Waktu Baca: 3 menit

Beberapa orang mulai ketar ketir. Sebabnya, kini banyak karakter LGBT muncul di film film populer. Yang terbaru, Marvel memiliki karakter LGBT dalam film Eternals. Bicara soal LGBT memang tidak ada ujungnya. Di satu sisi, banyak yang menganggap status LGBT adalah hak individu. Sementara itu, bagi beberapa orang lainnya LGBT bertentangan dengan nilai nilai agama dan dianggap toxic dalam tanda petik. Perdebatan ini senantiasa akan bertahan tak peduli siapa presidennya. Nah, tapi kecenderungannya, di Amerika Serikat yang mbahnya film populer, LGBT di film populer sudah mulai jadi hal yang jamak, umum.

Namun, patut saya kritik di sini, penggambaran LGBT di film populer masih bernuansa populis dan tidak menyelesaikan permasalahan.

Kenyataannya Tidak Demikian..

Ya, LGBT di film populer seolah memiliki tempat yang nyaman dengan teman teman yang pengertian. Misalnya saja di film Strangers Things, karakter Robin Buckley dikisahkan mengaku sebagai gay dan reaksi dari sahabatnya, Steve Harrington tampak biasa saja. Padahal Steve adalah seorang karakter yang hidup di tahun ‘80an. Masa itu adalah masa dimana AIDS menjadi pandemi dan kecurigaan pada kaum LGBT sedang tinggi tingginya. Rasa rasanya aneh jika karakter Steve Harrington biasa aja ketika temannya mengaku sebagai gay.

Lalu, ada karakter Kate Kane dari serial Batwoman yang tampaknya juga nyaman nyaman saja menjadi seorang lesbian. Atau misalnya lagi di serial Brooklyn Nine Nine dimana Raymond Holt, kapten dari 99 menjadi seorang gay dengan terbuka dan pandangan orang nyaman nyaman saja.

Sebenarnya, karakter karakter LGBT yang terbuka di film populer menyangkal kenyataan bahwa banyak kaum LGBT harus hidup dalam persembunyian. Mereka tidak bebas menjadi diri mereka sendiri. Namun karena LGBT di film populer terlihat hidup nyaman, orang seakan lupa bahwa banyak kaum LGBT masih hidup dalam rasa ketakutan.

Jadinya, maksud dari film populer itu untuk meningkatkan awareness pada isu LGBT malah hilang karena paksaan film populer untuk menggambarkan bahwa semua orang bisa menjadi gay/lesbian/ transgender dengan bebas. Kenyataannya enggak seperti itu.

Seorang yang anti LGBT Bukan Berarti Ia Jahat

Dalam film populer seringkali digambarkan bahwa orang yang tidak bisa menerima kaum LGBT adalah sosok antagonis. Hal ini seolah menafikan bahwa seseorang bisa saja tidak menyukai LGBT karena banyak hal. Pertama, dalam agama, memang tujuan pernikahan menghasilkan keturunan. Karena itulah, bagi beberapa penganut agama, aneh rasanya jika seseorang menikah tidak untuk memiliki keturunan. Kedua, mungkin struktur sosial dan politik membuat orang menjadi anti LGBT. Contoh saja negara seperti Tiongkok, Singapura, dan Rusia, mereka mendidik warganya untuk anti LGBT. Kenapa? Karena pertumbuhan penduduk yang melambat adalah hal pertama yang mereka khawatirkan jika kaum LGBT bebas dari segala restriksi.

Jadi, seseorang itu bisa saja nggak jahat tapi dia anti LGBT. Ya, karena ia besar di lingkungan yang menganggap LGBT sebagai ancaman sosial sehingga konstruksi pikiran dan mindsetnya adalah bahwa LGBT itu buruk. Sementara banyak film dengan sesimplenya menggambarkan bahwa orang yang anti LGBT itu jahat. Tidak semudah itu Ferguso.

Selamat Datang LGBT di Film Populer

Bagi saya, karakter LGBT di film populer sah sah saja hadir, tapi tak perlu mekso. Biar saja mengalir dan menjadi satu dari inti cerita yang sesungguhnya tanpa bermaksud mengadili pihak pihak tertentu atau memaksa mengenalkan etika tertentu. Kita hidup di dunia yang sedang masuk dalam masa transisi, kita harus mengenalkan dunia dengan perubahan secara perlahan, bukan dengan paksaan.

Beberapa dekade lalu, memasukkan aktor kulit hitam ke sebuah film adalah Tindakan liberally politically corrects, tidak semua setuju tapi ini meraih simpati. Nah, kini aktor kulit hitam dapat masuk ke film dengan mulus. Demikian juga karakter LGBT. Tak perlu dipaksakan. Biar saja alami masuk perlahan ke dunia film hingga menemukan tempatnya di sebuah masyarakat bersama.

Baca juga :
Dari Jendela SMP, Kita Belajar Bahwa Indonesia Itu Miskin

Squid Game Serem, Tapi Gak Akan terjadi di Indonesia

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini