin balas dendam membantai orang orang Tiong Hoa di Negro Alley.

Ironisnya, hanya satu korban dari pembantaian itu, yaitu Ah Coy yang terlibat dalam konflik asli yang menewaskan Robert Thompson. Sisanya adalah orang orang yang sebenarnya tidak paham dengan konflik konflik yang terjadi. Bahkan, salah satu korban adalah dokter ternama bernama Gene Tung. Gene Tung tidak hanya mengalami pembunuhan. Ia juga mengalami perampokan dan salah satu jarinya dipotong karena ada yang berusaha mencuri cincin miliknya.

Paska Tragedi

Paska tragedi ini, Yo Hing kabur dari Los Angeles bersama komplotannya. Menurut beberapa sumber, Yo Hing dan kawan kawannya sudah mengetahui akan adanya pembantaian dan memilih untuk mengamankan diri sebelum menjadi korban.

Sementara itu, meski pembantaian yang menewaskan sembilan belas orang ini sempat menjadi berita nasional, namun perlahan kasus pembantaian ini menghilang dari ingatan publik. Bahkan sebaliknya, narasi yang menyudutkan kaum Tionghoa justru menguat.

Los Angeles Hari Ini

Los Angeles berubah menjadi kota modern metropolitan. Kini, banyak penduduknya merupakan imigran dari Tiongkok. Mereka bekerja sebagai akuntan dan sektor bisnis lainnya. Keajaiban ekonomi Tiongkok meningkatkan jumlah migran Tionghoa di Amerika Serikat secara masif. Banyak keturunan Tionghoa tidak mengetahui kisah pembantaian Tionghoa Los Angeles. Ya, bahkan saat ramai tagar #stopasianhate, tidak ada pembicaraan mengenai kejadian pembantaian ini. Ironis karena pembantaian Tionghoa Los Angeles terjadi tepat di pusat para influencer berasal.  Kejadian yang terjadi tepat pada 24 Oktober ini menjadi catatan kecil dari permasalahan permasalahan rasial di negeri Paman Sam.

Baca juga :
Perebutan Kompleks Candi Yang Memakan Korban

Kunjungan Yang Berbahaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini