Waktu Baca: 2 menit

Merayakan natal di gereja Santo Antonius Padua Muntilan selalu terasa istimewa. Gereja ini adalah gereja Katolik bersejarah di Jawa Tengah. Konon, Romo Van Lith memulai karya penyebaran ajaran Katoliknya di sini. Cara cara Romo Van Lith terhitung luar biasa. Ia mendorong budaya Jawa berakulturasi dengan nilai nilai Katolik. Ia juga banyak memberikan pendekatan yang inklusif dan meng’orang’kan warga sekitar. Tak heran, di Muntilan terbentuklah komunitas Katolik yang besar karena cara bersahabat Romo Van Lith. Hingga hari ini, nilai inklusivitas itu masih terus dipraktekan terutama dalam perayaan Natal di sini. Salah satunya adalah lewat perayaan Natal PIA dan Lansia di gereja ini.

Perayaan Natal PIA

Gereja Santo Antonius Padua Muntilan

Salah satu bentuk inklusivitas itu adalah dengan mengadakan misa khusus anak anak atau misa PIA ( Pembinaan Iman Anak-Red). Memang, situasi masih sulit karena adanya pandemic covid 19, namun dengan protokol yang ketat, maka perayaan natal PIA bisa terlaksana dengan baik.

Acara ini mengajak anak anak untuk mendalami makna Natal. Natal tak hanya soal hura hura dan tukar kado. Sebaliknya, Natal adalah titik balik permenungan mengenai kelahiran kembali. Lahir di sini tentu saja bukan lahir secara harafiah melainkan lahir kembali meninggalkan sifat sifat buruk dan takabur. Dengan begini, maka kita berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Selain memahami makna Natal, misa ini juga menjadi tempat anak untuk bersosialisasi. Bukan rahasia umum bahwa Natal telah membatasi interaksi banyak orang. Lewat misa Natal, anak anak belajar berkumpul kembali dengan kawan kawannya dan menjalin persahabatan yang berharga ke depannya.

Perayaan Natal Lansia

Gereja Santo Antonius Padua Muntilan juga mengadakan misa lansia atau misa lanjut usia. Misa ini berjalan dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa Jawa. Selain itu, ada iring iringan gamelan dan tembang Jawa untuk melengkapi kekhidmatan produk akulturasi iman yang khidmat ini.

Gereja Santo Antonius Padua Muntilan

Dalam perayaan ini, gereja menunjukkan keseriusannya untuk menghargai umat umat senior yang sudah banyak membaktikan diri dan pengalamannya dalam kehidupan sehari hari. Tanpa mereka, tak ada generasi muda. Karena itulah pengalaman pengalaman mereka harus kita hargai.

Sama seperti pada misa PIA, protokol ketat juga diberlakukan untuk menjamin keberlangsungan acara ini.

Pesan Moral

Gereja Santo Antonius Padua Muntilan

Dari gereja Santo Antonius Padua Muntilan kita belajar untuk menjawab kebutuhan banyak orang. Jangan terpaku pada diri sendiri. Berbagi adalah keharusan supaya kita benar benar bisa memahami makna Natal. Jangan sampai Natal hanya menjadi sarana berselebrasi semata.

Baca juga :
Lima Film Natal Terbaik Versi Saya

Belajar Mengampuni Tak Lekang Oleh Waktu

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini