Waktu Baca: 2 menit

Pada hari ini pada tahun 1920, Liga Bangsa Bangsa melakukan sidang pertamanya. Organisasi ini lahir dengan optimisme tinggi untuk menjadi agen perdamaian dunia. Nyatanya, organisasi ini kemudian inaktif sebelum kemudian dibubarkan paska Perang Dunia II. Penggantinya, yaitu UN (Persatuan Bangsa Bangsa) lahir pada tahun 1946 dan bertahan hingga hari ini. Lalu apa bedanya Liga Bangsa Bangsa dan PBB ? Yang satu bisa bertahan cukup lama sementara satunya berakhir mengenaskan. Kalau mau jujur, bedanya adalah satu elemen saja : nuklir!

Nuclear is a game changer

Nuklir secara sederhana merubah permainan. Ini adalah senjata yang luar biasa destruktif. Semisal anda bisa saja memenangkan perang melawan negara yang memiliki nuklir, tapi kerusakan yang akan anda alami akan sangat sulit untuk diperbaiki. Inilah yang kemudian membuat negara yang saling memiliki nuklir menghindari konflik terbuka.

Selanjutnya, kita kenal ini sebagai istilah nuclear detterence. Hal ini jugalah yang menyebabkan konflik Amerika Serikat dan Uni Soviet tak pernah mencapai titik konflik tertinggi alias Doomsday Clock. Dua negara ini berakhir dalam Cold War saja. Teluk Babi adalah titik terpanas yang pernah terjadi dimana akhirnya Amerika Serikat mengalah juga untuk mencabuti misilnya di Turki.

Jika negara yang memiliki nuklir hanya satu saja, ia bisa menguasai dunia. Namun jika ada beberapa negara yang memiliki misil nuklir, terciptalah perdamaian yang minim konflik senjata meski konflik dalam skala diplomatik masih terjadi. Belum yakin kalau nuklir punya efek segila itu, yuk kita simak kisah berikutnya.

Kasus India dan Pakistan

Contoh lain yang bisa menjadi bukti nuclear detterence adalah konflik India dan Pakistan. Dua negara ini berkonflik secara intens dan mereka seringkali melakukan kontak senjata. Suatu hari India memiliki misil nuklir lewat Operation Smilling Buddha. Nuklir ini berhasil diuji pada tahun 1974. Hal ini langsung membuat Pakistan sebagai rival utama India ketar ketir. Namun, akhirnya pada tahun 1998 Pakistan berhasil mengetes senjata nuklir mereka. Hal ini langsung membuat India dan Pakistan saling pikir pikir sebelum berkonflik senjata secara terbuka, praktis nuklir telah membuat konflik yang tadinya panas menjadi hilang.

Liga Bangsa Bangsa Memble

Ini jugalah yang akhirnya menjawab apa beda Liga Bangsa Bangsa dan PBB. Liga Bangsa Bangsa benar benar tidak memiliki taji untuk memberi sanksi suatu negara. Ia tidak memiliki angkatan bersenjata dan penggagasnya yaitu Woodrow Wilson dari Amerika Serikat juga tidak terlibat sebagai anggota. Ketika negara negara anggotanya mengacau, Liga Bangsa Bangsa tidak bisa melakukan tindakan untuk mencegahnya.

Sementara PBB mungkin tidak memiliki pasukan juga. Namun ia memiliki lima anggota dewan keamanan (P-5) yang meski berbeda ideologi, mereka semua memiliki nuklir. Jadi antar P-5, pimpinan PBB ini bisa saling mengawasi dan secara tidak langsung mencegah konflik yang lebih luas.

Namun, bukan berarti tidak ada efek jelek. Karena negara P-5 tidak bisa berkonflik secara langsung, mereka sering terlibat dalam proxy war. Ya, yang berkonflik justru negara negara kecil tapi dalang sesungguhnya berasal dari P-5. Beberapa konflik yang pernah terjadi misalnya di Vietnam, Korea dan terakhir di Suriah. Akhirnya, konflik bersenjata memang tetap sulit dihindari.

Meski demikian, keberadaan nuklir telah berpengaruh banyak. PBB tampak beda pengaruhnya dibandingkan dengan Liga Bangsa Bangsa karena nuklir ini. Ironis, senjata mengerikan menghasilkan kedamaian yang konsisten.

Baca juga :
Pahlawan itu Politis, Suka Tidak Suka

Jokowi Berbahasa Indonesia di KTT G-20, Terus Kenapa?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini