Waktu Baca: 2 menit

Sepertinya minggu minggu ini kita di ajak berpikir mengenai keselamatan di jalan tol. Kecelakaan Vanessa Angel dan suaminya, Bibi, merupakan kejadian kesekian dalam rentang waktu satu bulan saja di jalan tol. Sebelumnya, direktur Indomaret, Yan Bastian, meninggal di jalan tol pada tanggal 16 Oktober 2021. Lalu, pada tanggal 4 November 2021, giliran dekan fakultas peternakan UGM, I Gede Suparta yang meninggal karena kecelakaan tunggal di Tol Cipali. Tak beberapa lama, artis Vanessa Angel meninggal dunia dalam kecelakaan di jalan tol juga. Banyaknya kejadian ini membuat kita bertanya tanya akan bahaya jalan tol.

Untuk menjawabnya, saya melakukan audiensi dengan Elvis Kore yang merupakan seorang praktisi Teknik Sipil untuk memahami bahaya jalan tol.

Jalan Lurus Yang Berbahaya

Elvis Kore menjelaskan bahwa salah satu yang paling berbahaya adalah trek jalan lurus.

“Karena lurus, dengan kecepatan tinggi, kadang tidak konsentrasi akhirnya menabrak dan terjadilah kecelakaan,” ujar pria yang pernah menjadi jurnalis televisi ini.

“Kalau merasa mengantuk, lebih baik beristirahat, banyak rest area yang ada di jalan tol. Maksud dari rest area itu adalah agar orang yang kelelahan tidak perlu mengejar untuk cepat cepat sampai juga,” kata Elvis.

Kecepatan Yang Menyebabkan Silap Mata

Elvis mengatakan bahwa kebanyakan kecelakaan di jalan tol adalah karena human error. Faktor kecepatan lagi lagi menjadi penyebab silap mata yang sering terjadi. Seringkali karena mobil melaju terlalu cepat, pengemudi tidak melihat adanya rambu rambu.

“Karena tidak melihat adanya rambu rambu, ketika di depan ada tumpukan material, bisa saja menabrak,” kata Elvis. “Kasus lainnya, karena mobil melaju terlalu cepat, lalu tidak bisa memperkirakan panjang truk container di depannya. Jadi saat mau menyalip, salah perhitungan. Itu sangat berbahaya,” ungkap Elvis.

Salah Desain?

Ada tidak kemungkinan kesalahan desain jalan tol Indonesia? Pertanyaan ini muncul paska kecelakaan Vanessa Angel dan deretan kecelakaan kecelakaan lainnya. Menurut Elvis, peluang adanya salah desain ini cukup kecil. Toh jalan tol bukan sebuah desain yang super kompleks dan kritis. Apalagi kalau melihat SDM Indonesia, nampaknya membangun jalan tol yang aman tidaklah sulit.

Kalau soal angin samping? Menurut Elvis sulit terjadi karena angin samping biasanya hanya terjadi di jalan layang. Kalau yang terjadi di jalan tol cukup jarang.

Kisah Mistis?

Elvis tidak mempercayai adanya kisah mistis di jalan tol. Beberapa yang cukup terkenal dalam mitos bahaya jalan tol adalah mitos KM 92 Tol Cipularang. Namun, Elvis menyanggah adanya mitos mitos tersebut. Baginya, lebih masuk akal kalau masalah utama adalah kewaspadaan yang menurun dan kecepatan yang di luar batas kewajaran.

Berhati hati di Jalan Tol!

Bahaya di jalan tol dapat kita hindari jika kita mau belajar untuk berhati hati. Bagaimanapun juga nasib adalah rahasia Tuhan. Tapi, tak ada salahnya manusia berusaha dan melakukan yang terbaik untuk keselamatannya dan keselamatan orang lain. Yang terpenting adalah kita mampu mengukur diri kita sendiri. Kalau menyetir jangan terbiasa untuk terlalu cepat. Kalau lelah ya beristirahat. Jangan ngoyo  amat karena misalnya kita cepet cepetan sampai di rumah juga buat apa.

Kita semua berdoa semoga kecelakaan Vanessa Angel dan berbagai kecelakaan lainnya adalah yang terakhir dan kita semua bisa sampai di tujuan kita dengan aman dan nyaman.

Baca juga :
Sulitnya Mengumpulkan Data Ante Mortem Korban Kecelakaan

Keselamatan Kerja Atau Produksi Yang Berkuasa?

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini