Waktu Baca: 3 menit

Ketika mendengar GoTo digugat rasa rasanya banyak orang awam kaget. Reaksi kedua mungkin shock karena gugatannya luar biasa, senilai 2,08 Triliun Rupiah. Kalau untuk beli nasi goreng dapat berapa porsi tuh? Tapi kalau mau jujur, mungkin peristiwa GoTo digugat bukanlah kasus besar. Nilai tuntutannya juga tidak mungkin begitu saja hakim acc. Lho kok gitu? (baca dengan suara Pak Win). Nah, begini-begini, jadi ada beberapa faktor mengapa gugatan pada GoTo ini mungkin gak serius dan akan ilang bersama waktu.

Prinsip Indonesia Memang First to File, Tapi…

Di Indonesia, berlaku asal first to file dalam pendaftaran merek. Jadi dengan asas ini, Dirjen HAKI tidak peduli siapa duluan yang hadir di Indonesia. Yang penting, siapa yang daftar duluan, inilah yang di acc oleh Dirjen HAKI. Hal seperti ini sebenarnya sangat problematik. Pada tahun 2009, merek Pierre Cardin Internasional sempat ingin mendaftarkan diri di Dirjen HAKI. Namun, mereka gagal, kenapa begitu? Ternyata pada tahun 1977 ada seorang pengusaha yang sudah mendaftarkan brand Pierre Cardin terlebih dahulu untuk dirinya sendiri. Kan nyebelin ya?

Lalu kalau kalian masih ingat, DC sempat gagal meregistrasikan hak penggunaan nama brand Superman karena sudah terdaftar duluan untuk merek wafer. DC lalu kalah di pengadilan karena bagaimanapun merk wafer Superman sudah duluan eksis di Indonesia.

Tapi..begini teman teman. Di Indonesia menggunakan sistem kelas. Kelasnya ada bermacam macam. Misal saja kelas 35 itu untuk bakery, produk roti dan lain lain. Jadi meski misalnya ada yang mendaftarkan merek kamu duluan, tapi kelasnya berbeda, ya sebenarnya tidak apa apa.

Sama dalam kasus GoTo, memangnya GoTo yang menuntut GoTo Gojek berada di kelas yang sama dengan GoTo Gojek? Belum tentu!

Tuntutan 2,08 Triliun Rupiah Dasarnya Darimana

Namanya juga hukum perdata, jadi menuntut ganti rugi juga tergantung yang merasa rugi. Tapi sebenarnya, gak ada dasar pasal dan hukumannya jika tuntutannya sebesar itu. Itu kan perasaan GoTo penggugat sampai ia merasa rugi 2,08 Triliun Rupiah. Namun bisa kita mengerti kenapa GoTo penggugat mengajukan angka sebesar itu. Ya, ini supaya tuntutan mereka terkesan serius dan membuat GoTo Gojek agak respeklah dengan mereka.

Nah, kalau melihat kondisinya dan banyaknya tim legal berkualitas di GoTo Gojek, rasa rasanya peluang GoTo penggugat untuk menang ini kecil. GoTo Gojek toh sudah terdaftar di Dirjen HAKI, kalau belum terdaftar ya mana berani GoTo Gojek launching produknya. Logikanya seperti itu saja. Jadi, kemungkinannya, GoTo Gojek dan GoTo penggugat itu enggak berada di kelas yang sama. Jadi, gak bisa saling menggugat.

Anyway, meski demikian GoTo penggugat mungkin bisa mendapatkan keuntungan. Paska kasus ini nanti, GoTo Gojek kemungkinan besar ingin menutup semua kelas yang memungkinkan merek GoTo bisa kepake. Jadi, ia akan membeli hak penamaan GoTo secara keseluruhan, termasuk di kelas makanan yang sebenarnya gak ada hubungannya dengan bisnisnya. Nah, GoTo penggugat kemungkinan bisa nego dengan GoTo Gojek agar nama GoTo di kelasnya bisa sekalian GoTo Gojek akusisi. Mungkin di poin inilah GoTo penggugat bakal mendapatkan keuntungan dan tuntutan hukumnya menjadi tidak sia sia meski nggak mendapat dua Triliun Rupiah juga sih.

Memang Boleh Menutup Semua Kelas?

Sebenarnya ini praktik lazim di Indonesia. Kalau teman teman perhatikan, gak pernah kan nemu roti merek Samsung? Padahal harusnya brand Samsung yang sudah terdaftar hanya di kelas barang elektronik saja. Tapi inilah hebatnya Samsung, ia menutup semua kelas yang mana bisa menggunakan merek Samsung untuk keperluan lainnya. Kalau kita pikir pikir, biayanya mahal sih. Sebab satu kelas itu biayanya kira kira dua juta Rupiah belum dengan ongkos konsultannya.

Namun demi branding dan melihat skala perusahaan, membelanjakan uang sebanyak itu demi menjaga merek bukan perkara rumit.

Kesimpulannya, ya santai aja dulu melihat GoTo digugat. Bisa jadi nanti hilang sendiri tanpa woro-woro.

baca juga :
Marketing S3 : Bad Marketing is a Good Marketing

Kelihatan Kaya Membunuhmu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini