Waktu Baca: 2 menit

Dengan kekuatan pincang, Seto Nurdiyantoro memimpin PSIM menjamu Dewa United. Hasilnya sudah tertebak, PSIM gagal naik ke Liga 1. Namun, secara permainan, PSIM memberikan kejutan yang luar biasa. Kalah persiapan dengan dua tim sultan, Rans FC dan Persis Solo, nyatanya Seto menunjukkan ia masih bisa meramu tim PSIM dengan kolektivitas yang baik. Yah, perjuangan PSIM sudah baik, namun memang saya agak kecewa karena PSIM ndak jadi melakoni Derby Mataram di Liga 1 tahun depan. Padahal derby Mataram bagi saya adalah impian yang diidam idamkan.

Bukan Tim Besar,  Tapi…

PSS dan PSIM memang belum bisa disebut tim besar. Namun bagi saya, kedua tim ini selalu meninggalkan kesan. Bagi saya, PSS paling keren saat masih direkrut Marcelo Braga. Meski tak selalu menang di kandang, namun PSS selalu sulit dikalahkan. Bahkan saat itu tim bertabur bintang macam Persib saja harus bertekuk lutut.

Kebetulan saat itu PSIM masih agak terengah engah. Jadi pertandingan ini urung terjadi. Tapi sebagai penggemar bola pemula, saya ya penasaran dengan derby ini. Pengen banget tahu. Akhirnya, sempat ada derby, tapi terjadinya di Liga 2. Bahkan sempat berbau pengaturan skor ketika skor 3-2 terjadi tapi semuanya gol bunuh diri di tahun 2014. Itu adalah sebuah sejarah buruk dan saya gak mau memasukkan itu sebagai bagian dari sejarah derby Mataram. Buat saya, derby Mataram yang asli haruslah terjadi di divisi atas.

Derby Mataram di Liga 2

Ada kemungkinan Derby Mataram akan terjadi di Liga 2. Alasannya, PSS sangat kesulitan bersaing. Bisa jadi tim kebanggaan Sleman ini akan terdegradasi. Bahkan PSS kehilangan pemain seperti Irfan Bachdim yang sekarang moncer di Persis Solo. Kalau misalnya benar benar terjadi Derby Mataram di Liga 2 gimana? Saya masih gelo. Rasa rasanya ya panggung yang tepat ya harus pertandingan liga atas dong. Jangan yang di divisi dua.

Cuman, ya kalau misalnya yaa, misalnya aja Derby Mataram terjadi di Final Liga 2, okelah saya mungkin bisa menerima. Misalpun PSS harus degradasi tahun depan, seenggaknya saya berharap PSS berbenah. Jangan kayak musim ini yang mana pelatih silih berganti dan ada pemain pemain yang kontroversial. Begitupun PSIM, saat ini mereka berada di jalur yang tepat untuk membuat tim yang jago. Tinggal menambah beberapa amunisi saja agar mimpi bertanding di Liga 1 terwujud.

Eee..ndilalah tahun depan ada investor masuk. Siapa tahu ya…siapa tahu aja, PSS mendapat investor, pun PSIM. Jogja kan menarik. Kenapa tidak? Kalau benar begitu, Derby Mataram mudah mudahan menjadi lebih berkelas dan serame  Derby Jatim yang mempertemukan Arema dan Persebaya.

Mudah mudahan!

Baca juga :
Kapan Cristian Gonzales Berhenti?

Viva Asnawi! Daftar Pemain Yang Berposisi Sebagai Bunglon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini