Waktu Baca: 3 menit

Beberapa waktu lalu saya pernah membahas mengenai bu Janti Wignjopranoto dan filosofi makanannya. Saya sendiri mengakui, untuk bisa mengikuti gaya hidup Bu Janti masih jauh panggang dari api. Kalau mau jujur, waktu dan tenaga selalu menjadi alasan dan pembenaran mengapa kita tidak bisa seefektif Bu Janti. Namun, berbeda halnya dengan di Singapura. Ada suatu rumah makan yang membantu kita untuk menjalani gaya hidup sesuai yang bu Janti idealkan. Namanya adalah Poke Theory Singapura.

Makan Bak Pelangi

Poke Theory Singapura

Di Poke Theory Singapura, mangkok makanan kita terlihat bak pelangi. Ada berbagai macam jenis makanan dengan berbagai pilihan warna. Warna yang saya maksud tentu bukan dari pewarna. Warna ini muncul dari banyak variasi hidangan yang dapat kita temukan.

Saat datang kita akan mendapat pertanyaan, mau mangkuk ukuran apa? Karena menurut saya ukuran kecil tidak akan mengenyangkan, saya memilih ukuran regular. Setelah itu, untuk karbohidratnya, mereka membiarkan saya memilih dari berbagai pilihan. Tapi saya meminta tolong seorang pelayan dari Thailand untuk memilihkan yang paling laris. Akhirnya ia memilihkan nasi sushi. Nasi sushi dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat rendah gula meski ia punya daya rekat yang kuat. Konon nasi sushi adalah rahasia mengapa orang Jepang bisa tetap kurus kurus meski konsumsi nasinya jumlahnya sama dengan kita.

Setelah karbohidrat, saya memiliki kesempatan untuk memilih berbagai macam jenis sayur yang ada di meja. Jujur, pilihannya sangat banyak. Tapi saya ingat lagi kata Bu Janti bahwa yang terpenting adalah membuat piringmu berwarna warni. Maka, saya ingin memastikan bahwa sayur yang ada juga berwarna warni. Kebetulan, pilihan di Poke Theory memungkinkan hal itu terjadi.

Beberapa menu sayur yang saya pilih adalah rumput laut. Kemudian ada wortel yang dijulianne, selanjutnya saya memilih ketimun potong dadu. Tak lupa ada buah bit dengan irisan tipis serta nanas dan kimchi. Soal nanas, secara mengejutkan, rasa nanas itu cocok dengan nasi sushi. Rasa asam nanas membuat rasa nasi menjadi unik.

Memilih Protein

Mungkin memilih protein adalah bagian yang menyenangkan karena banyak daging tersedia di sini. Ada tuna, salmon dan seterusnya. Karena saya sedang dilayani oleh orang Thailand, kamipun sepakat bahwa makanan seperti ini cocoknya dimakan bareng daging ikan. Saya lalu memutuskan daging tuna dan salmon sebagai pilihan protein saya.

Selain tuna dan salmon, masih banyak pilihan daging sehat lainnya seperti dada ayam. Jadi bagi kamu yang tidak suka ikan, jangan khawatir.

Setelah memilih menu menu yang ada, saya menambahkan almond bakar. Almond bakar memiliki rasa yang unik dan tekstur. Saat makan memang sebaiknya tetap harus ada teksturnya. Jika tidak, kita tidak akan kuat berlama lama dengan makanan sehat. Setelah selesai, mari kita coba! (Dengan gaya Sisca Kohl).

Poke Theory Singapura

Komentar Saya

Makan sehat tak pernah seenak ini. Apalagi ada pilihan Honey Shoyu sebagai pelengkap dari bowl yang kamu miliki. Kalau enggak suka Honey Shoyu, masih ada pilihan saus lainnya. Bagi saya, makan ini rasanya enggak eneq dan sesuailah sama saya. Kalau tiap hari saya harus makan ini juga tidak masalah. He…he…

Sayangnya, di Indonesia, Poke Theory belum ada. Adapun saya kira harganya akan cukup pricy. Tapi mari berpikir positif, manfaat dari bowl milik Poke Theory ini memang sebanding dengan harganya. Saya akan menyarankan anda yang ada di Singapura untuk mencoba makanan ini.

Baca juga :
Memulai Meramban, Menjadikan Gulma Sebagai Teman

Kebun Kopi Bintang : Hidden Gem di Salatiga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini