Waktu Baca: 2 menit

Akhirnya mimpi itu selesai. Indonesia yang memiliki skuad pas pasan, harus mengakui keunggulan Thailand. Passing berjalan buruk, kesalahan sentuhan sering terjadi dan pemain bermain dengan penuh beban. Hanya beberapa pemain yang layak mendapat kredit lebih seperti Asnawi Mangkualam, Fachrudin, Nadeo dan Ricky Kambuaya. Selebihnya Indonesia remuk dan sudah harus melupakan leg kedua. Dengan permainan yang begitu buruk, bahkan mencatatkan ball possession terendah di sepanjang gelaran AFF kali ini, Indonesia harus ikhlas. Namun dalam lima tahun ke depan, Indonesia bisa berbenah. Berikut adalah usulan yang harus dipertimbangkan PSSI untuk ke depannya.

Melakukan TC Jangka Panjang

Terbukti bahwa Indonesia tidak kompak meski bermain cukup ngotot. Untuk mengkompakkan Indonesia, saatnya Indonesia kembali ke program TC yang dibagi ke beberapa bulan. Tim yang ada sekarang mesti bertahan dan belajar kompak. Positioning dan passing harus jauh lebih baik dari apa yang kita lihat semalam. Sebenarnya kita sudah bisa melihat beberapa aksi individual. Namun ya hanya sampai di situ saja.

‘Memaksa’ Pemain Ke Luar Negeri

Pemain seperti Ricky Kambuaya bermain hebat dan berhasil menjalankan peran sebagai enganche bahkan defensive forward. Ricky tak hanya memiliki teknik bagus namun juga fisik yang kuat. Ia harus bermain di luar negeri. Entah itu Thailand atau bahkan Eropa. Persebaya mungkin harus rela melepasnya. Selain Ricky, pemain seperti Witan Sulaeman juga harus dipaksa keluar negeri. Hal ini untuk menambah pengalaman dan membuat mereka bisa memainkan sepakbola cerdas. Lihat saja Teerasil Dangda yang dapat menunjukkan permainan cantik tanpa harus banyak ‘mekso’.

Memperbaiki Liga

Indonesia memiliki kompetisi yang sangat bermasalah. Terlalu banyak faktor X yang mengganggu konsentrasi pemain. Mulai dari masalah politik, suporter hingga pengaturan skor. Liga harus menjadi industri, bukan tempat berkumpulnya masalah. Ya, itu kalau Indonesia benar benar pengen juara. Tapi kalau mau terus bermasalah ya sudah.

Membuka Sekolah Sepak Bola Berkualitas

Konon Vietnam mampu menguasai Asia Tenggara karena mengizinkan Arsenal membuka sekolah sepak bola terbaiknya di sana. Sementara itu SSB di Indonesia masih serba terbatas terutama soal fasilitas dan pengajaran. Hal ini benar benar perlu menjadi bahan refleksi bersama. Sudah banyak pelatih, termasuk Shin Tae Yong yang mengeluhkan teknik dasar pemain Indonesia yang sangat buruk. Rasa rasanya hal ini harus menjadi evaluasi.

Naturalisasi Lagi?

Ada pameo yang mengatakan bahwa menang itu harus dijadikan kebiasaan. Hal ini mungkin bisa menjadi bahan pemahaman pemain Indonesia. Selama ini Indonesia sudah ‘kebiasaan’ kalah di final Piala AFF. Ini jelas kebiasaan yang buruk. Mungkin Indonesia memang harus merekrut pemain dari luar negeri untuk menanamkan kebiasaan menang dulu. Setelah Indonesia terbiasa menang, baru kemudian Indonesia memperkuat style permainannya. Kalau tidak terbiasa menang ya bagaimana mau maju?

Baca juga :
Indonesia Adalah Negara Miskin Yang Ingin Juara

Viva Asnawi! Inilah Para Pemain Bunglon Sepertinya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini