Waktu Baca: 3 menit

Bagi saya, Hutan Pinus Puncak Kalilo Adalah Sebuah Harta Tersembunyi.

Hutan Pinus Mangunan masih jadi juara bertahan sebagai destinasi wisata pinus paling dikenal di DIY dan sekitarnya. Layaknya seperti nggak ada tandingannya, Mangunan terus menerima banyak pengunjung yang berasal dari berbagai macam daerah. Nama Pinus Mangunan selalu mendengung di telinga para pelancong yang mencari tempat sejuk buat ngedate, PDKT atau bahkan cuma sekedar kongkow bareng temen.

Tapi, buat aku yang berasal dari Wonosari, yang udah deketan sama Pinus Mangunan rasanya kok pengen pindah haluan. Berpisah dengan Pinus Mangunan buat cari, kalau kata anak Jaksel, Hidden Gems di tempat lain. Cerita perpisahanku sama Pinus Mangunan justru mempertemukanku dengan sebuah hutan pinus di Purworejo. Hutan yang bisa jadi milikku seorang dengan keindahannya. Namanya Hutan Pinus Puncak Kalilo.

 Setia Pada Kesejukannya

Puncak Kalilo

Hutan pinus buatku harus sepaket sama sejuk pas aku datang ke sana. Sayangnya, kalau terik dah dateng biasanya hutan-hutan pinus sering hilang sejuknya. Terik yang ada tepat waktu jarum jam nunjuk angka 12 juga rasanya ikut menguapkan materi-materi kuliah yang semingguan aku tongkrongi. Iya, aku tongkrongin aja, nggak aku baca Hehehe…

Dari semua hutan pinus yang aku datengin, aku akhirnya merasa klop sama Puncak Kalilo. Puncak Kalilo, meskipun diterjang terik di siang bolong, dia tetap setia sama kesejukkannya. Sejuk dan Puncak Kalilo kaya kamu sama dia yang nggak bisa dipisahkan. Ketika kamu menginjakkan kaki di Puncak Kalilo, hawa asri nan sejuk siap menyapa kamu sejak awal nggak akan pergi dan nggak akan bosan nemenin kamu di sana.

Angin yang datang di sana bisa aja bikin kamu ngantuk luar biasa. Bukan angin yang besar, tapi angin semilir yang bakalan melengkapi liburanmu di Puncak Kalilo. Dia seakan bersekongkol sama Pinus Puncak Kalilo buat bikin kamu terus-terusan ngerasa nyaman.

Angin Puncak Kalilo secara berkala dan kaya disengaja terus-terusan bikin kamu ngerasa segar. Ngerasa plong dan dengan lembut bikin semua rasa penatmu hilang seketika. Capek-capekmu menghadapi hari bakalan dibawa angin Puncak Kalilo pergi berganti sama sensasi healing yang asik.

View yang Menawan

Puncak Kalilo

Puncak Kalilo bukan cuma bersekongkol sama sejuk dan angin buat bikin kamu betah di sini. View Puncak Kalilo, yang notabene ada di atas bukit, juga nggak mau ketinggalan.

View Puncak Kalilo berupa pemandangan kaya persawahan dan pemandangan pepohonan yang rapi banget berbaris di bawah kaya anak lagi PBB. Hutan-hutan dan sawah di bawah Puncak Kalilo siap bikin pandanganmu bersih setelah semingguan ngadep laptop sama kerjaan. Prediksiku kalau kamu datang di pagi hari, kamu bakalan ngerasain negeri di atas awan tanpa perlu repot-repot ndaki gunung.

Kalau kamu sedang beruntung. Waktu sedikit mendung, bukan hujan yang datang ke kamu. Tapi justru kabut-kabut yang bikin wajah Puncak Kalilo berubah. Yang tadinya berpayung sama langit biru, Puncak Kalilo bikin kamu ngerasa kaya lagi hidup di negeri dongeng yang berkabut. Horror? Menurutku nggak. Kabut yang menyelimuti Puncak Kalilo nggak ada horrornya sama sekali dan justru jadi instagramable kalau kamu pengen nambah foto di feed.

Bisa Jadi Milikmu Sendiri

Puncak Kalilo

Puncak Kalilo kaya hidden gems di tengah pandemi. Beberapa kali aku ke sana aku nggak pernah ngeliat orang yang berkerumun kaya di pinus-pinus yang lain. Pas aku di sana aku ngerasa kalau pinus ini milikku seorang. Hahaha…

Puncak Kalilo sangat cocok buat kamu yang mau healing di tempat yang tenang dan teduh. Tempat yang nggak ada hiruk pikuk orang-orangnya. Lokasi yang kamu pengen hanya ada kamu (dan temanmu atau pacarmu). Tempat buat ngecamp juga ada di sini. Bahkan tempat yang cocok buat kamu waktu pengen menyendiri di alam tanpa harus repot mblusuk-mblusuk.

Tertarik? Puncak Kalilo cuma berjarak 45 menit sampai 1 jam dari kota Jogja kok. Nggak jauh kan? Kalau mau ke sana tinggal tanya ke mbah gugel dan dia bakalan bimbing kamu sampe ke Puncak Kalilo. Mbah Gugel dan Puncak Kalilo udah saling kenal kok.

Baca juga :
Sate Kambing Pak Rebo Muntilan Adalah Kenikmatan Yang Hakiki

Memulai Meramban, Menjadikan Gulma Sebagai Teman

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini