Waktu Baca: 3 menit

Drama televisi Layangan Putus sedang menarik minat banyak orang. Drama yang dibintangi oleh Reza Rahadian, Putri Marino dan Anya Geraldine ini memang lekat dengan masyarakat kita. Gimana enggak? Masalah pelakor dalam kehidupan sehari hari menjadi konsumsi rumah tangga. Bahkan banyak orang merasa heran, kenapa kok seorang pria mau maunya dengan pelakor? Padahal ia mungkin memiliki istri yang pintar, cantik dan setia. Lha lalu kenapa si pria masih mencari orang yang mungkin gak sesempurna istrinya? Apakah karena pria memang terlahir brengsek seperti kata banyak orang? Sebagai pria saya enggak setuju. Masalahnya tidak sesederhana itu. Ya kita kadang senang melihat sesuatu dari luar tanpa menaruh diri kita di posisi pria yang berselingkuh. Bukan berarti saya pro-perselingkuhan, namun ada kalanya saya tergerak untuk memahami sesuatu dari sudut pandang lain. Layangan Putus dan kenyataannya pada kehidupan sehari hari sangat berbeda dari sudut pandang di serialnya.

Menikah Itu Penuh Tekanan

Suka tidak suka, menikah itu penuh tekanan. Mungkin rasanya indah ketika kita mengikatkan janji sehidup semati pada orang yang kita cintai. Padahal, kenyataannya, mengikatkan janji sehidup semati itu gak gampang. Maksud saya, kamu harus membuat keputusan bahwa kamu akan bersama dengan satu orang selama lamanya mau dia jadi kayak apa aja. Padahal, hakekat manusia kan berubah. Ini ‘kan sebenarnya pertaruhan yang besar.

Pria, sebagai mahluk yang dianggap harus kuat, kadang khawatir dengan hal ini. Namun mereka takut curhat dan menyampaikan bahwa ia sebenarnya tak yakin juga bakal betah dengan satu orang selama lamanya. Ini sebenarnya sangat manusiawi. Namun, lingkungan kita sering tak membolehkan pria menjadi jujur pada keinginannya sendiri.

Kadang Kesempurnaan Bukan Yang Kita Butuhkan

Saya kira semua orang mencari kesempurnaan. Namun, tidak semua orang butuh kesempurnaan. Salah satu sahabat saya senang menjadi tempat curhat. Ia menikah dengan seorang wanita yang sangat sensitif. Si wanita suka sekali ngrasani atau menjelekkan orang. Namun, dasarnya teman saya suka mendengarkan, maka ia memang membutuhkan wanita ini yang banyak orang cap sebagai tukang ngeluh.

Punya pacar cantik tapi kaku juga gak enak. Kita mau mengutarakan keinginan saja sulit, lha gimana mau punya hubungan yang langgeng? Tapi kadang lingkungan menekan dengan mengatakan bahwa : “Udah cantik, pinter lagi, kurang apa?” Padahal ya kurangnya itu tadi, kurang bisa membuat cowok nyaman. Karena gak bisa membuat cowok nyaman, ya akhirnya si cowok mencari kenyamanan di tempat lain.

Cowoknya Gak Nyaman Dengan Diri Sendiri

Inilah bodohnya cowok menurut saya. Ada cowok yang tidak merasa nyaman dengan dirinya sendiri. Ia punya citra diri yang buruk. Karena itulah, ia kadang merasa tidak pantas memiliki pasangan yang baik. Makanya, seringkali tanpa sadar, ia terus memilih pasangan yang bermasalah. Kadang pria macam ini tidak bisa membedakan yang namanya menerima ketidaksempurnaan dan menyiksa diri sendiri. Mereka memiliki pasangan bermasalah tapi tak mau merevisi keputusannya.

Ini jugalah yang terjadi pada kasus pelakor. Banyak cowok merasa dirinya memang enggak pantas mendapat pasangan yang sempurna. Ia malah mencari orang bermasalah. Salah satu contoh dapat kita saksikan dalam film Crazy Rich Asian.

Buat cewek, kalau mendapat pasangan yang seperti ini, sebaiknya renungkan dulu. Apakah worthed untuk menjalani kehidupan dengan pria yang tidak nyaman dengan dirinya sendiri? Masalahnya kalau kita berusaha merubahpun seringkali hanya berakhir dengan kekecewaan. Emang orangnya begitu.

Memang Tidak Cocok Saja

Kemungkinan terakhir adalah bahwa cowok mencari pelakor meski punya istri sempurna ya karena ia gak cocok aja dengan istrinya.

Banyak orang susah menerima bahwa kita dan pasangan bukan orang buruk. Emang gak jalannya aja untuk bersama. Setelah pisahpun tak perlu lanjut dengan berantem atau saling putus kontak. Terima saja dengan dewasa bahwa sebuah hubungan memang tidak mean to be. Lebih baik tetap berjalan dan memulai hal baru sambil belajar dari kegagalan hubungan yang lama.

Kesimpulannya?

Ya jadi kesimpulannya kadang cowok sama rumitnya dengan cewek. Cowok juga manusia yang gagal memahami dirinya seperti cewek. Memang, kemampuan untuk memahami diri sangat berharga. Kalau kita nggak konsisten ya susah.

Gambar oleh : Aaron Burden

Baca juga :
Kuliah di UNY Berhadiah Pacar? 

Melihat Doddy Sudrajat, Emangnya Bisa Orang Tua Nggak Sayang Anak?

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini