Waktu Baca: 2 menit

Apakah kamu pernah melihat seseorang berkali-kali mengunci pintu? Atau bahkan berulang-ulang mencuci tangannya meskipun tangannya bersih? Tingkah laku repetitif tersebut, bisa jadi mencirikan seseorang yang menderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Eh tapi tunggu dulu, bukan berarti orang yang teratur dan menyukai kebersihan menderita OCD ya. Terdapat banyak salah kaprah di kalangan masyarakat mengenai apa itu sebenarnya OCD. Yuk simak artikel ini agar kamu bisa mengetahui lebih lanjut bagaimana orang yang menderita OCD.

Apa itu OCD?

Obsessive Compulsive Disorder (OCD) merupakan gangguan kecemasan yang lebih memperhatikan pikiran tak terkendali dan berulang (obsesif) serta tindakan berulang-ulang (kompulsi) dengan menghabiskan banyak waktu. Pikiran yang obsesif akan menjadi sangat kuat dan persisten sehingga memunculkan tindakan kompulsif. Perlu kamu ketahui, tindakan kompulsif yang dilakukan penderita ODC, tidak hanya dilakukan sesekali dua kali saja. Namun, hingga berpuluh-puluh kali dan dilakukan tanpa tujuan.

Gejala-gejala yang sering terjadi penderita OCD ini seperti mencuci tangannya berkali-kali hingga terluka dan mengecek pintu yang sudah terkunci berulang-ulang. Biasanya mereka juga menyukai sesuatu yang terorganisir, misalnya seperti membeda-bedakan barang sesuai dengan warna masing-masing. Penderita gangguan OCD ini percaya bahwa tindakan kompulsifnya akan mengurangi kecemasan dan mencegah terjadinya peristiwa yang menakutkan

Penyebab OCD.

Sampai saat ini,penyebab OCD ini belum diketahui secara pasti. Namun, penelitian telah menemukan bahwa kombinasi antara faktor biologis dan faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan OCD. Pada faktor biologis dipercaya adanya ketidakseimbangan neurotramsmitter atau cairan kimiawi otak yang mengubah fungsi otak sehingga memunculkan gejala OCD.

Lalu ada faktor lingkungan, seperti dogma atau nilai-nilai yang tertanam kaku pada penderita OCD atau bahkan pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan pada masa lampau yang memunculkan gejala OCD tersebut. Selain itu, ditemukan juga bahwa OCD dapat disebabkan karena terinfeksi, yaitu infeksi bakteri streptokokus. Belum diketahui juga secara pasti apakah infeksi tersebut yang menyebabkan OCD atau hanya memicu gejala OCD.

Gangguan kecemasan ini bisa terjadi pada siapapun, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Orang yang mudah cemas, perfeksionis, dan rapi cenderung rawan terkenan OCD.

Dampak gangguan OCD

1.Mengganggu kehidupan sehari-hari

Pemikiran yang obesif dan kegiatan yang kompulsif mungkin sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan tindakan secara berulang-ulang, akan menyita banyak waktu. Seperti contohnya, ketika akan berangkat kerja, kamu harus mengecek pintu yang sudah dikunci secara berulang-ulang dan membuat mu terlambat masuk kerja. Jika tidak bisa dikontol, pikiran obsesif tersebut akan membuat kamu sulit berkonsentrasi dan akan membuat capek.

  1. Mengganggu hubungan sosial

Gangguan OCD juga berdampak pada hubungan sosial kamu. Dengan sikap obsesif kamu yang kuat bisa jadi akan membuat orang lain tersinggung. Misalnya seperti kamu bertemu dan bersalaman dengan orang lain. Lalu kamu merasa bersalaman dengan orang lain akan membuat kamu terkontaminasi segala macam kuman atau bakteri, sehingga kamu mencuci tangan mu secara berulang-ulang. Jika orang lain tak mengetahui kamu menderita OCD, bisa saja mereka akan merasa tersinggung dan tak nyaman karena sikap kamu yang terlalu obsesif dan kompulsif.

  1. Menjadi terlalu cemas dan stress

Obsesi pada penderita OCD ini biasanya membuat mereka tak lepas dari kecemasan atau ketakutan. Pikiran yang obsesif dan tidak terkontrol tersebut akan memaksa untuk melakukan tindakan kompulsif , sehingga akan menimbulkan stress dan mengganggu fungsinya dalam kehidupan sehari-hari. Orang-orang dengan gangguan ini, akan selalu berusaha menekan pikiran-pikiran yang mengganggu tersebut. Namun, seringkali dengan konsekuensi yang tidak mengenakkan.

Misal kamu adalah orang yang sering mencuci tangan atau sangat menjaga kebersihan, atau bahkan sikap perfeksionis, belum tentu loh ya kamu menderita OCD. Untuk mendapatkan diagnosis yang pasti tentang gangguan OCD, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter. Jadi jangan langsung melabell diri sendiri menderita gangguan OCD yaa

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini