Waktu Baca: 3 menit

Pernahkah kalian ingin pergi namun nggak tau harus membawa kakimu ke mana? Padahal hasrat udah bergejolak. Pengen segera bertemu dengan ketenangan setelah capek dikeroyok tugas dan deadline. Salah satu yang bisa kita pilih adalah menjalin hubungan dengan alam. Terlebih alam nggak pernah cuak dengan kehadiran kita kan. Bahkan dia mau terus mendengar keluh kesahnya kita.

Nah kali ini aku ada rekomendasi wisata alam yang berdiam diri menunggu kamu di Semarang. Tepatnya ada di Ungaran. Masyarakat menyebutnya dengan singkatan CLBK. Eit, bukan cinta lama bersemi kembali lho ya, tapi Curug Lawe Benowo Kalisidi.

Curug Lawe Benowo Kalisidi (CLBK)

curug lawe benowo kalisidi

Ketika kamu berselancar di google buat mencari destinasi wisata di Semarang, salah satu tempat yang bakalan muncul adalah Curug Lawe Benowo. Kamu bisa mengunjunginya di Desa Kalisidi, Ungaran Barat. Curug ini terletak di lereng Gunung Ungaran. Hal yang mengejutkan adalah kamu bisa menjumpai dua air terjun dalam satu wilayah yang sama. Mereka adalah Curug Lawe dan Curug Benowo. Perbedaannya apa? Perbedaannya terletak pada ketinggian dan jaraknya. Curug Lawe memiliki ketinggian 30 meter. Sedangkan, Curug Benowo lebih tinggi dari saudaranya, sekitar 40 meter. Selain itu kamu akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk sampai di Curug Lawe, dibandingkan menuju ke Curug Benowo.

Konsisten Dengan Asrinya

curug lawe benowo kalisidi

Setibanya di pintu masuk, sejuknya udara dingin mencubit kulitku yang tipis. Pepohonan yang rindang juga menyambut dengan manis. Nuansa alam sekitar yang indah seakan mengucapkan buat selamat pagi. Terlebih terik juga masih belum mau muncul. Semua rasa didominasi sama hawa dingin khas alam. Kondisi kaya gini yang seakan memaksa aku buat buru-buru jalan. Masuk ke destinasi wisata. Percaya deh kamu juga bakalan ngalamin.

Ketika udah masuk jalan yang menuntun ke curug burung masih terus berceloteh seakan sedang bergurau satu sama lain di dahan-dahan basah. Gemercik air juga ikut meramaikan suasana. Bersenandung mengikuti melodi, merdu dan asrinya jalan ke Curug Lawe Benowo Kalisidi.

Menyusuri Jalan Setapak

Setelah berjalan beberapa lama bayangan curug udah muncul di kepala. Tapi ternyata, jalannya lumayan jauh. Emang sempet bikin aku harus membujuk kaki buat terus maju. Seenggaknya udah perlu perjalanan jalan kaki 1 jam buat sampai ke curugnya. Jalannya masih sederhana berbalut tanah. Jalurnya juga tidak terlalu luas membuat arus menjadi searah. Kaya hidup yang nggak selalu mulus, jalannya berbatu, melewati tanah yang licin, dan jalan yang berkelok. Ada pula gubuk-gubuk kecil yang udah siap di tempat buat jadi tempat rehat sama mengembalikan stamina.

CLBK

Ada kalanya kamu akan menjumpai beberapa jembatan yang kamu bisa menjadikannya spot foto. Kamu juga dapat menemukan spot foto yang antimainstream, namanya akar O. Tapi aku sarankan hati-hati ya karena tidak ada penopang apapun dibawahnya.

Sensasi Healing Yang Sejati

curug lawe benowo kalisidi

Sampai di Curug Benowo, pilihanku, gemuruh air makin kenceng. Gelora curug terus menggambarkan keindahannya. Egonya yang besar buat pamer keindahan justru bikin aku terkesima. Kamu bakalan nemuin air bening nan bersih yang bikin kamu buru-buru pengen menyapa Curug Benowo. Energi yang terkuras sudah terbayar lunas.

Di atas, percikan-percikan air yang lembut mulai menyapa. Membasahi kulit sama rambut perlahan. Batuan di sana seakan menyediakan tempat berbaring menatap Curug Benowo yang masih pamer keindahan. Di sini ingar bingar hawa segar juga masih terus ada. Menemani ketika tiba. Matahari yang masih culas menampakkan diri semakin meyakinkanku untuk bersinggah sejenak menikmati alam.

Apakah bagus? Pasti. Aku yakin kamu tidak akan menyesal untuk meluangkan waktu ke sana. Curug Benowo buka setiap hari mulai jam 8 pagi sampai jam 2 siang. Buat kamu yang mau dating atau berpetualang asik bareng temen, aku sarankan buat datang lebih pagi ya. Semakin siang semakin rame pengunjung soalnya. Biaya masuknya mahal nggak? Oh tentunya tidak. Kamu hanya perlu membayar tiket masuk seharga Rp 8.000,00 per orang dan biaya parkir saja.

Segera agendakan yuk. Biar aku nggak gagal move on sendirian.

Baca juga:

Hutan Pinus Puncak Kalilo yang Bisa Jadi Milikmu Seorang

Kampung Bunga Kopeng, Koleksi Bunganya Bikin Mupeng

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini