Waktu Baca: 2 menit

Data pribadimu merupakan data yang harus dijaga kerahasiaannya dan kita gunakan secara bijak. Masalahnya, edukasi seputar data pribadi dan cara untuk melindungi data pribadi memang jarang kita dapatkan. Apalagi di masa yang serba digital seperti sekarang ini, keamanan data pribadi menjadi semakin rentan. Hanya dengan bermodal internet, kita bisa mendapatkan data pribadi seperti nama, alamat, tanggal lahirĀ  seseorang dengan sangat mudah. Ditambah lagi, sering kita dengar kabar mengenai kebocoran data pribadi pengguna sebuah aplikasi. Mengenal data pribadi dan cara melindunginya penting untuk kita ketahui. Karena selain dari kebocoran data seperti ini, kita sendiri pun sering loh secara tidak sadar membagikan data pribadi ke media sosial secara blak-blakan.

Sebetulnya apa sih itu data pribadi?

Secara ringkas, data pribadi adalah data-data yang sifatnya rahasia dan tidak boleh disebarluaskan tanpa persetujuan pemiliknya. Menurut Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) disebutkan terbagi dua yaitu data pribadi yang bersifat umum dan data pribadi yang bersifat spesifik. Data pribadi yang bersifat umum seperti: nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, Data pribadi yang dikombinasikan untuk mengidentifikasikan seseorang.

Data pribadi bersifat spesifik seperti:data dan informasi kesehatan, data biometrik, data genetika, kehidupan atau orientasi seksual, pandangan politik, catatan kejahatan, data anak, data keuangan pribadi, data lain sesuai perundang-undangan seperti KTP, SIM, atau surat dan kartu identitas lainnya.

Kenapa sih kita harus menjaga data pribadi kita?

Mengutip dari website Kominfo, melindungi data pribadi dapat mencegah kita dari berbagai jenis-jenis kejahatan yang mencakup tindakan intimidasi online terkait gender, penyalahgunaan data pribadi, potensi tindakan penipuan, dan pencemaran nama baik. Banyak kasus yang melibatkan penyalahgunaan data pribadi, mulai dari penggunaan data pribadi untuk pinjaman online, penipuan dengan menggunakan data pribadi, sampai pemalsuan dokumen penting. Baru-baru ini pun kita mendengar adanya kasus penipuan yang menyalahgunakan data pribadi. Kasus ini sempat ramai di berbagai platform media sosial karena penipu menggunakan nama panggilan akrab yang sebetulnya hanya keluarga saja yang tahu. Usut punya usut, ternyata hal ini bisa terjadi karena korban mengikuti tren fitur terbaru Instagram dan membagikan berbagai nama panggilannya di fitur story Instagram.

Fitur terbaru ini berupa stiker yang bisa bikin pertanyaan dan share story ke semua orang. Tapi sayangnya, orang-orang secara nggak sadar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut data pribadi. Ada yang memberikan informasi nama lengkap, tempat tanggal lahir, alamat rumah, nama anak, bahkan memberikan informasi tentang tanda tangan pribadi. Selain itu, menjaga data pribadi memberikan kita kontrol terhadap data pribadi tersebut.

Menjaga data pribadi

Mengenal jenis data pribadi dan bijak menggunakannya menjadi modal utama untuk menjaga kerahasian data pribadi kita. Menjaga kerahasian data pribadi membuat kita memiliki kendali atas data pribadi sendiri. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan tidakĀ  menyebarkan data pribadi dan dokumen pribadi seperti KTP dan tanda tangan di media sosial. Tips yang bisa dilakukan apabila harus membagikan foto dokumen atau data pribadi adalah dengan memberikan penanda atau tag di foto tersebut.

Ini bisa membantu melacak dokumen tersebut semisal dibagikan tanpa persetujuan kita. Selain itu, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai kita ceroboh dan asal ikut tren tetapi malah membahayakan keselamatan diri sendiri. Last but not least, biasanya kita suka malas membaca syarat dan ketentuan ketika mendaftar atau masuk ke sebuah aplikasi. Padahal bisa jadi aplikasi tersebut meminta berbagai macam akses ke data pribadi kita. Perhatikan data apa saja yang dapat diakses oleh aplikasi atau web tersebut. Yuk, lindungi data pribadimu!

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini