Waktu Baca: 3 menit

Kalau berbicara soal Muntilan, kebanyakan akan bicara soal sop empalnya. Untuk orang luar kota, mungkin sop empal ini endez banget. Tapi buat saya sebagai orang Muntilan ya sudah mulai agak bosan. Bukan karena gak enak ya…tapi ya karena ingin rehat sejenak (Halah!). Maka dari itu saya nanya ke teman saya, ada gak sih makanan di Muntilan yang legend juga, tapi saya enggak tahu. Akhirnya teman saya menjawab tantangan saya, ia membawa saya ke sate kambing Pak Rebo. Begitu saya mencicipi sate kambing Pak Rebo, langsung saya kaget. Kok bisa?

Sate Kambing Kaya Rasa

Ya ini membingungkan buat saya, karena biasanya sate kambing kan ya rasanya dominan manis. Kenapa? Karena dagingnya gak dibumbui atau minim bumbu. Yang ‘bermain’ dominan biasanya kan ya kecap, bawang merah dan garam serta merica. Kalau ini enggak, sate kambing Pak Rebo itu dagingnya mendapat bumbu yang mirip mirip seperti masakan India. Jadi dagingnya empuk dan rasanya kaya tanpa mengurangi esensi kekambingan dari sate itu. Gokil ini kata saya.

Setelah mencoba sate kambing, tidak lengkap kalau tidak mencoba tongsengnya juga. Tongseng Pak Rebo juga tidak kalah gokil. Konon resep Sate Kambing Pak Rebo ini sulit kita telusuri meski saya punya keyakinan ini pasti ada pengaruh dari India. Sebab, rasa sate ini memang unik ya. Tidak heran kalau selama saya duduk menikmati hidangan di situ, mobil dengan plat luar kota silih berganti mencoba hidangan khas Pak Rebo. Ampun pak!

Asal Pak Rebo

Sate Kambing Pak Rebo

Pak Rebo yang asli sendiri sudah meninggal. Kini penerusnya adalah anak dari Pak Rebo. Sebagai penerus, anak Pak Rebo mulai berjualan di Pasar Jambu Muntilan. Saat itu, sate kambing Pak Rebo sudah populer, banyak orang luar kota mampir kesana. Berangsur angsur waktu berganti, Tersanjung tidak tamat tamat, tapi anak Pak Rebo berani berubah. Mereka memutuskan untuk berjualan di rumah sendiri yang sebenarnya ya hanya beberapa jengkal dari utara Pasar Jambu Muntilan.

Setelah berjualan di sana, rezeki terus mengalir lancar. Apalagi lokasi parkirnya cukup luas. Jadi ya cukup membantu Pak Rebo berjualan.

Nah, sebelum kita meninggalkan sate kambing legendnya Muntilan ini, Pak Rebo sempat menunjukkan kaldu yang ia pakai untuk membuat tongseng. Luar biasa, deretan tulang kambing berjajar dan tertumpuk dengan masif. Dengan jumlah tulang yang banyak ini, tidak heran kalau kaldunya kambing sekali. Jadi cita rasa kambing asli dan bumbu yang khas ini bersatu padu untuk menjanjikan sate khas Muntilan yang membuat orang rela menempuh jarak jauh dari kota utama seperti Yogyakarta dan Magelang.

Candaan Ala Pak Rebo

Sate Kambing Pak Rebo

Nah, pas pulang, saya nanya nih, nama Pak Rebo ini sebenarnya darimana. Anaknya dengan bercanda mengatakan bahwa kakak ayahnya ternyata bernama Pak Kemis! Lho, ini ngurut tanggal ternyata. Eh nggak juga karena ternyata adiknya gak bernama Pak Selasa. Lho kok gitu? Mungkin orang tua Pak Rebo alias simbah buyutnya suka bercanda kayak saya. He..he..

Ya pokoknya buat kamu yang mencintai kambing…untuk dimakan..bukan yang lainnya ya, silahkan mampir ke Sate Pak Rebo yang sekarang lokasinya berada di utara Pasar Jambu Muntilan. Parkirannya cukup untuk mobil, tapi kalau Ferrari gak cukup. Mari bersantap!

Baca juga :
Sate Klatak Mas Adi : Kuliner Nan Ngangeni

Sate Sapi Suruh Salatiga : Rasanya Seindah Kota Salatiga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini