Waktu Baca: 2 menit

Seingin apapun Indonesia ingin menjuarai piala AFF, sesial itu juga nasib Indonesia. Sejauh ini, Indonesia belum pernah memenangi kejuaraan paling bergengsi di Asia Tenggara ini. Indonesia lebih sering kalah dengan cara menyakitkan. Berikut ini adalah beberapa pertandingan terburuk Indonesia di final Piala AFF yang membuktikan nasib buruk Indonesia cukup pelik untuk dirubah.

Final Piala AFF 2002

Indonesia datang ke piala AFF 2002 dengan skuad yang diragukan. Pelatih Ivan Kolev juga bukan pelatih yang memiliki jam terbang tinggi. Benar saja, Indonesia memulai babak grup dengan seri melawan Myanmar. Namun, perlahan Garuda bangkit dan berhasil menghajar Filipina 13-1 di akhir fase grup. Setelah melewati adangan Vietnam di Semifinal, Indonesia berhadapan dengan Thailand. Sempat tertinggal 2-0, Indonesia berhasil menyamakan kedudukan hanya untuk kalah mengenaskan di adu penalti. Di sinilah kisah nasib buruk Indonesia bermula.

Final Piala AFF 2004

Indonesia mencoba mencari cara instan dengan merekrut pelatih Thailand. Kali ini Peter White yang merupakan legenda Aston Villa menjadi pelatih merah putih. Bermain ganas dengan motor seorang pemain muda non-profesional bernama Boaz Solossa, Indonesia menghentak dengan permainan tajam dan menghibur. Sayangnya, Boaz mengalami cedera dan gagal membela Indonesia di final melawan Singapura. Di atas kertas, Indonesia harusnya unggul, namun akhirnya kalah mengenaskan juga. Nasib yang buruk inipun berlanjut.

Final Piala AFF 2010

Indonesia mencoba bangkit bersama Alfred Riedl setelah Peter White gagal total di Piala AFF 2007 dan Benny Dollo hanya mampu sampai di Semifinal di tahun 2008. Pada turnamen ini, Indonesia memutuskan untuk memakai dua pemain naturalisasi, Cristian Gonzales dan Irfan Bachdim. Keduanya berhasil menjadi motor kesuksesan Indonesia. Seharusnya, final menjadi mudah bagi mereka. Namun Indonesia malah melakukan banyak blunder di leg pertama. Tak hanya itu, keterlibatan stasiun TV milik Aburizal Bakrie yang menyorot timnas secara berlebihan juga dituding menjadi penyebab kegagalan ini. Terakhir, ada dugaan pertandingan ini menjadi ajang pengaturan skor. Final ini merupakan yang terburuk dalam sejarah Indonesia, apalagi Indonesia kalah dari rival tetangga yang sebenarnya cukup lemah dalam piala AFF ini.

Final Piala AFF 2016

Indonesia baru saja menyelesaikan sanksi FIFA. Kali ini mereka datang dengan skuad compang camping. Bahkan pelatih Alfred Riedl hanya boleh memilih dua pemain dari setiap klub. Benar saja Indonesia kalah di laga pembuka. Kemudian akhirnya Indonesia berhasil lolos dari fase grup dengan susah payah. Indonesia lalu masuk ke fase final untuk melawan Thailand. Namun Thailand yang bermain dengan Tiki Taka terlalu kuat Indonesia. Bahkan pada leg kedua, pemain Indonesia Abduh Lestaluhu mendapat kartu merah karena menendang bola ke bangku cadangan Thailand.

 

Final Piala AFF 2021 ?

Bayang bayang kekalahan cukup kuat. Bagaimanapun juga yang Indonesia hadapi di atas kertas lebih kuat, entah itu Vietnam/ Thailand. Untuk mengalahkan Thailand, Indonesia membutuhkan keberuntungan dan kedisiplinan tingkat tinggi. Meski Indonesia cukup subur, namun kelebihan Indonesia adalah pertahanan dan fisik yang jauh lebih kuat. Mampukah Garuda membuat kejutan? Kita tunggu saja hasilnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini