Waktu Baca: 2 menit

Entah apa yang terjadi dengan Chelsea. Nampaknya mereka telah membeli banyak penyerang hebat. Namun yang nyetel tidak banyak. Kenyataannya, hingga hari ini hanya Didier Drogba dan Diego Costa yang benar benar cukup konsisten menjalankan peran sebagai striker Chelsea. Sementara itu, pemain lainnya bak pesakitan. Seenggak enggaknya dalam sepuluh tahun terakhir ada Alvaro Morata, Fernando Torres, dan Timo Werner yang menjadi sumber kekecewaan fans. Nah, karena itulah mulai ada pemikiran bahwa Chelsea sepertinya tidak butuh striker.

Lihat Saja City!

Manchester City juga kerap memainkan pola tanpa striker. Kuncinya adalah semua lini bisa mencetak gol dan bergerak sedinamis mungkin. Peran striker murni memang agak terpinggirkan di masa kini yang mana membutuhkan pertahanan garis tinggi dan kemampuan mengoperkan bola dengan cepat. Striker yang menunggu bola di depan tidak ideal.

Malah, pola striker tunggal seperti mengalienasi potensi striker seperti Romelu Lukaku. Ia jadi kesulitan karena penjagaan ketat pada dirinya membuat ia tidak leluasa memainkan perannya. Dapat kita lihat, penyerang seperti Lukaku justru lebih menikmati perannya ketika ia memiliki penyerang pendamping. Di Internazionale misalnya, ia memiliki seorang Lautaro Martinez yang bisa membukakan ruang untuknya.

Chelsea Harus Gimana?

Di tangan Tuchel, Chelsea banyak menekan dan sebenarnya lebih membutuhkan pemain dengan first touch dan kecepatan yang mumpuni. Kebetulan dua atribut ini enggak Lukaku banget. Namun, penyerang Arsenal Aubameyang memiliki karakter ini. Sementara itu, di sisi lain, Arsenal memiliki pola seorang trequarista yang didukung dua inside forward. Pemain seperti Lukaku bisa menikmati perannya di pola ini. Apakah mending mereka berdua barter saja? He..he..

Ya tapi kalaupun enggak bisa barter, Chelsea bisa menjual Lukaku dan enggak usah membeli striker lagi. Loh kok gitu? Ya karena peran yang Chelsea inginkan bisa saja dimainkan pemain yang ada sekarang seperti Kai Havertz atau Mason Mount. Mereka tak perlu menjadi striker dengan jumlah gol dua digit. Mereka harus bisa membuka ruang dan menjadi link yang menyatukan lini depan dan tengah.

Atau kalaupun Chelsea enggak yakin, mereka bisa menimbang untuk mendatangkan Firminho yang mulai tersingkir ataupun mencoba memasukkan Joao Felix ke dalam tim agar Kai Havertz leluasa memainkan peran False 9. Jadi pilih mana Chelsea?

Foto : Justin Talls

Baca juga :
Tiki Taka Arsenal Bakal Lengkap?

Richarlison Gacor, Tapi Belum Memikat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini