Waktu Baca: 2 menit

Layaknya politisi manapun, nampaknya perlu sekali dalam 100 harus ada program yang kelihatan jelas. Nah, akhirnya Gibran menelurkan program yang wah dalam 100 hari pertamanya. Ia, dengan perantaraan adiknya, Kaesang Pangarep berhasil membawa Persis juara. Mengingat Persis pernah di titik nadir sampai salah satu pemainnya meninggal gak digaji, ini adalah prestasi yang luar biasa.

Bertabur Bintang

Persis Solo setelah diakusisi konsorium Kaesang dan Erick Thohir memang tampil beda. Mereka merekrut bintang demi bintang untuk memperkuat tim. Beberapa bintang yang hadir adalah Beto Goncavalves dan Irfan Bachdim. Tak hanya itu saja, Persis Solo juga memiliki amunisi lain macam Abduh Lestaluhu dan Fabiano Beltrame. Mereka mereka ini sebenarnya adalah pemain yang layak tampil di Liga 1. Namun, karena mempercayai visi Kaesang dan timnya, mereka memutuskan untuk main di kasta kedua dan kini kembali ke habitatnya. Luar biasa.

Manajemen Apik

Tim Persis Solo hari ini bukan tim ecek ecek. Manajemennya teratur dan banyak sponsor yang mampir. Bagaimanapun status sebagai tim milik anak Presiden jelas beda nilai jualnya. Namun, Persis Solo mau gak mau harus bersyukur karena ada Rans FC dan Dewa United. Dua tim ini juga ikut menaikkan nilai Liga 2 sehingga Persis mudah menggaet sponsor

Kemenangan Gibran

Gibran sebagai walikota Solo/Surakarta ikut merasakan berkahnya. Juara kompetisi apalagi nasional sering dianggap sebagai salah satu keberhasilan kepala daerah. Nah, setelah memenangkan Liga 2, Gibran seenggak enggaknya bisa menjawab kalau kalau ada yang menanyakan apa saja perubahan Solo di bawah Gibran.

Memang efek prestasi bola terlalu lama, tapi seenggaknya bisa buat buying time sembari Gibran menyiapkan program yang lebih nyata. Ndak masalah.

Masa Depan Persis?

Saya kira di Liga 1, Persis gak akan menargetkan bertahan. Pastinya, dengan investasi dan manajemen jempolan, Persis inginnya juara Liga 1. Meski jujur saja itu tidak mudah, saat ini di Liga 1 ada beberapa kekuatan tradisional seperti Persija, Persib dan Persebaya yang konsisten. Belum lagi ada Bali United yang saat ini menjadi klub terbaik Indonesia. Jalannya berat, namun kecil kemungkinan Persis bakal diam saja.

Rekrut Kambuaya?

Kelemahan Persis mungkin di lini belakang dan tengah yang belum begitu padu. Namun dengan dana super dan posisi juara Liga 2, Persis bisa mulai mengincar pemain top. Salah satu yang mungkin bisa menjadi pertimbangan Persis adalah Ricky Kambuaya. Ricky adalah pemain unik yang bisa memainkan peran enganche. Dia bisa menjadi nomor 10 sekaligus benteng pertahanan pertama, siapapun yang memiliki Kambuaya sangat beruntung. Apalagi Kambuaya sudah lama hidup di Jateng saat membela PSS Sleman. Gimana Persis?

Untuk bek, Persis yang masih kurang kuat dalam menghadapi crossing bisa merekrut Fachruddin Aryanto yang memiliki kemampuan baik dalam bola udara dan crossing. Daftar ini masih bisa terus bertambah.

Jadi gimana Persis? Yang jelas semakin tinggi prestasi Persis, semakin banyak waktu yang akan dimiliki oleh Gibran.

Cus!

Baca juga :
Kapan Cristian Gonzales Berhenti?

Cara Thailand Mengalahkan Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini