Waktu Baca: 3 menit

Sejauh ini nggak ada konsensus universal atau adat yang bilang bahwa dalam kencan pertama, pihak cowok lah yang membayari semua biaya makannya. Entah biaya makan nya habis 50 ribu atau 5 juta sekali pun, split bill dalam kencan pertama itu sah-sah saja? Tetapi kalo pihak cowok mau membayar semua bill nya, juga boleh-boleh aja kok. Lantas di mana letak persoalannya? Nah, dasarnya adalah pola komunikasi yang tidak jelas. Dua pihak saling mengandaikan tahu sama tahu, tanpa sepakat secara jelas. Soal membayar tagihan makanan itu hal sepele, kok. Tapi kalo salah langkah, dalam sekian detik saja bisa bikin buyar rencana pedekate. Mari kita ulas.

Baca juga : Materialistis vs Realistis dalam pacaran, sama nggak sih?

Maksud dari split bill

Kita makan bareng, kamu bayar aitem yang kamu pesan, aku bayar aitem yang aku pesan. Itulah maksud dari split bill. Sebetulnya ini biasa-biasa saja, seperti kalo kita jajan di kantin sekolah sambil cari gebetan dari kelas sebelah. Tapi kenapa setelah beranjak dewasa split bill ini jadi terasa beda? Ya karena kita mulai kenal gengsi, dan tindakan traktir makan itu makin punya tujuan tertentu. Kalo waktu sekolah kita mentraktir gebetan, itu jadi tindakan yang wow. Dengan catatan, itu kalo kita punya duit. Tapi kalo pun nggak punya duit, jajan es teh berdua sambil ngobrol asyik bisa mengubah dunia makin indah.

Ketika dewasa, usaha kita untuk bisa mentraktir gebetan itu arahnya dua hal. Satu, untuk menyenangkan hati gebetan. Dua, untuk menunjukkan bahwa setidaknya secara finansial kita cukup. Jadi kalo pun mau jadian dan pacaran, setidaknya aku bisa menjamin kamu secara finansial. Begitu kira-kira asumsi kita. Tindakan-tindakan kita dalam proses pedekate itu kan sebetulnya penuh dengan simbol. Banyak sekali komunikasi terselubung.

Baca juga : Menghindari Toxic Relationship, tidak segampang itu

Jujur itu penting!

Nah, celakanya karena terlalu banyak komunikasi terselubung, bisa jadi malah tidak komunikatif. Kalo kita ingin ketemu dan nggak mampu mentraktir, ya jujur saja. Meski dalam hati tidak nyaman dan takut gagal pedekate, jujur itu jauh lebih baik. Siapa tahu kalo doi memang excited dengan kita, urusan pilihan tempat makan jadi nggak terlalu penting. Yang lebih penting ketemu dan ngobrol. Siapa tahu juga doi memang sudah siap dengan split bill, tanpa berpikir merendahkan kita. Bahkan, mungkin doi malah siap mentraktir kita. Toh nggak ada salahnya cewek mentraktir cowok, demikian pula sebaliknya. Namanya pedekate juga nggak berarti sekali doang ketemu. Bisa jadi hari ini kita yang traktir, minggu depan gantian doi yang bayar. Itu malah lebih syahdu dan romantis.

Lalu gimana kalo setelah kita jujur minta split bill dia jadi ilfeel? Justru ini lah proses seleksi. Kalo dia nggak suka dengan cara split bill, mungkin memang kita nggak masuk dalam kriteria doi, karena kita dinilai kurang oke secara finansial. Dari pihak kita, nggak papa sih. Cari yang lain aja, yang tidak menomorsatukan urusan finansial. Toh banyak juga cewek yang menganggap persoalan kemapanan finansial dalam hidup itu urusan nomor enam. Soalnya, nomor satu sampai lima itu Pancasila.

Sepakati soal pembayaran makanan, sebelum masuk resto

Ini penting banget, dan harus deal. Saat kencan pertama, siapa mau mentraktir siapa, atau kita mau split bill? Ini nantinya akan berpengaruh pada soal pilihan menu makan. Kalo doi mentraktir kita, mungkin aja kita pilih minum es teh biar nggak membebani dia, meski dia bilang kita untuk feel free to choice. Sekali lagi, beranilah berkata jujur. Jangan mengandalkan tahu-sama-tahu, jangan pula mengasumsikan kebiasaan. Nah, gimana caranya untuk bertanya soal kesepakatan pembayaran? Bilang aja, ‘Emm…. kalo kita bayar masing-masing gimana?’ Kalo doi bilang ‘ya’, artinya doi orang yang adil dan demokratis. Kalo doi bilang ‘hari ini kamu yang bayarin, besok kalo kita makan bareng aku yang bayarin deh’. Nah ini kode bahwa ada harapan, besok kita bisa ketemu lagi. Tapi kalo doi bilang ‘terserah’, jangan bingung. Ya udah, ambil keputusan, pilih split bill aja.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini