Waktu Baca: 2 menit

Kalau Liverpool disebut sebagai music Rock, maka Manchester City adalah musik Jazz. Kalau Thailand disebut mirip City, maka Vietnam adalah music Rocknya. Lha dimana posisi timnas Indonesia di AFF Cup 2021? Tidak usah kaget, Indonesia datang bukan untuk main musik, Indonesia datang untuk juara di AFF Cup 2021. Edan!

Perjuangan timnas Indonesia ini sering banyak disama samakan dengan Atletico Madrid jaman Diego Costa tahun 2013. Sepakbola yang hadir bukan untuk menghibur apalagi kok bermain dengan anggun. Enggak! Atletico hadir dengan intimidasi kuat, kalau perlu agak main keras bahkan ‘nakal’. Tapi toh buktinya mereka juara. Meski kemudian ada sindirian dari Jurgen Klopp dan pelatih top lainnya, Atletico Madrid tak bergeming. Emang gini cara main kita! Begitu mungkin pikir dari pelatih Atletico, Diego Simeone.

Jangan Biarkan Bernafas!

Timnas Indonesia di AFF Cup 2021

Ya, Atletico dan Timnas Indonesia di AFF Cup 2021 memiliki kesamaan, bermain intens dan tak memberi kesempatan untuk bernapas. Kebetulan fisik pemain timnas juga jauh lebih baik, jadi gaya bermain itu mendapat dukungan.

Ricky Kambuya yang bermain sebagai gelandang serang saja berani menekan. Ini membuat kebingungan pemain lawan. Di satu sisi mereka mau menyerang, tapi di sisi lainnya mereka sadar bahwa tekanan terlalu berat dan kesalahan bisa terjadi. Ketika kesalahan terjadi, duer tiba tiba Indonesia sudah membuat gol. Gila bener!

Sementara itu, bek bek Indonesia seperti Rachmat Irianto dan Asnawi Mangkualam juga keras. Asnawi terutama, bisa bermain bak Dani Alves, naik turun, mengoper bola, bertahan dan merepotkan musuh. Jelas tidak mudah bagi lawan lawan Indonesia menghadapi tim yang—mohon maaf—nggilani seperti ini.

Toh, mau kata orang kita main kungfu atau apapun itu, kita masih berjaya sampai hari ini. Dan lagi tak ada kartu merah yang kita terima. Meminjam istilah anak muda, so what gitu lhoh?

Melaju Jauh Tapi Apa Bisa Juara

Nah, kekhawatiran terbesar mungkin adalah kemampuan kita menjadi juara. Ya, tim tim dengan gaya seperti kita macam Atletico Madrid atau Bolton Wanderers terbukti bisa melaju jauh tapi belum tentu juara. Masalahnya apa?

Satu, kadang gaya bermain ini menguras terlalu banyak fisik. Saat lawan lengah kita mungkin malah gak bisa memanfaatkan dengan baik. Atau jangan jangan, sebelum lawan lengah, kitalah yang sudah lengah terlebih dahulu. Gak lucu juga kan?

Dua, striker opportunis sangat penting dalam skema ini. Mungkin Shin Tae Yong baru mikir juga kalau nggak ada salahnya membawa Spaso ke timnas. Sebab, Spaso sangat opportunis. Dengan penyerang yang ada sekarang, Indonesia sering gagal memanfaatkan celah celah kecil yang sebenarnya lumayan gitu lhoh.

Tiga, ketika sudah mencapai babak knock out, strategi yang penting enggak kalah susah untuk kita terapkan. Mau enggak mau ya harus cari celah untuk menang dan bikin gol. Artinya kita harus bermain rada terbuka. Nah, kalau kekompakan kurang dan kita lengah, peluang untuk terhajar sangat besar.

Jadi, gimana Indonesia?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini