Waktu Baca: 3 menit

Baru-baru kemarin, laman Instagram saya ber-sliweran postingan reels yang menggunakan dubbing dari artis terkenal dan berprestasi, Cinta Laura Kiehl. Dalam dubbing tersebut orang-orang menirukan suara Cinta Laura yang mengatakan, “Bidang education. Orang-orang pikir I’m just some types of bimbo they’re no who I’m not really I am” yang kemudian dalam video itu juga terdengar suara laki-laki, “masa sih?” dan dilanjutkan kembali oleh Cinta, “Ya, I mean… sebelum aku masuk Colombia University orang-orang gak tau aku smart.” Gara gara video ini, istilah Bimbo Girl menjadi naik.

Dubbing tersebut lantas di remake orang-orang untuk konten lucu-lucuan. Mereka menirukan suara Cinta Laura dengan gaya mereka seolah-olah mereka adalah selebritis yang tengah diwawancara, dan tak lupa juga dibumbui dengan caption yang unik-unik seperti, ‘Aku yang belum lulus S1 latihan dapet beasiswa S2.’ Kontennya sangat menghibur.

Tapi, apa yang menjadi sorotan dalam tulisan ini? Yap, istilah kata “Bimbo.” Sebenarnya apasih Bimbo ini? Dan kenapa Cinta Laura juga mengatakan bahwa dia bukanlah seorang Bimbo?

Apa itu Bimbo Girl?

Bimbo atau Bimbo Girl adalah slang dalam bahasa Inggris untuk menyebut seorang perempuan cantik dan sexy tapi tidak memiliki kercedasaan lain, selain menonjolkan bentuk fisiknya. Uhhh… sangat terdengar miris ya? Sayangnya, hal ini memang kerap kali terjadi di lingkungan kita bahkan tanpa kita sadari. Kalian pasti pernah mendengar celetukan, “cantik-cantik tapi o’on” atau, “ah dia mah cuma modal muka sama badan doang.” Fenomena nyata yang bisa kita jumpai adalah SPG perempuan. Mereka kerap kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat hanya karena mengandalkan fisik yang cantik, menarik, dan sexy tanpa harus memiliki keahlian khusus atau syarat nilai yang tinggi.

Meski sebenarnya perempuan sudah memiliki definisi cantiknya masing-masing, namun Bimbo Girl ini memang bisa datang dari perempuan itu sendiri. Mereka yang merasa memiliki paras yang cantik dan tubuh yang sexy lantas disalah gunakan. Seperti, sering memamerkan bentuk tubuh hanya karena ingin memikat lawan jenis dan menuai pujian.

Sebetulnya sah-sah saja, merasa bangga dengan tubuh diri sendiri, dan bukannya bagus tidak malah menjadi insecure? Tapi… apa nilai seorang perempuan hanya berhenti sampai disitu? Tentu saja tidak. Nilai seorang perempuan tentu lebih tinggi tidak hanya mengandalkan fisiknya saja. Di era yang serba canggih sekarang ini, pola pikir seharusnya juga ikut berkembang bahwasannya perempuan tidak akan lagi mendapat stigma 3M, Masak, Manak, dan Macak. Perempuan jika tidak akan lagi dipandang sebagai objek sex atau pemuas hasrat laki-laki karena, perempuan bukan mainan barbie yang hanya bisa berdiam diri.

Menghilangkan Stigma Bimbo Girl

Untuk memberantas stigma dan istilah Bimbo Girl ini, memang perlu adanya kolaborasi. Tidak hanya dari perempuan itu sendiri tapi juga dari laki-laki. Laki-laki yang masih menilai perempuan hanya sebatas bisa melakoni pekerjaan rumah tangga dan juga pemuas seks, harus berubah pikirannya. Pemikiran ini bisa terjadi karena sebenarnya mereka takut tersaingi atau terlalu memandang rendah perempuan. Padahal tidak ada harga diri laki-laki yang turun ketika menghormati seorang perempuan. So, untuk kaum laki-laki mulai tingkatkan kesadaran bahwa nilai seorang perempuan lebih dari fisiknya, bahwa perempuan layak untuk mengembangkan dirinya.

Begitu juga dengan perempuan itu sendiri. Jika salah satu diantara kalian pernah mendapatkan celutukan seperti yang sudah dituliskan di atas, atau pernah dinilai hanya sebatas dari fisiknya. Mulai sekarang kalian harus tegas mengatakan I’M NOT A BIMBO GIRL! AKU CANTIK, AKU BERKEPRIBADIAN BAIK, DAN AKU PINTAR!

Boleh merasa bangga dengan paras cantik dan bentuk tubuh yang indah, tapi harus tetap kita ingat kalau mengembangkan diri itu sangatlah penting. Jadi yuk, para perempuan kita kembangkan diri mulai dari hal-hal kecil seperti, berani menyuarakan pendapat, menekuni keahlian baru dan mengembangkan yang lama, terus mau belajar, banyak membaca buku, dan referensi. Memangnya tidak mau menjadi perempuan cantik, baik, dan pintar? Hihi…

Baca juga :
Curhat Tersembunyi Wregas Bhanuteja di Penyalin Cahaya

Mengenal Bystander Effect Dari Penyalin Cahaya

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini