Waktu Baca: 3 menit

Siapa yang tidak kenal platform media sosial bernama Twitter? Platform yang identik dengan warna biru muda dan logo burung ini kembali menjadi atensi publik setelah memperluas wilayah cakupan untuk in-app fitur terbarunya yang bernama, tak lain dan tak bukan, Twitter Blue. Pihak Twitter sepertinya tahu keinginan terdalam dari warga aplikasi burung milik mereka. Hal ini mendorong mereka untuk membuat gebrakan dengan merilis fitur eksklusif tersebut tahun ini. Tapi, seberapa eksklusifkah Twitter Blue? Apa saja keunggulan Twitter Blue?

Apa sih Twitter Blue?

Seperti yang sudah saya bahas secara singkat di bagian awal. Keunggulan Twitter Blue yang utama adalah fakta banyaknya fitur baru di dalamnya. Fitur yang berlabel ‘eksklusif’ ini rilis pada bulan Juni lalu. Dengan membawa warna biru yang lebih tua sebagai warna dasar logo dan tema retro 90-an di video-video pengenalan, Twitter Blue rilis perdana di dua negara saja, yaitu Kanada dan Australia. Saat itu ada limitasi karena hanya pengguna iOS yang bisa mengaksesnya. Baru pada tanggal 9 November, Twitter Blue resmi melebarkan sayapnya di dua wilayah baru, yaitu Amerika Serikat dan Selandia Baru, dan sudah tersedia untuk pengguna Android dan web.

Fiturnya apa aja?

Berbicara mengenai fitur, pengguna Twitter sejati pasti memiliki daftar panjang tentang fitur apa saja yang mereka inginkan di aplikasi tersebut. Saya banyak menjumpai pengguna Twitter yang menginginkan fitur edit tweet, dislike tweet, folder untuk bookmark, unsend untuk pesan langsung atau direct message (DM), kotak pencarian tweet di halaman beranda dan bookmark, dan masih banyak lagi.

Sepertinya, nih, pihak Twitter tahu tentang keluh-kesah pengguna sampai mereka akhirnya merilis Twitter Blue. Untuk keragaman fitur, Twitter Blue saat ini menawarkan tujuh fitur eksklusif, yaitu undo tweet, ad-free articles, reader mode, tema, app icon, kostumasi navigation bar, dan Labs. Undo tweet lebih khusus untuk pengguna yang sering typo atau salah ketik dengan memberikan waktu jeda, dengan rentang waktu maksimal 60 detik, untuk mengecek ulang tweet sebelum dikirim.

Ada juga fitur bebas iklan untuk pengguna yang hobi membaca artikel. Dilansir dari Twitter blog, fitur ad-free articles tersedia untuk media massa yang bekerja sama dengan Twitter Blue Publisher Network saja. Lalu, fitur reader mode mampu mengubah tampilan membaca threads menjadi lebih sederhana tanpa tampilan tombol reply, retweet, dan likes yang biasa muncul.

Pengubahan tampilan akun tak luput dari perhatian pihak Twitter Blue. Mereka merilis tiga fitur utama untuk kategori ini, yaitu pengubahan tema Twitter dengan menggunakan pilihan enam warna, yaitu biru, kuning, pink, ungu, oranye, dan hijau; pengubahan tampilan ikon aplikasi; dan pemilihan shortcuts apa saja yang ingin ditampilkan di navigation bar. Selain itu, pengguna Twitter Blue akan bisa mencicipi fitur beta Twitter lebih awal sebelum akhirnya rilis secara resmi.

Wah, menarik, nih! Gratis gak?

Hold your wallet karena Twitter Blue jelas tidak tersedia secara gratis. Yup, untuk menikmati fitur-fitur di Twitter Blue, para calon subscribers harus merogoh kocek sekitar 2,99 USD atau sekitar 43.000 Rupiah per bulan (waktu nilai tukar pada tanggal 11 November). Bahkan pihak Blue Twitter sendiri menegaskan bahwa fitur baru ini tidak tersedia dalam versi free trial untuk para calon subscribers yang ingin mencicipi secara singkat ‘kemewahan’ yang ada.

Berkaitan dengan ini, pihak Twitter Blue berdalih jika uang yang masuk akan ditujukan untuk mendukung publishers dan free press. Dengan kata lain, Twitter Blue ingin ikut berkontribusi dalam pengembangan jurnalisme independen.

Yah, Kok Bayar, sih? Gak Seru!

Nyesek ya habis tahu kalo Twitter Blue itu fitur berbasis uang? Kalian gak sendiri, kok! Banyak pengguna Twitter yang secara gamblang mengkritik langkah berbau kapitalisme ini di kolom komentar akun resmi Twitter Blue. Beberapa menyayangkan ketidakseimbangan fitur-fitur baru dengan harga yang harus mereka bayar per bulan. Mereka menganggap bahwa fitur seperti edit tweet dan folder dalam bookmark seharusnya menjadi fitur dasar untuk aplikasi burung ini. Agak provokatif juga, mereka malah memuji aplikasi Instagram yang memberikan dua fitur tersebut secara gratis ke pengguna.

Selain itu, mereka juga mempertanyakan perbedaan fitur undo tweet dan delete tweet, menganggap bahwa keduanya merupakan kakak-adik. Tak ada perbedaan mendasar.

Untuk isu kostumasi tampilan beranda, saya secara pribadi menyayangkan upaya nol dari pihak Twitter Blue untuk mengembangkan kesan ‘eksklusifitas’ yang mereka junjung. Seorang pengguna Twitter membagikan pengalamannya menggunakan Twitter Blue dan setelah berinteraksi mengenai terbatasnya kreativitas dalam fitur tema ini, ia ingin ada perubahan. Menurutnya, enam warna dasar tema ini sebaiknya tersedia secara gratis.

Suatu produk takkan luput dari kritikan di masa awal rilisnya, itulah yang saya pikirkan tentang debut Twitter Blue kali ini. Apalagi dengan kesan eksklusif yang ada, saya mempunyai ekspektasi bahwa fitur-fitur yang tersaji seharusnya lebih mampu memberikan kesan mendalam dan berkelas bagi penggunanya. Namun nyatanya, pasca pengumuman Twitter Blue ini banyak pengguna yang mulai kecewa dan sadar bahwa di hari esok kemungkinan mereka harus membayar untuk menggunakan fitur-fitur yang mereka idamkan akan tiba.

Siapkah kamu ‘membayar’ Twitter untuk fitur yang lebih ‘pecah’?

Baca juga :
Game Sony diadaptasi ke PC, Strategi Tepat?

Football Manager : Simulasi Yang Hampir Nyata

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini