Waktu Baca: 3 menit

Rabu malam terjadi bentrok antara dua klub eropa di lanjutan UEFA Champions League antara raksasa Italia yang baru bangkit, AC Milan, melawan Los Colchoneros, Atletico Madrid. Mengejutkannya, awalnya banyak orang (termasuk aku) yang mengira Milan akan babak belur di Wanda Metropolitano. Namun yang terjadi, AC Milan justru menang dengan skor 1 – 0. Pastinya kemenangan Milan di Madrid ini bikin para Milanisti senyum-senyum (termasuk aku juga hehehe…). Tapi aku bukan mau membahas match-nya. Justru yang menarik perhatian aku adalah pencetak gol tunggal kemenangan Milan, Junior Messias. Ya, pemain yang bermain di posisi nomor 10 ini membuat kejutan. Padahal kalau mau jujur, karirnya nggak bisa kita sebut mulus.

Awal Merantau Ke Italia, Kerja Sambilan dan “Telat” Memulai Karir

Junior Messias merantau dari negeri kelahirannya, Brazil ke Italia di usia 20-an awal. Tujuannya ya untuk nyoba peruntungan sebagai pesepak bola setelah sempat berkarir di tim junior Brazil, Cruzeiro dari umur 17 sampai 20 tahun.

Meskipun jebolan salah satu tim junior di Brazil, karir Messias nggak mentereng. Tidak seperti nama-nama tenar Brazil lainnya yang langsung menjadi buruan klub-klub besar Eropa, karir Junior jauh dari kata mentereng.

Awal karirnya justru bermula di tim non-profesional Italia hingga tahun 2015 di usianya yang ke-24. Di usia segitu, ia belum bisa mendapat sebutan profesional. Ia baru mulai mendapat angin segar ketika bermain di klub gurem bernama Casale. Di sana ia sukses mencetak 21 gol dari 32 penampilannya di liga.

Ternyata, di balik gemilangnya sepak bola Eropa, menjadi aktor lapangan hijau bukan pekerjaan utama. Karena uang dari sepak bola nggak cukup, Messias harus rela jadi kurir mesin cuci, tukang bangunan dan pengrajin batu bata. Meskipun begitu, Messias akhirnya bisa mulai sukses pindah ke klub Serie D  – kasta ke 4 liga Italia – dan jadi awal dari keajaiban di karirnya.

Hattrick Promosi

Setelah beberapa tahun main di liga gurem, Messias yang punya prinsip buat terus berkembang akhirnya gabung ke klub Serie D AC Gozzano selama 2 tahun. Di AC Gozzano kaki-kakinya yang mulai jadi makin terampil sehingga ia bisa promosi ke kasta ke 3 liga italia, Serie C. Nah, bisa dibilang ia mendapat gelar pemain professional di sini. Saat itu ia sudah berusia 27 tahun! Usia yang kalau kita bandingin sama pesepak bola umumnya ya setidaknya udah main di liga tertinggi. Sayang seribus sayang karena AC Gozzano gagal promosi, akhirnya Messias memilih buat “promosi sendiri” ke Serie B, bergabung dengan FC Crotone yang kelak dia bawa ke pentas Serie A.

Bikin Kejutan!

Musim petama di Serie A Messias hampir tampil di semua laga, naas, FC Crotone mau nggak mau harus pulang kampung ke Serie B yang bikin dia dipinjamkan ke raksasa Italia yang baru bangkit, Milan. Transfer ini jelas bikin kaget fans Serie A dan fans Milan sendiri karena Messias gak terlalu tenar.

Gabung Milan juga bukan tanpa ganjalan. Baru aja bergabung ke tim merah hitam, Messias malah kena cedera yang bikin dia harus absen di beberapa laga awal Serie A dan Liga Champions. Kakinya yang mulai membaik membawanya ke laga perdana di Seria A. Laga yang malah membuatnya mendapat kritik habis-habisan karena main kurang bagus. Ia lalu sempat kembali cedera meski gak perlu waktu lama buat sembuh

Seakan-akan belajar dari laga awalnya di Serie A, permainannya mulai membaik walau tetep aja kalah saing sama nama-nama lama kaya Brahim Diaz, Krunic, Leao dan lain-lain. Seakan-akan nggak mau menyiayiakan kesempatan saat melawan Atletico Madrid, secara mengejutkan Messias jadi salah satu pemain dengan penampilan terbaik bahkan sampai jadi penentu kemenangan! Bukan kaleng-kaleng karena yang dia jebol adalah jawara Liga Spanyol dan tim yang pertahanannya dikenal susah banget buat dijebol.

Dongeng Messias Belum Titik
Melihat apa yang  Messias lakukan membuat kita kagum dan terinspirasi. Siapa yang bakalan mikir kalau ada kurir yang tiba-tiba main di kompetisi sekelas UCL? Bahkan mungkin aja Messias sendiri ga pernah bayangin bakalan bisa ngegolin di UCL. Hahaha.. Walaupun gitu, dongeng Messias belum kelar. Masih bersambung. Setelah kita melihat sebuah kejaiban karir Messias yang sekarang, bisa kita saksikan lagi bersama apakah puncak karirnya Messias gak cuma sampai sini atau nggak.

Baca juga :
Ole Out, Tapi Manchester United Gak Akan Berubah

Cristiano Ronaldo Masalah MU, GOAT kok Gitu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini