Waktu Baca: 3 menit

Membicarakan Valentino Rossi, kita sedang berbicara dengan pembalap jenius yang telah memenangkan sembilan kali gelar juara dunia. Ia adalah sosok yang ekstrensik, tubuhnya yang tinggi kurus sangat lentur. Setiap ia memenangkan balapan, ia akan bergaya dengan hyperaktif dan membuat pendukungnya bersorak sorak. Ia juga orang yang sangat antusias, mudah tersulut emosinya. Ketika ada yang mengatai dia hanya bisa juara karena motor milik Honda, ia kepancing dan pindah ke Yamaha untuk membuktikan diri. Ia juga sering beradu mulut dan psywar dengan rival rivalnya. Pendek kata, ia kekanak kanakan. Ya, bisa dibilang Valentino Rossi adalah anak anak yang terjebak dalam tubuh orang dewasa. Namun, karena itulah kita mencintainya.

Antusiasme Anak Anak Ala Rossi

Kalau Rossi tidak kekanak kanakan, mungkin Rossi sudah pensiun dari dulu. Rossi sudah mencetak rekor dengan sembilan gelar juara dunia. Ia juga sudah mengalahkan banyak pembalap hebat mulai dari Max Biaggi, Casey Stoner hingga lawan terpahitnya, Marc Marquez. Apalagi coba yang ia cari? Namun karena Valentino Rossi adalah anak anak, ia enggan berhenti. Selama ia masih bisa mendorong kuda mesin dengan berat luar biasa itu, ia selalu siap melaju dengan kecepatan 300 km/jam untuk mengangkangi musuh musuhnya.

Bahkan di musim lalupun ia tidak tampak seperti bertambah umur, ia terus memperbaiki catatan waktunya. Namun ada cerita lain pada tahun ini. Ternyata ia memang sudah tak sama lagi. Tahun 2021 ia belum juga naik podium. Saat itulah anak anak dalam Valentino Rossi mulai tumbuh dewasa dan mengingatkan bahwa ini saatnya move on.

Kepahitan Dengan Marc Marquez

Tahun 2015, Sepang Malaysia, tak ada yang tahu apa yang terjadi dalam proses overtaking kontroversial itu. Tapi, Valentino Rossi dipersalahkan. Ia dianggap mencoba menendang Marc Marquez. Apakah tendangan itu sengaja atau tidak? Entahlah.

Dalam wawancara eksklusif kami dengan Dianno Rossi, Dianno yang saat itu di tempat kejadian merasa tidak yakin Rossi menendang Marc Marquez. Rossi juga menurutnya tampak kesal dan sempat lama berada di dalam hospitality. Rossi mungkin merenung, jiwa anak anak Rossi merasa bahwa ia hanya ingin bersenang senang dan menang tapi entah kenapa ada kejadian seperti itu.

“Sampai sekarang saya rasa Rossi masih menyimpan dendam,” ujar Dianno Rossi.

Marc Marquez memang sosok agresif dan berapi api, ia menjinakkan motor bak matador menenangkan lembu jantan dengan menindihnya. Marc yang juara Moto GP enam kali secara alamiah adalah lawan yang tepat untuk Rossi. Mereka berdua terlahir dengan keinginan untuk menyapu semua gelar dan siap beradu dengan keras kalau perlu.

Selalu di Depan

Valentino Rossi menutup kisah di Moto GP dengan cerita manis. Lagi lagi, antusiasme anak anak dan bakatnya yang luar biasa telah menyentuh orang orang yang bahkan tidak ngerti Moto GP. Tanpa Rossi, tak ada banjir fans fans baru Moto GP. Mungkin ia tak selalu menang melawan rival rival macam Jorge Lorenzo yang flamboyant atau Fabio Quartaro yang lebih muda dan fresh. Tapi kegilaannya, antusiasmenya, itulah yang membuat Moto GP begitu menarik. Kepribadian yang hangat dan heboh semakin menguatkan citra dan karisma Rossi. Kepergian Rossi meninggalkan lubang yang besar di Moto GP.

Tak Ada Penggantinya

Sosok ikon itu tak ada gantinya. Mungkin Marc Marquez yang paling dekat, namun cedera gegar otak menghambat langkahnya. Kapan ia sembuh? Entahlah. Quartaro yang baru menjadi juara Moto GPpun masih perlu membuktikan diri. Lalu siapa yang akan menjadi ikon Moto GP baru? Rasa rasanya untuk sekarang lubang itu masih diisi bergantian oleh para pebalap pebalap muda berbakat maupun senior yang pernah merasakan rivalitas sengit dengan Rossi. Bagaimanapun, kiprah Rossi tak bisa tergantikan hanya oleh satu sosok saja…

 Sumber Gambar : Valerossi46world

Dengerin yuk podcast kami bareng Dianno Rossi, super fans-pengamat Moto GP Indonesia. Klik di sini!

baca juga :
Taruhan Bola Emang Asyk

Bodo Amat! Indonesia Harus Juara Piala AFF Tahun Ini!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini