Waktu Baca: 3 menit

Mungkin beberapa dari kita lebih kenal civil war dengan pertengkaran antara kubu Iron Man dan Captain America. Ternyata, civil war ini benar-benar terjadi di Amerika Serikat. Bahkan terkenal sebagai salah satu konflik terbesar dalam sejarah. American Civil War terjadi selama 4 tahun lamanya. Konflik antara Amerika Serikat bagian utara dan bagian selatan (yang kemudian memerdekakan diri dengan nama konfederasi) berhubungan sama kasus perbudakan. Kira-kira bagaimana ceritanya ya?

Berawal Dari Perbedaan Perkembangan Ekonomi

Amerika Serikat selalu kita kenal sebagai negara bebas bukan? Di mana pemerintah sangat menjamin kebebasan masyarakatnya. Bahkan saking bebasnya kamu bisa mendirikan agama baru di sana. Menarik ya? Hahaha…

Tapi, karena adanya perbedaan perkembangan ekonomi di Amerika Serikat bagian utara dan selatan, kebebasan ini jadi menumbuhkan konflik. Istilahnya conflict of rights. Hal ini terjadi karena daerah utara yang lebih maju mulai nggak membutuhkan budak seperti selatan. Pihak utara yang mulai berpendidikan berpikir untuk menghapuskan perbudakan. Hal ini juga karena pekerjaan daerah utara yang udah mulai meninggalkan penggunaan budak.

Sedangkan di selatan, karena belum semaju daerah utara mereka masih bekerja secara tradisional. Salah satunya adalah penggarapan lahan. Pekerjaan ini pastinya membutuhkan budak sebagai penggarapnya. Semakin tinggi budak yang mereka miliki semakin tinggi juga produksi dan pendapatan mereka.

Conflict Of Rights

Adanya perbedaan kemajuan dan ekonomi membuat pihak selatan merasa terganggu dengan sudut pandang Amerika Serikat di bagian utara. Mereka merasa sisi utara nggak memahami hak mereka buat memiliki budak. Perbedaan sudut pandang hak ini juga bisa kita artikan adalah produk dari kepentingan. Atau bisa kita terjemahkan juga sebagai momen ketika hak salah satu pihak bertentangan dengan pihak lainnya. Conflict of rights di American Civil War adalah pertentangan antara hak hidup budak yang diperjuangkan bagian utara dengan hak memiliki budak yang ada di daerah selatan.

Kemenangan Abraham Lincoln

American Civil War mulai mendekati puncak ketika Lincoln yang memperjuangkan kebebasan budak memenangi pemilihan presiden Amerika. Bagian selatan yang masih bergantung sama budak mengalami kepanikan. Mereka yang menganggap budak adalah aset khawatir kalau Lincoln “memaksakan kehendak” buat menghapus perbudakan. Sayangnya, pihak selatan yang merasa terancam akhirnya memisahkan diri dan membentuk negara konfederasi. Selanjutnya, mereka membentuk pasukan perang karena berpikir bahwa hak mereka atas budak harus diperjuangkan dengan perang. Perang melawan Lincoln dan pihak utara.

Kemenangan Selatan yang Di Depan Mata

Pihak selatan yang akhirnya mengobarkan perang melawan pihak utara mengincar ibu kota Washington DC. Bukan tanpa alasan, mereka mengincar Washington salah satunya buat memberikan citra kemenangan mereka atas perjuangan hak dalam memiliki budak. Tentara pihak selatan yang dipimpin sama Edward Lee berhasil menurunkan moral tentara utara dengan kemenangannya di kota-kota sebelum Washington. Sayang, nggak lama kemudian Jenderal George Meade yang memimpin pasukan utara berhasil menelurkan langkah cerdik.

Meade dengan cerdiknya menjebak pasukan selatan yang sedang jumawa. Lee merasa bahwa kemenangan udah di depan mata. Sehingga dia mulai meremehkan Meade dan pasukannya. Terlebih karena Washington udah di depan mata. Kecerdikan Meade dalam mengantisipasi keunggulan pasukan selatan memunculkan perang paling terkenal di American Civil War. Sejarah menyebutnya sebagai “Perang Gettysburg”.

Jebakan Meade Buat Selatan

Jumawanya pasukan selatan justru malah bisa dimanfaatkan Meade buat mengubah situasi. Meade sengaja memancing pasukan Selatan ke Cashtown. Yang mana mereka sengaja menyerahkan Cashtown yang jadi pintu masuk ke Gettysburg. Ternyata ketika Lee dan pasukannya memasuki Gettysburg dengan percaya diri, Meade sudah menunggu di sana. Meade dan pasukannya yang membekali diri sama rencana yang matang akhirnya bisa memukul mundur sementara Lee dan menciptakan pertahanan yang lebih kuat.

Serangan di hari kedua ternyata malah makin merugikan Lee. Meade yang kedatangan bala bantuan yang membuat jumlah pasukannya melebihi pasukan Lee. Sayang bagi Lee bala bantuan ini benar-benar merepotkan dirinya. Lebih dari 25.000 pasukan Lee harus gugur. Kemudian karena kemenangan Meade di Gettysburg moral pasukan naik drastis. Situasi perang berbalik. Pada akhirnya pasukan utara sukses terus menekan pasukan selatan hingga nggak bisa berbuat apa-apa selain bertahan.

Akhir Perang

Posisi Lee dan pasukannya yang semakin nggak diuntungkan karena semakin banyak yang gugur mulai menggentarkan Konfederasi. Dengan pasukan yang berkuran banyak dan stock makanan yang sangat tipis membuat moral pasukan selatan hancur. Uniknya masyarakat selatan pun mulai membenci perang ini. Masyarakat selatan menuntut buat pemerintah Konfederasi segera mengakhiri perang yang mempengaruhi ekonomi mereka.

Kemenangan utara yang semakin tercium akhirnya benar-benar terjadi. Akhirnya pihak Lee mengaku kalah. Pasukan utara yang lain pimpinan Jenderal Grant sukses mengepung Lee di Petersburg.

Pada akhirnya kebebasan budak bisa Lincoln wujudkan. Di lain pihak mimpi Konfederasi atas kebebasan memiliki budak harus sirna setelah perang selama 4 tahun lamanya.

Nah, menurutmu adakah situasi sekarang yang mirip sama konflik hak di American Civil War di kurun waktu yang lain? Dan apakah kebebasan harus selalu kita perjuangkan dengan perang?

Ilustrasi oleh Kurz & Allison

Baca juga:

Penghilangan Nilai Manusia Lewat Perbudakan

Aroma Feodal Yang Masih Kental Di Kehidupan Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini