Waktu Baca: 4 menit

Beberapa waktu lalu, ada sebuah gagasan apik yang dilontarkan oleh seorang politikus muda di media sosial. Idenya sederhana, memperbanyak festival khususnya di sektor pariwisata. Sebuah gagasan sederhana namun sejatinya memiliki dampak luar biasa bagi pemberdayaan masyarakat di tanah kelahirannya, Purworejo. Saya pun mendapatkan kesempatan berbincang dengan Dion Agasi Setiabudi, Ketua DPRD Purworejo.

Mas Dion, ketika pemuda yang lain memilih menjadi ASN, karyawan BUMN, karyawan swasta dan berbagai posisi ideal lainnya. Mengapa Anda memilih menjadi seorang karir sebagai politikus?

Yang pertama adalah karena ini adalah cita-cita saya. Selain itu, saya ini lahir dari keluarga minoritas Kristiani. Ditambah lagi Ibu saya adalah seorang etnis Tionghoa. Jadi ya, semacam dobel minoritas gitu Mas. Sejak kecil, saya ini sudah akrab dengan yang namanya diskriminasi. Puncaknya ya pas peristiwa tahun 1998. Usaha keluarga saya dibakar! Itulah yang menjadi titik balik bagi hidup saya Mas. Sejak saat itu saya bertekad untuk bisa melindungi dan memberdayakan golongan-golongan yang selaman ini termarjinalkan, baik secara politik, sosial, maupun ekonomi.

Menarik sekali Mas, lalu bagaimana nih kisahnya bisa berkenalan dengan dunia politik. Apakah langsung terjun ke dunia politik? Atau mungkin ada lika likunya Mas?

Sebelum masuk ke dunia politik, saya dulunya juga seorang reporter di salah satu majalah. Sebuah majalah milik salah satu perusahaan media perusahaan terbesar di Indonesia. Lantas saya keluar. Kemudian pernah juga menekuni usaha warung ayam geprek. Namun saat ini yang masih saya urusi peternakan ayam pedaging saja. Perjumpaan saya dengan dunia politik sebetulnya sudah sejak saya kecil. Mmm…kakek saya dulu itu aktif di PNI, bapak saya aktif di PDI kemudian PDI Perjuangan. Apalagi sejak kecil saya sudah sering mengikuti aktivitas kepartaian. Jadi sudah biasa dengan dunia politik.

Setelah masuk ke dunia politik. Tentunya kan butuh partai untuk mewujudkan cita-citanya sejak kecil. Kenapa Mas Dion jatuh cinta dengan PDI Perjuangan?

Awalnya saya jatuh cinta dengan Soekarno, dan saya melihat konsep kebangsaan dan kebhinekaan di PDI Perjuangan ini tidak hanya di tataran teori, tapi sampai ke level prakteknya, contoh PDI Perjuangan adalah partai yang berani memberikan posisi-posisi strategis untuk kader-kader minoritas yang secara kapasitas memiliki potensi. Jadi pilihan tepat ketika saya bergabung dengan partai ini.

Kalau tokoh lainnya yang menginspirasi Anda dalam berpolitik siapa Mas?

Megawati Soekarnoputri, di dalam dunia politik Indonesia yang sangat patrilineal, dia berhasil mendobrak arus, menjadi presiden perempuan pertama di Indonesia, ketua umum partai tersukses di Indonesia. Membawa PDI perjuangan menang dua kali berturut-turut. Belum ada ketum partai lain pasca reformasi yg menyamai prestasi ini. Dan beliau adalah orang yang berprinsip teguh, tidak peduli dia di-bully, Bu Mega selalu berjalan sesuai prinsip yang dia percaya benar.

Saya melihat, rekam jejak Mas Dion Agasi Setiabudi ini kan sangat cemerlang. Di usia muda sudah menjadi Ketua DPRD Purworejo. Itu gimana ceritanya sih Mas?

Yang paling penting adalah konsistensi. Jangan takut dibilang pencitraan, selama konsisten maka itu bukan pencitraan, itu karakter. Saya 2014 duduk di duduk DPRD periode pertama, saya berhasil menjabat sebagai ketua komisi B. Kemudian di Pilkada Gubernur Jateng 2018, saya aktif terlibat dan berhasil memenangkan Gubernur Ganjar Pranowo di periode ke 2. Dan puncaknya di Pemilu 2019 saya berhasil terpilih sebagai anggota legislatif dengan perolehan suara terbesar se-Kabupaten Purworejo. Sehingga di 2019,  partai mempercayakan kepada saya sebagai ketua DPRD Purworejo dan ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Purworejo. Seperti sudah saya katakan tadi Mas,  kuncinya konsistensi, sering terlibat aktif ke masyarakat, rajin bertemu dengan masyarakat. Wes itu saja!

Tentu di usia muda seperti Mas Dion ini dibutuhkan kecakapan untuk merangkul generasi yang lebih tua dan anak muda milenial. Apalagi terkait dengan program kegiatan yang akan dilakukan. Resepnya apa Mas?

Resepnya sederhana saja kok Mas. Bagi saya pribadi, tua dan muda sama saja, sebagai manusia yang besar di tanah Jawa maka prinsip unggah ungguh (menghormati) menjadi penting. Contohnya saja, dengan generasi yang lebih tua sekalipun itu staf saya, maka sopan santun harus tetap dijaga. Dan jangan minder dengan politikus-politikus yang lebih tua. Saya memegang prinsp yang ditanamkan saat saya sekolah di SMA Kolese De Britto, prinsip egaliter. Semua semua sederajat, tua, muda, apa pun latar belakang agama dan budaya atau sukunya. Harus selalu menghargai keberagaman dalam hal apa pun. Intinya, tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang lebih rendah. Baik itu laki-laki atau perempuan, bupati atau petani, tua atau muda. Semuanya sederajat. Sesimpel itu saja kok Mas.

Mas, boleh dong berbagi saran untuk para anak muda yang mau mengikuti jejak Anda di kancah politik. Kan tampaknya lagi nge-hits menjadi politisi. Gimana Mas sarannya?

Kalau saya amati ya Mas. Kadang anak muda ini kan bingung bagaimana caranya “masuk ke politik” . Padahal beberapa parpol contohnya kami di PDI Perjuangan kami membuka akses bagi calon kader muda untuk bergabung. Di PDI Perjuangan ada Komunitas Juang. Saran saya, perluas jaringan, konsistensi, dan di era digital ini tidak kalah penting adalah asah terus komunikasi politik.

Mimpi Anda untuk ke depannya apa sih Mas?

Jalani yang ada sekarang dulu aja Mas, fokus selesaikan periode ini sampai 2024 dengan sebaik-baiknya. Urusan ke depan pasrahkan dan serahkan saja kepada Tuhan.

Sebelum mengakhiri perbincangan ini, Mas Dion Agasi Setiabudi ada harapan atau pesan yang ingin disampaikan?

Jangan jadikan politik sebagai ladang mencari uang. Kalau mau kaya jangan jadi politikus, jadi pengusaha aja. Jalur politik itu harusnya kalo bahasa filosofi Jawanya “memayu hayuning bawana” untuk memperindah kehidupan dunia, kehidupan siapa? Ya kehidupan masyarakat.

Perbincangan pun harus kami akhiri dikarenakan aktivitas yang padat dari Mas Dion Agasi Setiabudi. Semoga upaya baik yang dilakukan Mas Dion akan menjadi energi bagi Kabupaten Purworejo untuk semakin bertumbuh dan berkembang. Panjang umur untuk perjuanganmu!

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini