Waktu Baca: 3 menit

“Ketika satu pintu tertutup, maka akan ada pintu lain yang terbuka., namun kita sering menatap pintu yang tertutup itu begitu lama dan begitu sedih, sehingga kita tak menyadari ada pintu lain yang terbuka lebar bagi kita”, kalimat tersebut diungkapkan oleh seorang tokoh bernama Alexander Graham Bell. Melupakan adalah bagian dari hidup. Terkadang kita lupa membalas pesan seseorang, lupa jadwal sehari-hari, dan lupa telah berjanji sesuatu. Tetapi, yang terberat adalah melupakan seseorang dan segala memori di masa lalu. Ketika kita lupa hal-hal kecil seperti handphone, kunci mobil, atau buku; kita bisa dengan mudah menemukannya kembali, atau merelakannya. Namun kita tidak dapat dengan mudah menghapus ingatan terkait seseorang atau memori di masa lalu. Misalnya, ketika kita putus dengan pacar, kita tidak hanya dituntut untuk melupakan ‘dia’ saja tetapi juga dengan sederet perasaan, kenangan, dan impian. Termasuk juga melupakan seseorang dengan sadar, bisakah?

Banyak hal persoalan yang mungkin membuat kita kesal, apa yang telah terjadi di masa lalu terkadang memantik kesedihan dibenak kita, oleh karenanya melupakan adalah pilihan yang paling baik. Namun masalahnya adalah melupakan tidak semudah membalik telapak tangan, melupakan butuh proses.

Banyak orang bilang kalau mereka sudah berusaha melupakan seseorang, apakah benar mereka ingin melupakan? Ketika seseorang terus-menerus berkata “aku akan melupakan dia” maka ia sebetulnya sedang memancing ingatannya sendiri. Biasanya seorang yang demikian tidak akan pernah melupakan apa yang ingin ia lupakan. Nyatanya, kita tidak bisa memaksa diri untuk lupa.

Mekanisme memori manusia

Memori pada manusia diibaratkan seperti komputer. Manusia akan memasukkan ingatan, menyimpan ingatan, dan mengambil kembali ingatan tersebut. Salah satu yang membuat manusia melupakan ingatan adalah karena ada ingatan-ingatan baru dalam memori jangka panjang yang mendesak atau menggangu kemampuan manusia untuk mengambil ingatan lama tersebut. Ketika seseorang sudah melakukan perhatian yang selektif terhadap hal baru, ingatan yang lama akan terdesak secara otomatis dan pada akhirnya akan terlupakan dengan sendirinya.

Misalnya, seperti saat kita bisa mengabaikan kenangan-kenangan buruk pada masa lampau karena ada seseorang yang dekat dengan kita pada masa kini.

Pentingnya Kemampuan Melupakan

Melupakan sudah menjadi hal yang sangat wajar. Otak akan melupakan apa yang sudah dianggap tidak penting lagi di masa kini. Semakin bertambahnya usia seseorang, ingatan nya akan terus diperbarui. Terkadang, ingatan diubah seiring berjalannya waktu agar manusia selalu merasa nyaman. Selain itu, dengan melupakan kita akan bisa lebih fokus dengan apa yang kita kerjakan saat ini sehingga kita bisa menyusun rencana masa depan dengan lebih baik. Melupakan juga akan membuat kita untuk terus mencoba hal baru.

“Menuju tak terbatas dan terus melampauinya”

Kalau kalian penggemar film “Toy Story” pasti kalian tak asing dengan kalimat itu. Yap, benar. Dengan adanya kemampuan melupakan, kita akan terlepas masa lalu yang menyedihkan dan bahkan kita akan terus menuju tak terbatas dan bahkan melampaui apa yang sudah kita miliki sebelumnya.

Lalu gimana ya kalau kita tidak memiliki kemampuan melupakan? Kemungkinan kita akan  terbelenggu dari ingatan masa lalu yang memilukan. Ada juga sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa orang yang terlalu terikat pada masa lalu dan tak bisa melupakan akan merasa sulit untuk hidup dan menjalani masa kini.

Lalu, bagaimana cara melupakan?

Melupakan bukan bagian kesadaran. Jangan pernah menggunakan kesadaran untuk melupakan, termasuk dalam melupakan seseorang dengan sadar. Sebagai contoh, orang yang melakukan banyak usaha agar bisa melupakan seseorang justru akan terus teringat dan sulit terlepas bukan? Mengapa? Ya karena orang tersebut melupakan dengan sebuah kesadaran. Otak manusia memang sudah didesain untuk melupakan ingatan yang buruk dengan sendirinya, asalkan ada hal-hal penting baru yang menjadi fokus seseorang.

Jalan terbaik untuk melupakan adalah dengan menyibukkan diri sendiri.

Menyibukkan diri akan membuat kita lebih terfokus pada hal-hal yang sedang kita kerjakan saat ini sehingga ingatan-ingatan lama dalam memori otak manusia akan tergantikan dengan ingatan-ingatan yang baru, seperti kesibukan-kesibukan yang sedang dijalani masa kini. Kita bisa menyibukkan diri dengan hal-hal yang positif seperti misalnya menulis, bermain musik, berbagai macam organisasi, dan yang lainnya. Gimana? Sudah siap melupakan seseorang dengan siap sadar?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini