Waktu Baca: 3 menit

Jaman sekarang, semua sudah serba instan. Salah satunya adalah urusan makan. Sebelum ada teknologi aplikasi pesan makan, kalo kita lapar ya harus masak.  Atau kalau ada warung makan, kita harus pergi ke warung makan untuk membeli secara langsung. Tapi hari gini, dengan pencet-pencet lanyar handphone aja, makanan sudah bisa sampai ke depan kita. Inilah kemudahan yang ditawarkan dengan adanya pemesanan makanan online. Eits, tapi jangan sampai kemudahan ini bikin kamu jadi customer yang nggak pakai akhlak ketika pesan makan secara online. Banyak permasalahan dan kasus yang terjadi cuma gara-gara customer nggak ada akhlak pesan makan online. 

Pesanlah sebelum kamu lapar

Ada satu kesalahan klise yang sering terjadi saat kamu pesan makanan online. Niatnya mau pesan makan online, tapi kondisinya udah keburu lapar. Alhasil, menunggu 15 rasanya jadi lama sekali, karena kamu menunggu sesuatu yang tidak bisa terlihat secara langsung. Efeknya, saat menunggu kamu jadi sulit bersabar, lebih cemas, dan gampang emosi. Padahal kita tahu pesan makanan secara online ini butuh beberapa tahap sampai makanan kita datang di depan rumah. Mulai dari pilih-pilih makanannya, memasukkan order ke aplikasi, driver ojek ambil pesanan kita, proses antri pesanan di resto, pengantaran makanan, sampai akhirnya makanan bisa sampai ke depan pintu rumah kita dengan selamat.

Nah bayangin aja kalo kamu pesen makan pas kamu benar-benar lapar, atau waktu pemesanannya itu mepet dengan durasi jam istirahat makan siangmu. Proses pemesanan makan yang sebenernya biasa aja, bakal berubah rasa jadi penantian yang super panjang kalo perut udah mulai keroncongan. Maka dari itu, kalo emang sudah niat mau pesan makan siang lewat aplikasi online, pastikan kamu pesan sebelum jam makan siang kamu dimulai. Pesanlah makan sebelum kamu merasa lapar, biar enggak nunggu sambil uring-uringan. Terus kalo emang pesen pas laper gimana min? Ya tetap harus menunggu, dong. Proses order makanan online tidak akan berubah jadi makin cepat hanya karena kamu merasa makin kelaparan. Bahkan kamu memaksa abang driver ojeknya untuk mempercepat pun tidak akan membuat nomor antreanmu didahulukan. 

Pertimbangkan keramaian resto

Baru-baru ini, ada kasus kerusuhan antara ojek online dengan salah satu resto mie yang terkenal dengan antriannya yang emang selalu panjang. Entah itu antrian order makan online atau antrian pembeli dine-in sama-sama edan ramenya. Kalo kamu memang mau order makan online, baiknya sih kamu juga ngerti kondisi antrian resto yang kamu pilih. Kalau memang biasanya selalu ramai pembeli, ya kamu harus mau lebih ekstra sabar pas nunggu makanan kita sedang proses racik.  Kalau kamu pengen dapet antrian yang lebih cepet, bisa kamu antisipasi dengan pesan di luar jam sibuk resto. Pilihlah cabang resto atau malah resto lain yang lebih sepi. Setiap aplikasi order makanan online sekarang sudah ada fitur estimasi proses. Bahkan sekarang pun sudah ada peringatan buat resto yang sedang sibuk. Tinggal kamuperhatiin nih, resto mana yang kira-kira lagi sibuk atau lagi selo-selo aja

Terapkan ilmu sabar

Nah, inilah prinsip yang paling penting untuk order makanan online. Terapkanlah ilmu sabar. Ketika kamu pesan makan secara online, ada saja ujian kesabaran  saat kamu menahan rasa lapar. Mulai dari enggak dapet-dapet driver buat ambil orderanmu, driver yang kurang resposif, antrean resto yang lama, sampai makanan yang ternyata zonk atau enggak sesuai sama gambar di aplikasi. Ketika ada hal yang enggak mengenakkan terjadi saat order makanan online, selalu perhatikan secara netral apakah ada solusi untuk permasalahan tersebut. Jangan tiba-tiba kamu menyalahkan pihak driver ojek atau pihak resto. Jangan juga seenaknya membatalkan pesanan tanpa konfirmasi dan kejelasan sebelumnya. 

Belajar dari banyak pengalaman soal pesanan yang tiba-tiba batal, ada driver yang mengalami kerugian ratusan ribu, sampai adanya kericuhan karena salah paham pembatalan sepihak. Maka kamu harus bisa pakai empati kalo memang mau membatalkan pesanan. Pastikan komunikasi sejak awal dengan driver tersampaikan dengan jelas supaya mengurangi salah paham. Inget aja, kamu hanya satu dari sekian ribu orang yang order makanan online di menit yang sama.  Yang merasakan lapar dan haus pun enggak cuma kamu saja. Jadi ya memang harus sabar.

Pepatah mengatakan, pembeli adalah raja. Tetapi, jangan sampai kita keblinger dan jadi nggak ada akhlaknya ketika pesen makanan online. Jangan lupa beri penilaian dari peforma driver dan resto lho ya, supaya jadi masukan kalo masih ada hal yang harus diperbaiki layanannya. Untuk driver ojek, meski mungkin dia menyebalkan, tetap berikan bintang lima. Mungkin aja dia tidak bisa memberikanmu pelayanan prima karena kepikiran anaknya yang sedang sakit di rumah. Jangan matikan rejeki orang, ya. Tetap perhatikan akhlak yang baik agar urusan pesan makan online pun bisa terhindar dari drama-drama yang tidak perlu.
Semangat pesan makan sobat!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini