Waktu Baca: 2 menit

Siapa sih yang enggak kenal dengan istilah 4 sehat 5 sempurna? Istilah yang sudah ada sejak tahun 1952 ini memang sudah melekat erat dengan orang Indonesia. Apalagi istilah ini selalu kita dengar mulai dari taman kanak-kanak, SD, SMP, SMA, atau mungkin sampai kuliah dan bekerja masih sering mendengar istilah ini.

Istilah 4 Sehat 5 Sempurna  dikenalkan oleh Prof. Poorwo Soedarmo memang menjadi salah satu slogan panduan makanan sehat untuk penduduk Indonesia. Empat sehat menggambarkan makanan pokok, lauk, buah, dan sayur. Sempurna 5  kalau ditambah dengan susu sehingga total lima komponen (5 sempurna). Tapi tahu gak sih, kalau istilah ini sudah nggak dipakai lagi?

Yup betul, istilah 4 sehat 5 sempurna atau 4S 5S sudah kadaluarsa alias nggak dipakai lagi untuk pedoman makanan sehat. Kementerian Kesehatan mengeluarkan pedoman baru pengganti 4S 5S yang disebut sebagai Pedoman Gizi Seimbang atau PGS. Pedoman ini merupakan versi lebih lengkap dari 4 sehat 5 sempurna. Ada beberapa perbedaan antara PGS dan 4S 5S.

Pertama, ada perbedaan penekanan pesan yang disampaikan pada PGS. Pedoman Gizi Seimbang memberikan pedoman pola hidup sehat yang lebih menyeluruh dan nggak melulu soal makanan saja. PGS mengutamakan 4 prinsip utama yaitu membiasakan makan makanan yang beraneka ragam, menjaga pola hidup bersih, Pentingnya pola hidup aktif dan olah raga, dan pantau berat badan.

Alasan kedua mengganti 4S 5S adalah mengganti konsep susu sebagai makanan “penyempurna”. Sebelumnya, susu dianggap sebagai kunci kesempurnaan pola makan yang sehat. Ujung-ujungnya, orang beranggapan bahwa setiap minum susu, sudah dianggap sebagai makanan sehat yang sempurna. Padahal, sempurna atau tidaknya makanan yang kita makan tergantung dari jumlah porsi dan komposisinya, bukan karena ada tidaknya susu. Dalam PGS,  susu termasuk kedalam kelompok lauk-pauk golongan lauk hewani seperti halnya telur, ayam, sapi, dan kambing. Susu bukan lagi dianggap sebagai komponen yang wajib.

Alasan ketiga PGS dianggap sebagai versi 4 sehat 5 sempurna yang lebih advance karena di sini juga menyertakan penjelasan jumlah porsi untuk tiap komponen makanan. Kalau ngikutin aturan 4 sehat 5 sempurna, kita enggak tahu seberapa porsi makanan pokok, lauk, sayur atau buah yang harus dimakan dalam sehari atau sekali makan. Pedoman Gizi Seimbang memberikan penjelasan jumlah porsi tiap komponen yang harus dimakan dalam sehari dengan ilustrasi Tumpeng Gizi Seimbang.

Setiap hari tubuh membutuhkan asupan protein nabati 2-3 porsi, protein hewani 2-3 porsi,  makanan pokok 3-8 porsi, sayuran 3-5 porsi, buah 3-5 porsi dan minum air mineral minimal 8 gelas. PGS juga ngasih gambaran porsi makan untuk satu kali makan dengan ilustrasi “Isi Piringku”. Ini cheat sheet untuk ngatur porsi makan tanpa harus ribet nimbang.

Last but not least, adalah tambahan mengenai kebiasaan minum dan pembatasan gula, garam, dan lemak. Sebelumnya, slogan 4 sehat 5 sempurna belum mencantumkan pentingnya konsumsi cairan dalam sehari. Slogan 4S 5S juga tidak menganjurkan untuk membatasi konsumsi garam, gula, dan lemak (GGL). Pedoman Gizi Seimbang ngasih anjuran yang lebih lengkap untuk mengkonsumsi cairan 8 gelas per hari serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak dalam sehari. Anjurannya, dalam sehari tiap orang maksimal mengkonsumsi gula sebanyak 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, dan lemak sebanyak 5 sendok makan.

Nah, udah jelaskan kalau 4 sehat 5 sempurna itu masih banyak kekurangannya dan disempurnakan di Pedoman Gizi Seimbang. Jadi, kalo masih ada yang bilang makan sehat dan bergizi itu pakai prinsip old jangan dibilang Katro atau ketinggalan zaman. Dikasih tahu baik-baik dan share artikel ini biar makin paham, Oke?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini