Waktu Baca: 2 menit

25 November ini adalah peringatan Hari Guru Nasional, sekaligus ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Mungkin kita lebih lekat dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional yang kita peringati tiap tanggal 2 Mei, ketimbang kita ingat tanggal hari guru. Dalam seminggu terakhir ini tiba-tiba saya ingat dengan sosok Onizuka Eikichi, karakter utama dalam manga Great Teacher Onizuka. Ini karakter yang kontroversial.  Meski cara mendidiknya efektif, namun masyarakat belum tentu dapat menerima latar belakang hidup dan cara pembawaan guru semacam Onizuka . Tetapi saya hendak menawarkan pada pembaca untuk memahami pendekatan guru ala Onizuka.

Great Teacher Onizuka versi Manga

Untuk bisa memahami konteks, kamu perlu kenal dulu dengan manga Great Teacher Onizuka (GTO). Ini adalah serial manga karya Tooru Fujisawa yang dimuat pada majalah mingguan Shonen Magazine antara Januari 1997 – Februari 2002. Serial komiknya dikemas menjadi 25 volume. Versi anime nya tayang mulai Juni 1999 – September 2000. Ini adalah salah satu karya manga yang populer di Jepang, karena hingga November 2007 tak kurang dari 50 juta kopi manga GTO telah terjual. Versi drama nya telah ada 2, yaitu produksi tahun 1998 dan tahun 2012.

Alur cerita versi manga, anime, maupun drama tetap sama. Onizuka Eikichi seorang mantan anggota geng motor yang terkenal, lantas beralih menjadi guru SMA. Tugas pokoknya, membereskan masalah para siswa di satu kelas khusus dengan stigma berandalan. Hasil akhirnya, Onizuka sukses menaklukkan kenakalan muridnya satu per satu dengan cara yang frontal.

Filosofi German Suplex

Saya tidak akan bahas lebih jauh soal GTO versi manga. Lebih baik kita ulas GTO versi drama yang produksi tahun 2012. Pada episode pertama, Onizuka menunjukkan German Suplex dengan membanting bapak kepala sekolah. Onizuka menganggap si kepala sekolah tidak memanusiakan anak-anak yang gagal dalam pendidikan. German Suplex versi asli adalah gerakan gulat dengan mengangkat dan membanting tubuh lawan berlawanan dengan arah jarum jam. Tetapi german suplex dalam konteks cara mendidik ala GTO adalah dengan berani menghadapi persoalan murid satu per satu. Cara ini akan memberikan efek kejut bagi murid, agar mereka memandang guru dengan cara pandang baru.

Baca juga : Kacaunya Sistem Ranking di Pendidikan Kita

Pertama, guru menjadi teman bagi murid

Onizuka memberi syarat bagi murid yang butuh pertolongannya, untuk pertama-tama menjadi teman. Relasi guru-murid dalam takaran tertentu dikesampingkan lebih dulu, dan mengedepankan prinsip egaliter sebagai teman. Ketika menjadi teman, maka pertolongan bisa diberikan tanpa batas, dan bila perlu menerobos batas-batas tugas-pokok-fungsi guru.

Kalau beberapa tahun terakhir ini kita mendengar bahwa guru menjadi fasilitator belajar murid, maka GTO melangkah lebih jauh lagi. Guru menjadi teman bagi murid. Secara lisan tampaknya mudah, tapi realitasnya sulit. Tidak banyak guru yang mau meluangkan waktu, tenaga, dan uang untuk mendampingi muridnya secara personal satu per satu. Dengan menjadi teman, berarti guru juga harus mau meletakkan superioritas dan senioritas di depan murid. Di pihak sebaliknya, murid juga harus mau menerima bahwa guru bisa saja membantu murid menyelesaikan persoalan pribadi. Bahkan bila perlu, guru masuk dalam ranah kehidupan pribadi murid.

Baca juga : Yang Hilang dari Pendidikan di Indonesia

Dukungan Sistem Sekolah

Dalam kisah drama GTO, direktur sekolah Yoshiko Sakurai memang mengijinkan dan mendukung Onizuka untuk menerapkan prinsip German Suplex. Bahkan ketika ada pertentangan dari para rekan guru, direktur inilah yang juga memberi jaminan untuk Onizuka. Problemnya bila kita tarik pada realitas pendidikan di negeri kita, situasi macam itu jarang terjadi. Kalau guru yang punya pendekatan mengajar macam Onizuka, pasti ada. Tetapi sistem sekolah yang mendukung cara mendidik ala Onizuka, itu yang sulit kita temukan.

Penasaran dengan kisahnya yang lebih lengkap? Cari saja live action drama Great Teacher Onizuka.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini