Waktu Baca: 3 menit

Di zaman pandemi covid ini, kok masih ada ya yang nggak percaya vaksin? Malah ada yang sampai ngatain vaksin itu haram? Vaksin merupakan suspensi yang berisi mikroorganisme yang sudah ilmuwan lemahkan. Tujuan vaksin adalah untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh atau imunitas terhadap suatu penyakit. Maka dari itu vaksin aman untuk manusia dan sangat berperan penting dalam merantas berbagai penyakit akibat virus, apalagi dalam masa pandemi covid ini. Nah, apakah kamu juga tahu, hari ini di tahun 1977, terdeteksi penderita smallpox alami terakhir. Jadi selama berpuluh tahun berikutnya, tidak ada lagi penderita Smallpox karena akibat alami. Kok bisa? Ya, ini ceritanya.

Small Pox V. Vaksin

Penyakit cacar (smallpox) merupakan awal mula dari penemuan vaksinasi. Penyakit menular tersebut timbul karena virus variola. Bukti fisik penyakit paling awal  ini bisa kita telusuri pada mumi Firaun Ramses V dari Mesir  yang meninggal dunia pada 1157 sebelum masehi. Pada abad ke-20, cacar bisa membunuh setidaknya 300 juta orang. Hampir dari tiga dari 10 orang yang terjangkit cacar, meninggal karena penyakit tersebut.

Sebelum vaksin kita temukan, banyak orang telah mencoba menemukan penyembuhan penyakit tersebut. Berbagai cara telah dicoba , seperti pengobatan herbal, pengobatan dingin, dan pakaian khusus. Penelitian lalu menemukan cara yang paling berhasil dalam menyembuhkan cacar tersebut, yaitu Variolasi. Sejumlah orang menjadi kebal, tetapi banyak juga yang meninggal ataupun menyebarkan penyakit lain seperti sifilis dan tuberkulosis melalui jalan darah (Riedel, 2005). Sampai pada akhirnya vaksin pertama smallpox muncul karena inisiatif seorang dokter asal Inggris, Edward Jenner. Vaksin tersebut berkembang pada tahun 1776.

Ada sebuah pedesaan penghasil susu perah yang berdekatan dengan Kota Bristol, Inggris. Banyak orang mengetahui, bahwa pekerja susu perah di desa tersebut kebal terhadap cacar. Mereka kebal cacar alami karena sebelumnya pernah terkena cacar sapi (cowpox). Dari situ Jenner menyimpulkan bahwa orang yang pernah terinfeksi cacar sapi ternyata kebal dengan penyakit cacar pada waktu itu. Pada Mei 1976 Jenner melakukan eksperimen perdana nya.

Usaha Jenner

Jenner menemukan pekerja pemerah susu, Sarah Nelms, yang sedang mengalami lesi baru cacar sapi . Jenner mengambil nanah dari pustula yang ada pada lengan dan tangan pemerah susu itu dan kemudian mencangkokkan pada lengan seorang anak bernama James Phipps yang berusi 8 tahun. Anak tersebut mengalami demam ringan dan ketidaknyamanan pada ketiaknya. James terkena cacar sapi tetapi tidak berlangsung lama dan segera sembuh.

Kemudian pada Juli 1796, Jenner melakukan pencangkokan kembali kepada James. Akan tetapi, kali ini Jenner melakukan dengan materi segar dari lesi cacar. Ternyata James sama sekali tidak mengalami penyakit cacar. Jenner menyimpulkan bahwa anak tersebut, James, telah terlindungi dengan sempurna (Gordis, 2000; Riedel, 2005).

Eksperimen tersebut terus dilanjutkan kepada beberapa tubuh manusia lain, termasuk anak Jenner. Hasil nya pun sama. Eksperimennya menemukan obat cacar dinyatakan berhasil. Jenner tercatat sebagai penemu vaksin pertama di dunia dan mendapat julukan sebagai Bapak Imunologi.

Respon keberhasilan Vaksin Smallpox

Pada 1797, Jenner melaporkan hasil eksperimen dan pengamatannya kepada Royal Society di London. Namun, hasil itu ditolak. Keberhasilan Jenner dalam menemukan vaksin cacar tersebut malah dicemooh dan dikritik. Banyak para pendeta yang mengkritik dan menyatakan bahwa mencangkokkan materi dari hewan mati kepada manusia merupakan tindakan yang tidak patut dan tidak mendapat restu Tuhan. Lebih dari itu, pada tahun 1802 muncul sebuah kartun satritis yang menggambarkan orang-orang yang telah mendapat vaksin, kepalanya berubah menjadi sapi.

Jenner mendapat pengakuan mengenai keefektifan vaksin tersebut setelah berpuluhan tahun mendapat cemoohan dan dikritik. Terdapat banyak bukti nyata bahwa vaksin yang Jenner hasilkan lebih efektif dan aman ketimbang cara sebelumnya, variolasi. Meskipun sudah mendapat pengakuan dan mendapatkan kehormatan di berbagai negara, Jenner tak mencoba sedikitpun untuk memperkaya dirinya atas penemuan vaksin.

 

Bagaimana  dengan  vaksin corona yang sekarang  sedang  berproses hingga hari ini? Apakah  bisa  berhasil seperti kisah vaksin smallpox diatas ?

Butuh proses yang panjang hingga berpuluhan tahun agar cacar dapat hilang menggunakan vaksin. Cacar berhasil kita berantas juga atas berbagai kerja ilmiah dan berbagai usaha di bidang politik, ekonomi dan sosial. Mengutip dari bbc.com, menurut pakar pakar, yang berperan penting dan nyata dalam memberantas cacar adalah kerja sama internasional. “Jika dunia bekerja sama, banyak hal yang dapat kita lakukan untuk memerangi infeksi, bisa terkait dengan program pemberantasan atau program untuk memerangi wabah,” kata Heymann.

Bisa kita simpulkan, bahwa untuk dapat memerangi wabah covid saat ini, kita membutuhkan kerja sama global. Nah, salah satu usaha yang dapat kita lakukan ya mematuhi peraturan yang dibuat pemerintah. Kita harus melancarkan vaksinasi covid ini. Jangan bilang vaksin haram lagi ya !

baca juga :
Tim Kubur Cepat Jenazah Corona : Cerita Tentang Mereka

Corona di Jepang, Sebuah Cerita Dari Anak Negeri

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini