Waktu Baca: 3 menit

Kita memang masih bersusah payah melawan pandemi COVID-19. Pemerintah menggunakan banyak jurus-jurus untuk menekan penyebaran virus yang lahir dari Wuhan ini. Namun demikian, kita masih belum bisa melihat titik akhirnya. Sialnya pula, belum lama ini kabar beredar bahwa COVID-19 mulai mudik ke negeri tirai bambu sampai pemerintah Tiongkok  kembali berurusan dengan lockdown. Sayang seribu sayang, isu COVID-19 ini ternyata mulai mendapatkan teman. Ia mulai tidak sendirian. Kabar burung menyebutkan bahwa beberapa virus dan bakteri yang lama terpendam akan bangkit. Hmm… Kok bisa ya?

Kutub Selama Ini Menyelamatkan Kita

Semua cerita ini berawal dari wilayah dingin di bumi. Wilayah yang sering kita sebut dengan daerah kutub utara dan kutub selatan. Tempat yang dianggap sebagai tembok pembatas bumi oleh para penganut kepercayaan Flat Earth. Tampaknya bongkahan-bongkahan es ini bukan sembarang bongkahan es. Mereka menyimpan bom waktu berupa virus-virus dan bakteri yang siap meledak. Kapan meledaknya? Ya itu tergantung kita dong, mau sampai kapan berlaku seenak jidat sama lingkungan.

Bongkahan es ini bukan hanya menyimpan virus-virus dan bakteri yang kita kenal seperti antraks dan cacar, yang bahkan pernah menelan korban hingga 40% warga Siberia. Banyak sekali virus dan bakteri yang masih bobok cantik di dalam dinginnya bongkahan es. Bahkan, ada virus yang memiliki umur selama 15.000 tahun lamanya! Waduhh….

Selain bakteri asli nan alami, kondisi ini jadi makin parah karena di sekitar Siberia, wilayah daerah utara Russia ditemukan bakteri yang sudah terkontaminasi zat-zat radioaktif hasil uji coba saat perang dingin dahulu. Mungkin bakteri dan virus yang terkontaminasi itu kalau bangkit kembali bisa jadi kebal terhadap antibiotik dan vaksin.

Akar Masalah

Kalau kita ngomongin virus-virus yang membeku di es dan isunya akan segera bangkit tentu saja kalian udah tahu kan penyebabnya apa? Ya, melelehnya es akibat pemanasan global. Virus-virus dan bakteri yang ikut beku di kutub utara dan selatan bisa saja aktif kembali sejalan dengan es yang mulai cair. Masalahnya juga bukan cuma ini, es yang mencair pun bisa memperparah kondisi pemanasan global hingga prediksinya dua per tiga dari total es yang ada di kutub akan mencair di tahun 2100 besok. Sepertinya siklus wabah per 100 tahun bisa berlanjut.

Virus dan Bakteri Tahan Suhu Dingin

Virus dan bakteri sendiri beda dengan kita atau hewan sama tumbuhan pada umumnya akan kehilangan nyawa waktu terkena suhu yang terlalu dingin. Bahkan, kita pun bisa meninggal karena hipotermia kan? Virus dan bakteri tidak demikian. Mereka bisa bertahan di suhu yang sangat ekstrim dalam waktu yang sangat lama. Bahkan di sebuah lab di Siberia, mereka menemukan virus yang berumur 40.000 hingga 8 juta tahun yang akhirnya hidup kembali ketika es yang menjebak mereka akhirnya meleleh.

Jangan Pernah Remehkan Penyakit

Virus-virus dan bakteri yang terindentifikasi memang masih belum kita ketahui sejauh mana potensinya. Apakah hanya akan memunculkan sakit-sakit yang receh atau bisa mengakibatkan kematian kaya COVID-19 dan wabah Black Death. Hingga sekarang virus yang cukup mematikan adalah antraks, yang pastinya membeku juga. Saking bahayanya, bakteri yang mematikan ini pernah menjadi senjata biologis dalam masa perang dahulu.

Tapi, sayangnya warga negara +62 seringkali meremehkan kesehatan. Pastinya semua setuju dengan ini kalau kita lihat bagaimana orang-orang menyikapi COVID-19, bahkan pemerintah pun sama pada masanya. Meremehkan virus dan bakteri yang bahkan udah tercampur dengan bahan-bahan radioaktif sisa perang dingin dulu membuat bisa aja akan jadi blunder. Sejarahnya nih, kalian pasti sudah familiar dengan virus HIV/AIDS kan? Ternyata virus ini jadi mematikan salah satunya karena dahulu kedokteran nggak memberikan perhatian kepada virus ini. Di sisi lain, emang virus HIV/AIDS awalnya nggak semengerikan sekarang. Bahkan dahulu sistem imun bayi saja bisa membuat virus ini gagal bertahan hidup. Tapi, karena tidak mendapat perhatian serius, akhirnya terjadilah mutasi yang bikin virus HIV/AIDS jadi sangat mengerikan seperti sekarang.

Mungkin juga, wabah-wabah seperti pes dan cacar serta bakteri antraks akan lebih cerdas daripada yang dulu. Bakteri dan virus seperti yang kita tahu, nih, selalu bisa menemukan cara buat menyerang kita bukan? Bayangkan saja betapa mengerikannya kalau mereka sampai akhirnya bangkit bersamaan gara-gara es mulai mencair.

Solusi

Pastinya buat solusinya, kita yang udah tahu pentingnya kesehatan ikut memberikan edukasi ke orang-orang. Nggak perlu repot-repot membahas virus-virus yang bermutasi atau yang akan bangkit tapi cukup dengan hal-hal kecil seperti olahraga dan asupan makanan.

Kita nggak pernah tahu kapan virus dan bakteri itu akan bangkit dari mimpi indahnya. Sebaiknya ketika mereka bangkit, yang kemungkinan terjadi di 2100 besok, kita udah siap melawan mereka, bukan berpikir soal konspirasi-konspirasi lagi.

Selain itu juga nggak susah kok untuk menahan laju globalisasi. Kita mulai saja dari hal-hal kecil seperti memelihara tanaman dan bisa saja melakukan gerakan-gerakan agar masyarakat mulai aware nih sama bahaya globalisasi yang ternyata bukan hanya bikin suhu bumi makin panas, tapi juga siap menghadirkan tamu-tamu yang bakalan merugikan kesehatan kita.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini