Waktu Baca: 3 menit

Pernah gak kamu ke ayam geprek Bu Made di Yogyakarta? Gimana kesanmu? Rame banget kan tempat makan yang satu ini. Saking ramenya nih, kamu juga heran sendiri. Emang seenak apa ayam goreng Bu Made? Setelah mencicipi, saya mengambil kesimpulan, emang enak. Ha…ha..ha…Tapi pernah gak kamu bertanya, gimana caranya ayam geprek Bu Made seramai ini? Padahal kalau dilihat sekilas, menunya itu tampilannya gak menarik hati, bentuknya (dengan segala hormat) gak jelas. Tapi nyatanya kok ya orang mau makan di sini, ngantre dan seterusnya. Nah, menurut saya ini, Bu Made itu berpikir kacau dengan baik, makanya bisnisnya lancar.

berpikir kacau
rame bener bu!
Konsep Itu Over-Rated

Coba kita membandingkan ayam geprek Bu Made dengan ayam geprek lainnya. Mari jujur saja, banyak kan yang dibikin dengan cakep? Saat kita masuk ke ayam geprek lain nih, biasanya kita langsung merasa nyaman. Biasanya ada ruangan ber AC, kursinya rapi, desain ruangannya jelas, pelayannya cantik dan bersih. Tak hanya itu, menunyapun cantik. Kalau kita perhatikan,  ayam geprek itu digeprek dengan tetap memperhatikan estetikanya gitu lhoh. Masih cakep ayamnya, gak remuk remukan kayak Bu Made. Ealah, tapi ndilalah kok ayam geprek yang model begini, malah enggak laku.

Kenapa? Jawabannya menurut saya, karena semua orang bisa berpikir dan membuat yang kayak gitu. Malah pemain pemain bisnis dengan model ayam geprek rapi dan cantik ini terlalu banyak. Udah ada pemain  besarnya. Ibarat kolam, pemain baru bak bibit lele. Pemain lamanya adalah lele lele yang sudah menjajah kolam itu berpuluh puluh tahun.

Salahnya orang orang ini adalah, mereka kebanyakan sekolah. Makanya pola pikirnya bagus, tertata rapi dan menghasilkan bisnis yang ‘kelihatan’ sustainable. Secara teori mereka benar, secara praktik, mereka kalah. Kok bisa? Ya karena saking taatnya mereka pada teori, mereka jadi mudah tertebak dengan sangat mudah.

Lha terus gimana?

Bisnis Adalah Seni
Berpikir Kacau
pilihan menu suka gak nyambung, tapi ya ini yang bikin kangen

Pernah dengar gak anehnya belajar seni itu gimana? Belajar seni itu aneh. Kenapa? Karena langkah pertama adalah kamu harus tahu semua aturan membuat seni yang benar. Contoh ya membuat film.

Pada awalnya, kamu harus tahu sinematografi dengan baik. Lalu, kamu harus tahu cara menulis berita yang baik. Kamu kudu ngerti cara casting dan akting yang baik. Setelah kamu ngerti itu semua, apa yang kamu lakukan? Menghancurkan semua, kamu harus melawan aturan klasik untuk menghasilkan karyamu sendiri. Ya itulah bisnis, kamu belajar caranya yang benar, habis itu kamu ancurin dan bikin karya baru dengan berpikir kacau.

Bu Made ini entah sekolah bisnis apa enggak. Menurut saya sih enggak. Tapi Bu Made ini berhasil menerapkan ilmu berpikir kacau dengan maksimal. Makanya, ia berani membuat ayam goreng ala KFC yang lalu digeprek dengan sambel, bumbu masak dan terasi serta tomat hingga ajur ajuran. Secara teori, ini makanan gak ada bentuknya. Tapi Bu Made punya keyakinan  bahwa yang datang mencari rasa, bukan penampilan. Gila, ternyata berhasil bros.

Tidak hanya itu saja. Bayangkan apa hubungan ayam sama kuah tongseng? Gak ada kan? Ya gak ada. Tapi Bu Made berhasil menemukan hubungan antara ayam dan kuah tongseng. Ternyata, perkawinan ini cocok. Luar biasa.

Selain makanan, Bu Made juga tidak capek capek menata warungnya supaya berkonsep apa gitulah. Seringkali tempat makan tidak butuh konsep. Ya inilah hasil berpikir yang gak harus selalu teori. Justru kita mencintai Bu Made karena tempatnya yang sederhana, agak rupek, tapi selalu ngangenin. Mau ngantri lama juga gak pa pa , karena ngantri itu adalah seninya makan di Bu Made.

Yuk mulai sekarang berhenti untuk berpikir harus selalu runut. Cobalah ‘kacau’ sekali sekali untuk hasil yang memuaskan. Tancap!

Baca juga :

Dimsum Sembilan Naga Jogja : Ada Apa Sih Kok Rame?

Ronde Mak Pari Salatiga

1 KOMENTAR

  1. Pastinya ada rahasia yg disimpen bos Ardi gityu ya. Klo ala simbokku (alm), ayam digoreng lalu taburi parutan kunir lembut dan pastinya ada rasa yg lain …. hmmm baru digeprek pakai batu kali (tdk sembarang batu). Nyam³ bos Ardi ….

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini