Waktu Baca: 2 menit

“I lose u but i find me, so i win.” Mungkin mudah saja bagi kita untuk mencintai seseorang, bahkan dengan hitungan detik. Seperti embel-embel cinta pada pandangan pertama. Tapi mungkin tidak semua dari kita yang bisa mencintai dirinya sendiri. Banyak dari kita yang selalu meremehkan, mencaci, bahkan benci pada dirinya sendiri. Emm bagaimana bisa mencintai orang lain dahulu ketimbang mencintai diri sendiri? Nah, Artikel ini akan mengupas apa itu sebenarnya  dan bagaimana untuk membangun self love.

Konsep self-love.

Tak jarang orang yang salah mengartikan mengenai pengertian self-love. Banyak yang mengganggap bahwa self-love tak jauh dari narsisisme ataupun egois. Self-love dengan narsisisme sudah menjadi dua konsep yang sangat berbeda. Narsisme adalah sikap bangga yang berlebihan terhadap diri sendiri atau bisa kita sebut terlalu pede. Orang yang berperilaku narsisme cenderung haus akan pujian dan perhatian dari orang lain. Mereka butuh pengakuan dari orang lain dan cenderung tak memiliki empati. Atau dengan kata lain, orang yang berperilaku narsisisme akan menggunakan orang lain sebagai “cermin” untuk mendapatkan rasa harga diri. Narsisisme merupakan proyeksi dari orang yang cenderung kurang memiliki harga diri, sedangkan self-love tumbuh dari rasa aman terhadap diri sendiri serta harga diri yang kuat. Narsisisme akan memunculkan sikap egoisme, sedangkan self-love tidak.

 Self-love atau mencintai diri sendiri, bisa didefinisikan secara luas, tergantung bagaimana kita mempersepsikan bagaimana itu “cinta”. Secara umum, self-love dapat diartikan sebagai rasa bangga, aman, dan menerima atas kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Self-love melibatkan rasa hormat terhadap kondisi fisik, emosional, serta mental diri sendiri.

Self-love itu dibangun dari diri sendiri, bukan dari orang lain. Lalu gimana sih buat membangun self love itu sendiri? Berikut beberapa kebiasaan yang dapat kamu lakukan untuk membangun self-love:

 Jangan berbohong pada diri sendiri.

Berbohong pada diri sendiri akan menyiksa dirimu sendiri. Jangan pernah memuaskan orang lain dengan hal-hal yang tak kamu sukai lain hanya karena mereka temanmu. Jadilah diri mu sendiri. Katakanlah “tidak” jika memang itu membuat kamu tak nyaman. Berbohong pada diri sendiri akan memunculkan derita batin. Merasa tak nyaman pada diri sendiri bisa jadi menjadi tanda bahwa kamu berbohong pada diri sendiri. Lakukanlah apapun yang memang sesuai dengan kehendakmu. Berkata dan bertindak lah sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Jika kamu terus berbohong pada diri kamu sendiri, kehidupanmu akan diwarnai oleh kecemasan, ketakutan, serta kepercayaan diri yang hilang.

Menghindari hubungan toxic.

Menyelam ke dalam hubungan toxic merupakan salah satu cara untuk meracuni diri sendiri secara perlahan. Kamu hanya akan menyakiti diri sendiri ketika kamu berada di hubungan yang toxic. Terkadang orang hanya memanfaat kehadiran seseorang hanya untuk kebahagiaannya saja. Hubungan yang baik adalah hubungan yang saling memperkembangkan. Jangan pernah takut untuk memutus hubungan dengan orang yang membuat kamu sama sekali tidak bahagia. Cukup memutus hubungan saja, bukan membencinya.

Berpikirlah positif.

“Masa gini aja ga bisa sih, lemah banget sih aku.”

Jangan pernah menanamkan pikiran-pikiran negatif pada diri kamu sendiri. Bagaimana diri kamu menjadi adalah seperti apa yang kamu katakan kepada diri kamu. Sadarlah dan terima lah bahwa kamu memiliki kekurangan. Jangan pernah memaksa diri sendiri untuk bisa seperti orang lain.  Terkadang, penting untuk mengapresiasi diri sendiri atas apa yang telah diri kamu kerjakan.

Nah, jadi kalau dipikir-pikir membangun self love itu tentang bagaimana kita memajukan diri sendiri tetapi bukan dengan mengorbankan orang lain. Semoga dengan melakukan beberapa kebiasaan diatas kamu dapat belajar bagaimana mencintai diri sendiri.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini