Waktu Baca: 3 menit

Beberapa hari ini isi berita di kanal-kanal sebagian besar ngebahas KTT G20 yang pastinya dihadiri presiden Indonesia Bapak Joko Widodo. Nah, dalam acara ini beberapa netizen nampak merundung Pak Jokowi yang berbahasa Indonesia di KTT G-20. Banyak yang ngomong kalau Pak Jokowi ini malu-maluin karena pakai Bahasa Indonesia di acara Internasional. Jokowi berbahasa Indonesia di KTT G-20 Malu Maluin? Coba deh kita pikir-pikir lagi dan hubungin ke hal yang lain soal bahasa kita.

Salah Bahasa Indonesia Apa?

Ini nggak ada urusannya sama politik ya gaes. Tapi ada yang bingung nggak? Kenapa kok sering banget bangsa kita mempermasalahkan penggunaan Bahasa Indonesia di luar negeri? Lalu mengapa bangsa kita nganggep Bahasa Indonesia adalah bahasa yang kurang berkelas? Heran juga kok banyak orang tua sering banget bangga sama anak-anak yang bisa ngomong “Apple” di usia muda seakan ngomong “Apel” itu bukan hal yang bagus? Kenapa kita lebih bangga ngomong pakai bahasa asing daripada bahasa sendiri?

Cara Orang Indonesia Menyikapi Bahasa Sendiri

Sebenarnya udah bukan rahasia umum lagi kalau kita menganggap Bahasa Indonesia ini kurang keren. Bahasa yang kurang membanggakan buat dipakai sama orang-orang. Terkadang trickynya bahasa Inggris jadi digunakan orang-orang buat pencitraan, agar terlihat cerdas di depan masyarakat terlepas dari apa yang mereka omongin ini nyambung apa nggak.

Beberapa diantaranya juga berpikir bahwa bahasa Inggris jauh lebih penting daripada Bahasa Indonesia. Hal ini nggak lepas dari pasar dunia entah itu pasar barang atau jasa dan pasar tenaga kerja yang mulai diminta kemampuan bahasa Inggrisnya karena mulai lepasnya batas-batas geografis. Tapi sayangnya hal ini justru makin memperkuat persepsi kita kalau Bahasa Indonesia itu makin nggak penting.

Pengalaman Pribadi

Aku pernah beberapa kali ngobrol dengan orang-orang yang lebih memilih mengajarkan anaknya bahasa Inggris daripada Bahasa Indonesia. Biasanya alasan mereka adalah karena bahasa Inggris ini penting karena digunakan internasional. Nggak salah sih sebenarnya. Aku juga belajar bahasa Inggris karena memahami kebutuhan era sekarang. Tapi, waktu aku juga bertanya ke mereka

“Lha terus gimana Bahasa Indonesianya? Masa orang Indonesia nggak bisa ngomong bahasa sendiri?”

Nggak ada yang memberikan jawaban.

Pernah Disorot

Cara orang-orang Indonesia menyikapi Bahasa Indonesia ini juga pernah disorot sama salah satu Guru Besar The Australian National University, Pak Ariel Heryanto. Beliau melalui twitnya mengkritik kalau orang-orang Indonesia sukanya belajar bahasa Inggris aja beda sama orang-orang RRC, Jepang dan Arab yang tetap mempelajari bahasa ibu mereka.

Sejalan sama Pak Arief, Mas Gufram selaku juru bicara Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa juga mengkritik penggunaan Bahasa Inggris saat pra perhelatan Asian Games yang lalu.

Mas Gufram mengatakan “Negara-negara lain yaitu Jepang, China, dan Rusia menempatkan bahasa negara secara maksimal. Kalau melihat secara seksama saat Piala Dunia kemarin, pengisi acara dan semua kegiatan berbahasa Rusia baru kemudian diterjemahkan ke bahasa Inggris. Rusia sangat menghormati bahasa negaranya.”

“Berbeda dengan di negara kita yang merasa lebih hebat dengan Welcome to Batam daripada Selamat Datang di Batam. Ini contoh kecil dan masalah bagi kita semua.”

Menarik ya? Hahaha….

Ada Hubungannya Sama Masa Kolonial

Fenomena Indonesia yang lebih bangga ngomong bahasa Inggris dan menganggap bahasa sendiri adalah bahasa yang kurang oke bisa jadi adalah efek masa penjajahan dulu. Pada jaman penjajahan Portugal, Belanda, hingga Jepang dahulu masyarakat Indonesia sering masuk ke dalam kategori masyarakat kelas bawah. Hal ini udah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya. Bahkan pada masa post-kolonialisme efeknya belum hilang. Secara nggak sadar kita sering merasa inferior bilamana kita membandingkan diri dengan bangsa-bangsa luar termasuk dalam segi budaya dan bahasa itu sendiri.

Kita masih sering ngerasa kalau kita ini bukan apa-apa di mata orang-orang asing. Sehingga kita membuat sebuah rekonstruksi ulang sosial kita dengan menggunakan bahasa-bahasa yang membuat kita ngerasa superior atau setidaknya sekelas dengan mereka yang kita anggap memiliki kelas yang lebih tinggi.

Bahasa Indonesia Ternyata…

Nah, sebenarnya bahasa kita ini di mata bangsa lain penting nggak sih? Jawabannya, ternyata penting. Setidaknya ada 45 negara yang mengajarkan bahasa Ibu kita ke siswa maupun mahasiswa, seperti Australia, Amerika, Kanada dan Vietnam. Beberapa  memang mengajarkan budaya kita sebagai sejenis mata pelajaran karena beberapa program studi memang mengajarkan sejarah Indonesia bahkan ada yang menjadi peneliti khusus untuk Indonesia. Beberapa yang lain memang belajar bahasa Indonesia sebagai strategi diplomasi. Terakhir, yang bikin bangga ternyata Bahasa Indonesia adalah bahasa paling populer keempat di Australia.

Bahasa Inggris Emang Penting

Kembali ke atas, emang bahasa Inggris mau nggak mau adalah bahasa yang penting buat kita pelajari. Dengan belajar bahasa Inggris kita bisa membuka peluang yang lebih besar bukan cuma di pendidikan formal seperti beasiswa studi ke luar negeri atau dalam mencari pekerjaan tapi juga dalam mengakses informasi yang bisa kita sepakati kalau memang Indonesia sering ketinggalan informasi terutama di dunia pustaka yang mau nggak mau kita harus beli buku bahasa Inggris buat mendapatkan informasi lebih cepat.

Tapi tetap jangan lupa sama bahasa sendiri ya. Nggak salah kok beradaptasi sama jaman, beradaptasi sama kebutuhan dunia, namun jangan sampai kita lupa dengan apa yang udah menjadi identitas kita selama ini.

Baca juga :
Faye Simanjuntak Kakek dan Ortunya Siapa, Apakah Penting?

Gamer Bisa Sukses Asalkan Bisa Memilih Gamenya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini