Waktu Baca: 2 menit

Jika kita bertanya kepada anak kecil mengenai siapakah sosok figur pahlawan mereka, mungkin mereka akan menjawab dengan berbagai karakter superhero  yang ada di marvel , seperti Captain America, Hulk, Iron Man, Spider-Man dan lainnya. Bagaimana kamu sendiri memaknai sebuah kata “pahlawan”? Kalau buat saya, pahlawan saya adalah diri sendiri. Kenapa begitu? Mari kita kupas.

Konsep Kepahlawanan

Kata pahlawan mungkin sudah sangat familiar untuk semua orang. Biasanya pahlawan sangat  erat asosiasinya dengan orang yang berjuang untuk kepentingan banyak orang, orang yang berani membela kebenaran, pejuang yang gagah dan berani.  Seperti Soekarno dan Hatta yang telah mendahului kita. Mereka telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan pemikiran -pemikiran yang luar biasa. Selain itu, ada juga seorang guru juga kerap kita sebut sebagai  “pahlawan tanpa tanda jasa” yang rela mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan negara.

Namun, sebenarnya kepahlawanan tidak harus seperti apa yang saya sebutkan diatas. Tidak harus seperti superhero yang memenangkan pertarungan, tidak harus menjadi seorang guru, ataupun harus perang untuk menjadi seorang sosok heroik. Bagiku hero dalam hidupku  adalah diriku sendiri. Mengapa diri sendiri? Kenapa bukan orang lain yang berjasa ? Atau bahkan sesosok orang tua? Sudah pasti mereka adalah pahlawan bagiku bahkan bagi semua orang. Bagiku orangtua juga sudah melebihi dari seorang pahlawan. Iya. Mereka adalah segalanya.

 

Diriku pahlawan bagi diri sendiri

Yap. Tentu. Memang benar. Diriku adalah seorang pahlawan bagi diriku sendiri. Mengapa? Keberadaan aku selalu setia hadir menemani, dan berjuang keras untuk menghadapi hidup yang tak selalu memihak pada aku.  Setiap tantangan yang hadir dalam hidup, berhasil aku lewati dengan sikap yang gigih tanpa menyerah seperti layaknya seorang pemberani, a hero.

Sudah jatuh berkali-kali namun tetap saja masih bisa berdiri dengan tegak. Tak peduli berapa banyak air mata yang jatuh, tenaga yang terkuras, berapa kali merasa kesakitan dan terpuruk. Saat semuanya pergi , hanyalah aku yang selalu ada. Di saat semuanya tak mengerti, hanyalah aku sendiri yang paling mengerti. Selalu banyak cara untuk menjadi seorang pengecut dan mengakhiri hidupnya, namun aku memilih untuk terus berjuang dan menghadapi.

Jatuh bangkit jatuh bangkit. Aku sangat bangga pada aku sendiri. Bangga karena telah berhasil melewati masa masa sulit, bangga bisa mengikhlaskan seseorang pergi, bangga bisa berproses hingga saat ini. Tak harus berjuang dalam medan perang, aku sudah menjadi pahlawan sejati dalam memenangkan hidupku sendiri dan belum berakhir hingga saat ini. Terimakasih aku!

 

Menjadi Pahlawan Sejati Bagi Aku sendiri

Pahlawan tak melulu tentang siapa yang berkorban bagi banyak orang dan menonjol dalam masyarakat. Semua orang bisa saja menjadi seorang sosok heroik bagi dirinya sendiri. Semua bisa menjadi sosok pejuang bagi orang lain maupun bagi diri sendiri.

Yang terpenting harus kamu ingat. Bagaimana bisa kamu menjadi hero untuk orang lain, sedangkan menjadi hero bagi diri sendiri saja belum mampu? Duh tidak realistis itu namanya. Berkorbanlah untuk kamu sendiri dulu baru orang lain. Banyak cara yang dapat kamu lakukan untuk menjadi pahlawan bagi kamu sendiri. Bisa kamu mulai dengan menghilangkan sifat-sifat yang merugikan siapapun.

Tetaplah maju dan jangan menyerah meskipun terkadang hidup menghancurkan hatimu, mengambil semua apa yang kamu  miliki dan merampas semua harapanmu. Kamu harus tetap berdiri tegak dan berkata “ Aku bisa aku hebat.”

Tetaplah berjuang karena hero sesungguhnya di hidupmu adalah diri kamu sendiri. Selamat hari pahlawan nasional!

sumber gambar : AD_Images

Baca juga :
Ingin Bahagia? Berbagi Tugas Harus Anda Lakukan!

Sebuah Cerita Tentang ‘MEN’

 

 

 

 

 

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini