Waktu Baca: 2 menit

Trick or treat! Kata tersebut sudah tidak asing di telinga kita. Kata tersebut juga yang menjadi ciri khas ketika cara Halloween berlangsung. Halloween tepatnya berlangsung tanggal 31 Oktober, sebagai hari yang identik dengan hal yang berbau horror dan menakutkan. Namun ada sejarah yang cukup panjang asal – usul mengenai sejarah Halloween ini.

Berasal dari Celtic

Melansir dari laman History, sejarah Halloween bermula pada festival Samhain (dibaca sow-in). bangsa Celtic yang hidup dua ribu tahun yang lalu, merayakan tahun baru pada tanggal satu November. Hari tersebut sebagai penanda akhir musim panas menuju musim dingin. Seringkali masa ini merupakan masa yang mitosnya adalah masa peralihan kehidupan dan kematian.

Bangsa Celtic percaya bahwa malam sebelum dimulainya tahun baru, hubungan dunia antara orang hidup dan mati menjadi satu. Maka pada tanggal 31 Oktober mereka mengadakan festival Samhain, yang dipercaya dapat membuat manusia – manusia di dunia kematian dapat meninggalkan bumi.

Selama acara berlangsung, dukun – dukun bangsa Celtic membangun api unggun yang sangat besar, saat itu masyarakat mengumpulkan tulang belulang dan hewan sebagai kurban untuk dewa Celtic. Selama acara berlangsung juga, bangsa Celtic menggunakan kostum yang berasal dari kepala dan kulit hewan supaya hantu – hantu yang berkeliaran tidak mengganggu mereka.

Hal tersebut yang menyebabkan festival Samhain terkenal sebagai festival yang menyeramkan. Namun di sisi lain, festival Samhain justru mendapat kesan baik karena dukun Celtic dapat memprediksi masa depan dan keberuntungan.

Dikembangkan oleh Bangsa Romawi

Saat bangsa Romawi menguasai teritori Celtic selama 400 tahun, tentu hal tersebut membuat festival Samhain berubah. Ada dua festival yang berasal dari bangsa Romawi yaitu festival Feralia dan Pomona yang kemudian sering berkolaborasi dengan festival Samhain.

Festival Feralia adalah festival tradisional yang diadakan akhir bulan Oktober yang memperingati meninggalnya orang mati. Festival Pomona adalah festival yang memperingati dewa Pomona, dewi pohon dan buah. Simbol dari dewi Pomona sendiri adalah apel. Maka sampai sekarang, buah apel menjadi ciri khas yang ada di festival Halloween.

Mendapatkan Pengaruh Dari Pihak Gereja

Pada abad kesembilan, pengaruh kekristenan telah mulai menyebar ke dataran Irlandia. Pada abad kesepuluh. Pihak gereja merayakan yang namanya All Souls’ Day, hari raya penghormatan untuk orang – orang yang sudah meninggal.

Hari raya All Souls’ Day juga hampir mirip dengan festival Samhain, terdapat api unggun, parade, mengenakan kostum saints (orang suci), malaikat, dan iblis. Hari raya All Souls’ Day juga seringkali mendapat sebutan All-hallows. Pada perayaan malam sebelum hari raya All Souls’ Day, yaitu festival Samhain yang biasa menjadi perayaan bangsa Celtic, mulai kita sebut dengan All-Hallows Eve dan seiring berjalannya waktu sampai sekarang bernama Halloween.

Halloween Mulai Datang ke Amerika

Hari Halloween mulanya hanya menjadi perayaan di negara Maryland dan kolonial daerah selatan. Daerah yang masih menggunakan sistem Kristen konservatif seperti negara bagian New England tidak merayakan Halloween.

Seiring berjalannya waktu, budaya dan agama antara imigran dari Eropa dan suku asli Amerika mulai saling terhubung dan melebur. Di Amerika, Halloween menjadi perayaan dengan pesta dan berbagai permainan, seperti bernyanyi, berdansa, dan menceritakan kisah seram.

Pada tahun 1815, Amerika kebanjiran dengan pendatang imigran. Lebih dari 1,5 juta penduduk irlandia datang ke Amerika. Dan tentunya para imigran dari Irlandia berperan besar dengan perkembangan Halloween di Amerika yang bisa kita kenal sampai sekarang.

Baca juga :
Squid Game Serem, Tapi Gak Akan Terjadi Di Indonesia

Film Slasher Untuk Pemula

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini